MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 11



....


1 minggu berlalu.


Sudah banyak yang berubah


sekarang.tak ada lagi boss dan


bawahan,tak ada lagi rahasia.yang ada


sekarang hanya lah penyatuan rasa


cinta.


Awalnya sulit untuk menerima fakta


yang ada.terbukti dari lisa yang hampir


saja meninggalkan jungkook karena


terlalu syok oleh fakta yang ada.namun


semuanya dapat diterima seiring


berjalannya waktu.


"Jimin-ah baju apa saja yang ingin kau


bawa." suara melengking milik rose


terdengar.


Kini rose tengah mengemasi baju jimin


kedalam koper karena mereka akan


ke pulau jeju besok.


"Baju berwarna hitam saja,sayang."


jimin berteriak, karena sekarang ia


sedang mandi.


"Ani,aku akan menambah baju


berwarna pink di kopermu."


"Yakk.park roseana awas saja jika kau


memasukan baju berwarna pink dalam


koperku." teriak jimin.


"Hey park jimin nama marga ku


dibelakang kenapa kau pindahkan


ke depan, dasar pabbo." ucap rose


sambil memasukan beberapa baju


dalam koper jimin.


"Biarkan saja,sebentar lagi kau akan


menjadi istriku." ucap jimin sambil


keluar dari kamar mandi.


"Ngimpi." ketus rose.


Rose menutup koper jimin dan beralih


ke koper miliknya.


"Jangan memakai pakaian yang


terbuka sayang,atau kau akan


mendapatkan hukuman." ucap


jimin saat melihat rose yang tengah


memasukan baju kedalam koper


miliknya.


"Bodoamat." ucap rose cuek.


Jimin cemberut mendengar nada cuek


dari mulut rose.dengan sigap jimin


menggendong tubuh rose ala bridal


style dan membawanya keranjang.


"Yak.park jimin turunkan aku."


"Ani,ani,ani."


Rose sekarang berada dipangkuan


jimin.memasang wajah garang.


"Turunkan aku,kita harus cepat berkemas untuk besok jimin-ah. "


Ia ingin turun dari pangkuan jimin


namun jimin menahannya.


"Cium aku dulu."


"Ciuman saja sana sama tembok." ucap


rose ketus.


Sungguh rose masih tak percaya


bahwa boss vampirenya ini adalah


matenya,dan sialnya rose harus


mengakui bahwa jimin itu tampan.


Bibir jimin melengkung kebawah


namun rose tetap acuh.


"Bagaimana kalo kita membuat


baby park." ucap jimin dengan


menaik-naikan kedua alisnya.


"Yakk...park mesum jimin."


Rose mencubit-cubit pinggang


jimin hingga membuatnya meringis


kesakitan.rose turun dari pangkuan


jimin.


"Buat saja sana sendiri." ucap


rose.kembali mengemasi pakaiannya.


"Tapi aku ingin membuatnya


denganmu."


"Nggak mau,belum sah."


"Yah udah kita nikah sekarang."


"YAKK..PARK JIMIN berhenti berbicara


atau aku akan melakukannya


dengan orang lain."jimin seketika


menciut.menutup mulutnya


rapat-rapat memandang rose yang


kini memasukan pakaiannya kedalam


koper.


Di mansion kim.


"Oppa,berapa baju yang mau oppa


bawa." pertanyaan lembut jisoo pada


jin.


"10 saja,kita akan membeli pakaian


nanti di sana." ucap jin sambil


membantu jisoo.


"Oppa duduk saja,biar aku yang


membereskan ini."


"Baiklah,terimakasih calon istriku."


ucap jin sambil mencuri kecupan di pipi


jisoo.


Jisoo hanya dapat


menggeleng-gelengkan


kepalanya.memaklumi sifat calon


suaminya ini.


"Warna baju ingin warna pink saja


oppa." tanya jisoo sambil menahan


tawa.jisoo sempat terkejut beberapa


hari yang lalu karena mendapati isi


lemari jin yang banyak sekali mengkoleksi barang-barang serba pink.


Bahkan jisoo pernah terbahak karena


hampir perabotan rumah diisi oleh


warna pink.


"Baju pink 6 dan sisanya hitam saja."


ucap jin.


Jisoo mengangguk mengerti.


"Kapan tanggal pernikahan kita


ditetapkan?." tanya jin yang kini sedang


mengamati beberapa berkas.


"Aku terserah oppa saja."


"Kalo besok bagaimana.".


"Yak oppa jangan bercanda,besok kita


akan berlibur bukan menikah."ucap


jisoo sebal.


"Aku hanya bercanda sayang." ucap jin


sambil terkekeh.


Jisoo mendengus.menutup koper milik


jin dan beralih ke koper miliknya.


"Jangan memakai pakaian yang


terbuka sayang atau kau akan


mendapatkan hukuman dariku." ucap


jin sambil memperhatikan beberapa


pakaian yang jisoo masukan kedalam


kopernya


"Tidak oppa,aku tidak akan membawa


pakaian yang terbuka." ucap jisoo.


"Ah.ya oppa apakah red velvet akan


ikut?." tanya jisoo sambil menutup


koper miliknya.


"Entahlah.hanya jungkook yang tau."


ucap jin.


"Aku ingin mengunjungi lisa dan baby


jeon." ucap jisoo sambil mendudukkan


dirinya di samping jin.


"Besok juga kita bertemu dengan


mereka sayang." jin mengelus surai


jisoo.


"Bagaimana kalau kita membuat baby


kim saja." ucap jin.


"Oppa ingin ku bunuh ya."


Jin hanya tertawa karena berhasil


menggoda calon istrinya.


Pagi hari.


Lisa kini tengah menyiapkan sarapan


untuk dirinya dan jungkook tentu


saja.setelah merasa cukup lisa segera


menuju kamar jungkook untuk


membangunkan bayi besarnya.


"Kookie-ya bangun cepatlah


mandu,telah nya kookie sarapan dan


bersiap-siap untuk ke pulau jeju." ucap


lisa sambil mengguncang-guncangkan


tubuh jungkook.


Jungkook tak mengubris.malah


jungkook menarik tangan lisa


hingga terjatuh di atas jungkook dan


memeluknya erat.lisa terkejut bukan


main.


"Sebentar lagi,masih ngantuk." suara


jungkook terdengar serak.


Lisa mengangkat kepalanya menatap


lamat wajah jungkook.tangannya


terulur menyelipkan helaian rambut


jungkook.


"Kookie ayo bangun kita harus


cepat,nanti kita ketinggalan


pesawat.kasian eonnie dan oppa yang


harus mengunggu kita nanti." ucap lisa.


"Biarkan saja,kita bisa pergi ke sana


dalam waktu sekejap." sombong


jungkook.


Lisa menjewer telinga jungkook.


"Awh..sakit sayang." ringis jungkook


sambil memegang telinganya.


"Kookie sombong.cepat bangun atau


kookie tak akan mendapatkan jatah


dariku." ancam lisa.


Mata jungkook membulat


sempurna.dengan cepat ia bangun


dan berlari ke kamar mandi.lisa


hanya dapat menggeleng-gelengkan


kepalanya.


"Aku sudah bangun dan menuruti


kemauanmu.jadi kau harus


memberikan ku jatah nanti malam."


teriak jungkook dari dalam kamar


mandi.


"Ngarep." ucap lisa sambil terkekeh.


Lisa segera menyiapkan pakaian


untuk jungkook.mengecek segala


perlengkapan takut ada yang


tertinggal .


15 menit berlalu.


Jungkook keluar dari kamar mandi


dengan handuk yang melingkar


diperutnya.lisa yang melihatnya pun


hanya dapat meneguk saliva nya kasar.


"YAKK...KOOKIE PAKAI BAJUMU."


teriak lisa sambil memalingkan


wajahnya.


Jungkook menaikan kedua bahunya


acuh,menghampiri ranjang untuk


mengambil pakaiannya.


"Kookie pakai dikamar mandi sana."


ucap lisa tanpa melihat jungkook.


"Tidak mau,lagi pula kau sudah melihat


tubuhku beberapa hari yang lalu"


Bluss...


Pipi lisa memerah.sialan sekali jeon


vampire jungkook ini..


"Jangan tutupi wajahmu,sayang.aku


suka melihat rona merah itu." ucap


jungkook sambil terkekeh.


"Yak..jangan menggodaku." ketus lisa


saat mendengar kakehan jungkook.


"Sudah-sudah lebih baik sekarang kita


sarapan.baby jeon pasti sudah lapar."


ucap jungkook.


Lisa hanya dapat


mengangguk, merentangkan tangannya


dihadapan jungkook.meminta jungkook


untuk menggendongnya.


"Ouh.manja sekali calon istriku ini."


tawa jungkook.mengangkat tubuh lisa


ala koala dan membawanya ke meja


makan.


"Ais...dimana jungkook dan lisa,20


menit lagi kita akan berangkat tapi


mereka belum datang." gerutu jisoo


sambil mengecek hpnya.


"Sudahlah sayang.mungkin mereka


dalam perjalanan." ucap jin.merangkul


bahu jisoo untuk menenangkannya.


"Tapi sebentar lagi kita akan


berangkat." ucap jisoo sembari


memeluk jin.


selang beberapa saat terdengar


teriakan seorang.


"EONNIE.." teriaknya,siapa lagi kalau


bukan lisa dan jungkook.


"Kalian tuh ngapain dulu sih lama


banget." tanya jisoo.


"Yakk..lisa jangan lari-lari kasian baby


jeon." teriak jennie.


Lisa hanya menyengir sambil


menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Mianhae eonnie,tadi kookie susah


bangun." ucap lisa sambil menyengir


lebih lebar.


"Yah udah ayok kita harus cepet-cepet


ke jeju." rose menyeret kopernya.


"Tunggu sebenernya kita nggak bakalan ke pulau jeju. "ucap taehyung.


Jisoo.jennie,rose maupun lisa melirik


taehyung


Taehyung melirik kearah tiga J.


"Lalu kita akan kemana taehyung-ah?."


tanya jennie.


"Maldives."


Pletak.pletak.pletak...pletak


Empat jitakkan sukses mendarat


ke kepala jin.jimin, taehyung dan


jungkook.apa-apaan ini.


"Awhh.sakit sayang." ringis mereka.


"Kenapa kesitu,emangnya kita mau


honeymoon apa." ucap jennie ketus.


"Ya nggak papa itung-itung


pemanasan." ucap taehyung sambil


menaik-naikan kedua alisnya.


"Males ah." ucap lisa sambil melipat


kedua tangannya,bibirnya melengkung


kebawah.


Jungkook yang melihatnya pun


gelagapan.sial lisa nya merajuk.


"S-sayang." panggil jungkook.


Lisa yang mendengar panggilan


jungkook mendongak tersenyum


lebar.jungkook pun ikut tersenyum,lisa


tak marah.namun kata yang terlontar


dari bibir lisa dapat membuat wajah


jungkook memelas.


"Tak ada jatah satu bulan ya sayang."



Disinilah keempat pasangan romeo dan


juliet berada.keempat romeo tampak


tersenyum cerah,sedangkan keempat


juliet tengah cemberut dan menekuk


wajah mereka.


Mereka pasangan mak bapak


jinsoo.pasangan te rimut


taennie,pasangan terheboh jimrose, dan


pasangan teromantis lizkook.


"Harusnya kita kepulau jeju bukan


ketempat sepi seperti ini." gerutu


jennie,dengan rasa kesal jennie


menendang-nendang pasir.


berenang di pantai jeju.bukan ditempat


seperti ini.mana banyak yang pake


bikini lagi." ucap rose.


"Kalo kek gitu kenapa tadi eonnie mau


diajak kesini?" tanya lisa tak kalah


sebal.


Tidak rose maupun jennie


menyengir. lisa menaikan kedua alisnya


bingung,.bergidik geri karena takut


jennie dan rose kesurupan.


"Hehe.sebenarnya jimin berjanji


akan membelikan ku makanan enak


disini.jadi gitu deh hehe.." cengir rose.


"Makanan aja terus nanti gendut jimin


berpaling" ucap lisa.


"Yaelah lis.lu nggak tau jimin kan


bucinnya sirose,mana mungkin dia


berpaling." timpal jisoo.


Lisa hanya dapat


menggeleng-gelengkan kepala.


"Lalu kau eonn?" tanya lisa pada


jennie.


"Kalo taehyung dia bilang akan


mengajakku ke kerajaan miliknya,tentu


saja aku tertarik." ucap jennie.


Mata lisa berbinar mendengar ucapan


jennie.


"Wow!! Aku ingin ke istana." girang lisa.


"Aku ingin meminta itu pada kookie."


lisa hendak berlari menghampiri


jungkook namun tangannya ditahan oleh


jisoo.


"Jangan sekarang.sekarang waktunya


kita mengerjai mereka karena telah


membuat kita kesal." ucap jisoo sambil


tersenyum jahil.


"Bagaimana mengerjainya eonn.jangan


yang aneh-aneh.kau taukan seberapa


posessivenya mereka." ucap jennie


sedikit mengingatkan.


"Bagaimana jika kita mendiami


mereka,bersenang-senang


sendiri.mengabaikan kalo mereka


berbicara.kalian tau kan mereka


pasti akan merengek karena tak suka


diabaikan."usul jisoo .


"setuju."seru rose.


"Kita mulai hari ini." ucap jennie sambil


tersenyum jahil.


Dengan langkah cepat keempat juliet


itu melangkah melewati keempat


romeo yang kini menatap mereka


bingung.terutama jungkook yang


meringis melihat langkah berjalan lisa.


"Yakk...sayang.berjalan yang pelan


kasian baby jeon.pasti dia akan muntah


di perutmu."


Namun lisa mengabaikan seruan


jungkook.terus berjalan tanpa ada


minat menatap keempat malaikat


tampan dibelakang mereka.


"Rose jangan berjalan seperti itu nanti


kamu jatuh." seru jimin.


Namun sayang ucapan jimin seperti


angin lalu yang diabaikan oleh rose.


"Jisoo jalannya pelan-pelan."


Sama saja jisoo tetap diam.


"Jennie-ya.jaga cara berjalanmu.nanti


bila baby kim hadir dalam perutmu dia


akan kesakitan."


Nihil,bahkan ucapan keempat romeo


itu diabaikan


keempat juliet.


"Masih merajuk mereka?" tanya jimin.


"Kau ini bodoh apa bagaimana,lihat


sifat mereka saja artinya mereka


sedang merajuk, dasar bantet-bantet


labil." ucap taehyung


"Sialan kau alien."


"Lebih baik sekarang kita samperin


mereka,takut terjadi apa-apa.dan kau


kook jaga lisa dan baby jeon." ucap


jin.berlari kecil menghampiri jisoo.


Jimin, taehyung dan jungkook ikut


berlari kecil menghampiri calon


istri mereka yang kini dalam mode


merajuk.lucunya.


"Sayang." panggil jungkook saat ini


sudah berada tepat di samping lisa.


Jungkook mendengus saat lisa hanya


diam dan tak menoleh kearahnya.sama


halnya dengan jin.jimin dan taehyung


mereka bahkan sudah merengek


gara-gara diabaikan.


Hingga jungkook membuat kode dari


tatapan mata.


1..2..3..


HAPP....


"YAKK...TURUNKAN KAMI." teriakan


keempat juliet itu terdengar saat


keempat romeo tiba-tiba menggendong


tubuh mereka dan berlari kearah


pantai.membuat pakaian mereka basah


karena ter terjang ombak yang lumayan


besar.


"TURUNKAN KAMI." teriakan itu


kembali terdengar nyaring ditelinga


keempat romeo namun mereka malah


tertawa lepas saat keempat juliet itu


kesal sambil menggembungkan kedua


pipinya.


"Ini hukuman karena telah


mengabaikan kami." ucap taehyung


sambil menciprat-cipratkan air laut


ke wajah jennie.


Mereka sama-sama tertawa


lepas.keempat juliet bahkan melupakan


keinginan mereka untuk menjahili


calon suaminya ini.


Disisi lain.


"Sialan,lisa hanya milikku.she is mine."



Sang surya kini telah usai


menyelesaikan tugasnya dan kini


Saatnya sang rembukan yang bertugas


untuk menyinari bumi dengan cahaya


malam dengan bertaburnya ribuan


bintang diangkasa.


Membuat malam ini terasa lebih indah.


"Bagaimana bila kita menonton film


bersama." usul jimin.


"Baiklah ayok." ucap jin.merangkul


jisoo menuju tempat menonton.



(Anggap aja malem terus mereka ada


delapan)


"Kita ingin menonton apa?" tanya


rose sambil menyandarkan kepalanya


di dada bindang jimin.sama haknya


dengan jisoo,jennie dan lisa.


"Kalian maunya nonton film apa?"


bukanya menjawab mereka malah


bertanya.


"Terserah."


"Ya.udah kita nonton film fifty


shades."


Bugg..bugs.bugg.bugg


Keempat pukulan bantal itu sukses


mengenai wajah jin,jimin, taehyung dan


jungkook.


"Kalo ngomong difilter dong,ini tempat


umum." omel lisa.


Terkadang jisoo,jennie,rose maupun


lisa bingung dengan sifat calon


suaminya ini.mereka akan sangat


manja seperti bayi,namun otak mereka


penuh dengan hal-hal yang berbau


dewasa alas yadong


Dan pada akhirnya mereka hanya


menonton film doraemon.


Tapi...


"Hai lisa."


Lisa dan yang lain menoleh kebelakang


dengan tatapan terkejut.lain dengan


jungkook yang kini mengeraskan


rahangnya.


"Kita bertemu lagi,mine." ucap lelaki


itu,cai xukun.


Lisa yang melihat senyuman miring


xukun pun ketakutan.ia sudah tau


bahwa xukun bukanlah manusia.lisa


memeluk tubuh jungkook erat.


"Wah.rupanya kau sudah tau siapa


aku.apa mate mu ini yang memberi


tahumu.ckk,sayang sekali mungkin


ini adalah hari terakhir jeon jungkook


akan menjadi mate mu." senyuman


iblis itu terukir di bibir cai xukun.


"Sialan kau cai xukun." ucap jungkook


dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Hyung jaga lisa."


Jungkook Segera melesat pergi


mengejar cai xukun yang kini


tengah menunggunya ditempat yang


luas.cocok untuk bertarung.


"Kau akan mati." ucap cai xukun.


"Kita lihat siapa yang akan mati tuan


cai."


Pertarungan sengit pun


terjadi,keduanya sama-sama kuat.tapi


tak bisa dipungkiri bahwa saat ini


tenaga jungkook sedang melemah


karena tak pernah meminum darah.


Sedangan di sana jin hanya dapat


mengumpat melihat perkelahian


jungkook dan cai xukun.


"Sial,fisik jungkook sedang melemah


saat ini,sedikit ada kemungkinan


bahwa jungkook akan kalah."


Lisa semakin terisak saat mendengar


ucapan jin,tidak jungkook tidka boleh


mati.tidak boleh.


"Oppa selamatkan jungkook,bantu


dia."isak lisa semakin kencang.


"kami tak bisa lis.."


"Kenapa?"


"Arena itu dikelilingi tembok


tak terlihat,kami tak bisa masuk


keasana.kecuali.."


"Kecuali apa oppa?"


"Kecuali kau masuk ke sana,karema


hanya kau yang bisa masuk kedalam


sana."


"Aku akan masuk ke sana


oppa,bagaimana caranya agar


jungkook tak melemah?" tanya lisa


dengan terburu-buru.


"Berikan darahmu pada jungkook,atau


dia akan mati." ucap seok jin.


Tanpa menunggu lisa langsung berlari


kearah itu.mengabaikan teriakan


eonnie-eonnienya.


"Lisa..tidak jangan ke sana." teriak jisoo


berusaha berlari mengejar lisa namun


jin menghalanginya.


"Biarkan itu terjadi soo,ini adalah


bagian dari takdir."


Jisoo menggeleng.ia tak bisa melihat terluka.


Sedang kan diarena pertandingan.kini


sekujur tubuh jungkook maupun cai


xukun sudah banyak mengeluarkan


darah berwarna hijau.tapi jungkook


lebih parah.


"Kau akan mati jeon, dan mate


mu akan menjadi milikku." ucap


xukun.mengeluarkan kekuatan api dan


mengarahkannya kepada jungkook.


"A..apa ini akhirnya." ucap lemah


Jungkook.


"HENTIKAN..."


Teriakan lisa menggema.ia memeluk


tubuh jungkook erat.seketika waktu


terhenti.


"Pemberhentian waktu, lisa."


Jungkook melirik lisa yang kini


memeluknya erat,tersenyum karena


lisa sudah memiliki kekuatannya


kembali.


Jungkook melonggarkan


pelukanya.mengusap air mata lisa


dengan ibu jarinya.


"Minum darahku sekarang.cepat


jungkook." jungkook menggeleng.


"Aku tak bisa, aku tak ingin melukaimu


lis."


"Tidak kau harus meminum darahku


sekarang,cepat jungkook sebelum


waktu kembali berputar."


"Tap... "


"Cepat lakukan atau aku tak mau lagi


berpeluh di bawah mu." ancam lisa.


Jungkook melotot.ini hukuman yang


sangat menyakitkan untuknya dan juga


jeon junior.


"Kau yang meminta."


"Jika sakit kau boleh mencakar


punggungku." lanjutnya.


Jungkook mendekatkan mulutnya


ke leher lisa,mengeluarkan


taringnya.menancapkan taring itu


dengan sangat lembut.


Lisa sedikit mencakar punggung


jungkook saat benda runcing itu


menusuk lehernya.jungkook meminum


darah lisa dengan sangat rakus.hingga


lisa pingsan.


Jungkook menarik taring


miliknya.menatap sendu wajah lisa.


"Maaf jika aku menyakitimu." jungkook


mengecup bibir lisa.


Dan seketika tubuh lisa menghilang


dan terbaring dihadapan jisoo.


Waktu kembali berputar.cai xukun


menatap jungkook tak percaya.sorot


mata jungkook berwarna biru


dengan lambang bulan dan matahari


dimatanya.tidak itu adalah kekuatan


dunia immortal yang dulu dimiliki oleh


keempat putri angel.


Seketika tubuh cai xukun kaku.ia


mengeram merasakan bahwa


tubuhnya seolah terbakar, dan seketika


menjadi abu berwarna hitam pekat.


"Maaf xukun." lirih jungkook saat


melihat abu cai xukun,sahabatnya.


Bersambung.....






couple❤💛💚