
....
1 minggu berlalu.
Sudah banyak yang berubah
sekarang.tak ada lagi boss dan
bawahan,tak ada lagi rahasia.yang ada
sekarang hanya lah penyatuan rasa
cinta.
Awalnya sulit untuk menerima fakta
yang ada.terbukti dari lisa yang hampir
saja meninggalkan jungkook karena
terlalu syok oleh fakta yang ada.namun
semuanya dapat diterima seiring
berjalannya waktu.
"Jimin-ah baju apa saja yang ingin kau
bawa." suara melengking milik rose
terdengar.
Kini rose tengah mengemasi baju jimin
kedalam koper karena mereka akan
ke pulau jeju besok.
"Baju berwarna hitam saja,sayang."
jimin berteriak, karena sekarang ia
sedang mandi.
"Ani,aku akan menambah baju
berwarna pink di kopermu."
"Yakk.park roseana awas saja jika kau
memasukan baju berwarna pink dalam
koperku." teriak jimin.
"Hey park jimin nama marga ku
dibelakang kenapa kau pindahkan
ke depan, dasar pabbo." ucap rose
sambil memasukan beberapa baju
dalam koper jimin.
"Biarkan saja,sebentar lagi kau akan
menjadi istriku." ucap jimin sambil
keluar dari kamar mandi.
"Ngimpi." ketus rose.
Rose menutup koper jimin dan beralih
ke koper miliknya.
"Jangan memakai pakaian yang
terbuka sayang,atau kau akan
mendapatkan hukuman." ucap
jimin saat melihat rose yang tengah
memasukan baju kedalam koper
miliknya.
"Bodoamat." ucap rose cuek.
Jimin cemberut mendengar nada cuek
dari mulut rose.dengan sigap jimin
menggendong tubuh rose ala bridal
style dan membawanya keranjang.
"Yak.park jimin turunkan aku."
"Ani,ani,ani."
Rose sekarang berada dipangkuan
jimin.memasang wajah garang.
"Turunkan aku,kita harus cepat berkemas untuk besok jimin-ah. "
Ia ingin turun dari pangkuan jimin
namun jimin menahannya.
"Cium aku dulu."
"Ciuman saja sana sama tembok." ucap
rose ketus.
Sungguh rose masih tak percaya
bahwa boss vampirenya ini adalah
matenya,dan sialnya rose harus
mengakui bahwa jimin itu tampan.
Bibir jimin melengkung kebawah
namun rose tetap acuh.
"Bagaimana kalo kita membuat
baby park." ucap jimin dengan
menaik-naikan kedua alisnya.
"Yakk...park mesum jimin."
Rose mencubit-cubit pinggang
jimin hingga membuatnya meringis
kesakitan.rose turun dari pangkuan
jimin.
"Buat saja sana sendiri." ucap
rose.kembali mengemasi pakaiannya.
"Tapi aku ingin membuatnya
denganmu."
"Nggak mau,belum sah."
"Yah udah kita nikah sekarang."
"YAKK..PARK JIMIN berhenti berbicara
atau aku akan melakukannya
dengan orang lain."jimin seketika
menciut.menutup mulutnya
rapat-rapat memandang rose yang
kini memasukan pakaiannya kedalam
koper.
Di mansion kim.
"Oppa,berapa baju yang mau oppa
bawa." pertanyaan lembut jisoo pada
jin.
"10 saja,kita akan membeli pakaian
nanti di sana." ucap jin sambil
membantu jisoo.
"Oppa duduk saja,biar aku yang
membereskan ini."
"Baiklah,terimakasih calon istriku."
ucap jin sambil mencuri kecupan di pipi
jisoo.
Jisoo hanya dapat
menggeleng-gelengkan
kepalanya.memaklumi sifat calon
suaminya ini.
"Warna baju ingin warna pink saja
oppa." tanya jisoo sambil menahan
tawa.jisoo sempat terkejut beberapa
hari yang lalu karena mendapati isi
lemari jin yang banyak sekali mengkoleksi barang-barang serba pink.
Bahkan jisoo pernah terbahak karena
hampir perabotan rumah diisi oleh
warna pink.
"Baju pink 6 dan sisanya hitam saja."
ucap jin.
Jisoo mengangguk mengerti.
"Kapan tanggal pernikahan kita
ditetapkan?." tanya jin yang kini sedang
mengamati beberapa berkas.
"Aku terserah oppa saja."
"Kalo besok bagaimana.".
"Yak oppa jangan bercanda,besok kita
akan berlibur bukan menikah."ucap
jisoo sebal.
"Aku hanya bercanda sayang." ucap jin
sambil terkekeh.
Jisoo mendengus.menutup koper milik
jin dan beralih ke koper miliknya.
"Jangan memakai pakaian yang
terbuka sayang atau kau akan
mendapatkan hukuman dariku." ucap
jin sambil memperhatikan beberapa
pakaian yang jisoo masukan kedalam
kopernya
"Tidak oppa,aku tidak akan membawa
pakaian yang terbuka." ucap jisoo.
"Ah.ya oppa apakah red velvet akan
ikut?." tanya jisoo sambil menutup
koper miliknya.
"Entahlah.hanya jungkook yang tau."
ucap jin.
"Aku ingin mengunjungi lisa dan baby
jeon." ucap jisoo sambil mendudukkan
dirinya di samping jin.
"Besok juga kita bertemu dengan
mereka sayang." jin mengelus surai
jisoo.
"Bagaimana kalau kita membuat baby
kim saja." ucap jin.
"Oppa ingin ku bunuh ya."
Jin hanya tertawa karena berhasil
menggoda calon istrinya.
Pagi hari.
Lisa kini tengah menyiapkan sarapan
untuk dirinya dan jungkook tentu
saja.setelah merasa cukup lisa segera
menuju kamar jungkook untuk
membangunkan bayi besarnya.
"Kookie-ya bangun cepatlah
mandu,telah nya kookie sarapan dan
bersiap-siap untuk ke pulau jeju." ucap
lisa sambil mengguncang-guncangkan
tubuh jungkook.
Jungkook tak mengubris.malah
jungkook menarik tangan lisa
hingga terjatuh di atas jungkook dan
memeluknya erat.lisa terkejut bukan
main.
"Sebentar lagi,masih ngantuk." suara
jungkook terdengar serak.
Lisa mengangkat kepalanya menatap
lamat wajah jungkook.tangannya
terulur menyelipkan helaian rambut
jungkook.
"Kookie ayo bangun kita harus
cepat,nanti kita ketinggalan
pesawat.kasian eonnie dan oppa yang
harus mengunggu kita nanti." ucap lisa.
"Biarkan saja,kita bisa pergi ke sana
dalam waktu sekejap." sombong
jungkook.
Lisa menjewer telinga jungkook.
"Awh..sakit sayang." ringis jungkook
sambil memegang telinganya.
"Kookie sombong.cepat bangun atau
kookie tak akan mendapatkan jatah
dariku." ancam lisa.
Mata jungkook membulat
sempurna.dengan cepat ia bangun
dan berlari ke kamar mandi.lisa
hanya dapat menggeleng-gelengkan
kepalanya.
"Aku sudah bangun dan menuruti
kemauanmu.jadi kau harus
memberikan ku jatah nanti malam."
teriak jungkook dari dalam kamar
mandi.
"Ngarep." ucap lisa sambil terkekeh.
Lisa segera menyiapkan pakaian
untuk jungkook.mengecek segala
perlengkapan takut ada yang
tertinggal .
15 menit berlalu.
Jungkook keluar dari kamar mandi
dengan handuk yang melingkar
diperutnya.lisa yang melihatnya pun
hanya dapat meneguk saliva nya kasar.
"YAKK...KOOKIE PAKAI BAJUMU."
teriak lisa sambil memalingkan
wajahnya.
Jungkook menaikan kedua bahunya
acuh,menghampiri ranjang untuk
mengambil pakaiannya.
"Kookie pakai dikamar mandi sana."
ucap lisa tanpa melihat jungkook.
"Tidak mau,lagi pula kau sudah melihat
tubuhku beberapa hari yang lalu"
Bluss...
Pipi lisa memerah.sialan sekali jeon
vampire jungkook ini..
"Jangan tutupi wajahmu,sayang.aku
suka melihat rona merah itu." ucap
jungkook sambil terkekeh.
"Yak..jangan menggodaku." ketus lisa
saat mendengar kakehan jungkook.
"Sudah-sudah lebih baik sekarang kita
sarapan.baby jeon pasti sudah lapar."
ucap jungkook.
Lisa hanya dapat
mengangguk, merentangkan tangannya
dihadapan jungkook.meminta jungkook
untuk menggendongnya.
"Ouh.manja sekali calon istriku ini."
tawa jungkook.mengangkat tubuh lisa
ala koala dan membawanya ke meja
makan.
"Ais...dimana jungkook dan lisa,20
menit lagi kita akan berangkat tapi
mereka belum datang." gerutu jisoo
sambil mengecek hpnya.
"Sudahlah sayang.mungkin mereka
dalam perjalanan." ucap jin.merangkul
bahu jisoo untuk menenangkannya.
"Tapi sebentar lagi kita akan
berangkat." ucap jisoo sembari
memeluk jin.
selang beberapa saat terdengar
teriakan seorang.
"EONNIE.." teriaknya,siapa lagi kalau
bukan lisa dan jungkook.
"Kalian tuh ngapain dulu sih lama
banget." tanya jisoo.
"Yakk..lisa jangan lari-lari kasian baby
jeon." teriak jennie.
Lisa hanya menyengir sambil
menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Mianhae eonnie,tadi kookie susah
bangun." ucap lisa sambil menyengir
lebih lebar.
"Yah udah ayok kita harus cepet-cepet
ke jeju." rose menyeret kopernya.
"Tunggu sebenernya kita nggak bakalan ke pulau jeju. "ucap taehyung.
Jisoo.jennie,rose maupun lisa melirik
taehyung
Taehyung melirik kearah tiga J.
"Lalu kita akan kemana taehyung-ah?."
tanya jennie.
"Maldives."
Pletak.pletak.pletak...pletak
Empat jitakkan sukses mendarat
ke kepala jin.jimin, taehyung dan
jungkook.apa-apaan ini.
"Awhh.sakit sayang." ringis mereka.
"Kenapa kesitu,emangnya kita mau
honeymoon apa." ucap jennie ketus.
"Ya nggak papa itung-itung
pemanasan." ucap taehyung sambil
menaik-naikan kedua alisnya.
"Males ah." ucap lisa sambil melipat
kedua tangannya,bibirnya melengkung
kebawah.
Jungkook yang melihatnya pun
gelagapan.sial lisa nya merajuk.
"S-sayang." panggil jungkook.
Lisa yang mendengar panggilan
jungkook mendongak tersenyum
lebar.jungkook pun ikut tersenyum,lisa
tak marah.namun kata yang terlontar
dari bibir lisa dapat membuat wajah
jungkook memelas.
"Tak ada jatah satu bulan ya sayang."
Disinilah keempat pasangan romeo dan
juliet berada.keempat romeo tampak
tersenyum cerah,sedangkan keempat
juliet tengah cemberut dan menekuk
wajah mereka.
Mereka pasangan mak bapak
jinsoo.pasangan te rimut
taennie,pasangan terheboh jimrose, dan
pasangan teromantis lizkook.
"Harusnya kita kepulau jeju bukan
ketempat sepi seperti ini." gerutu
jennie,dengan rasa kesal jennie
menendang-nendang pasir.
berenang di pantai jeju.bukan ditempat
seperti ini.mana banyak yang pake
bikini lagi." ucap rose.
"Kalo kek gitu kenapa tadi eonnie mau
diajak kesini?" tanya lisa tak kalah
sebal.
Tidak rose maupun jennie
menyengir. lisa menaikan kedua alisnya
bingung,.bergidik geri karena takut
jennie dan rose kesurupan.
"Hehe.sebenarnya jimin berjanji
akan membelikan ku makanan enak
disini.jadi gitu deh hehe.." cengir rose.
"Makanan aja terus nanti gendut jimin
berpaling" ucap lisa.
"Yaelah lis.lu nggak tau jimin kan
bucinnya sirose,mana mungkin dia
berpaling." timpal jisoo.
Lisa hanya dapat
menggeleng-gelengkan kepala.
"Lalu kau eonn?" tanya lisa pada
jennie.
"Kalo taehyung dia bilang akan
mengajakku ke kerajaan miliknya,tentu
saja aku tertarik." ucap jennie.
Mata lisa berbinar mendengar ucapan
jennie.
"Wow!! Aku ingin ke istana." girang lisa.
"Aku ingin meminta itu pada kookie."
lisa hendak berlari menghampiri
jungkook namun tangannya ditahan oleh
jisoo.
"Jangan sekarang.sekarang waktunya
kita mengerjai mereka karena telah
membuat kita kesal." ucap jisoo sambil
tersenyum jahil.
"Bagaimana mengerjainya eonn.jangan
yang aneh-aneh.kau taukan seberapa
posessivenya mereka." ucap jennie
sedikit mengingatkan.
"Bagaimana jika kita mendiami
mereka,bersenang-senang
sendiri.mengabaikan kalo mereka
berbicara.kalian tau kan mereka
pasti akan merengek karena tak suka
diabaikan."usul jisoo .
"setuju."seru rose.
"Kita mulai hari ini." ucap jennie sambil
tersenyum jahil.
Dengan langkah cepat keempat juliet
itu melangkah melewati keempat
romeo yang kini menatap mereka
bingung.terutama jungkook yang
meringis melihat langkah berjalan lisa.
"Yakk...sayang.berjalan yang pelan
kasian baby jeon.pasti dia akan muntah
di perutmu."
Namun lisa mengabaikan seruan
jungkook.terus berjalan tanpa ada
minat menatap keempat malaikat
tampan dibelakang mereka.
"Rose jangan berjalan seperti itu nanti
kamu jatuh." seru jimin.
Namun sayang ucapan jimin seperti
angin lalu yang diabaikan oleh rose.
"Jisoo jalannya pelan-pelan."
Sama saja jisoo tetap diam.
"Jennie-ya.jaga cara berjalanmu.nanti
bila baby kim hadir dalam perutmu dia
akan kesakitan."
Nihil,bahkan ucapan keempat romeo
itu diabaikan
keempat juliet.
"Masih merajuk mereka?" tanya jimin.
"Kau ini bodoh apa bagaimana,lihat
sifat mereka saja artinya mereka
sedang merajuk, dasar bantet-bantet
labil." ucap taehyung
"Sialan kau alien."
"Lebih baik sekarang kita samperin
mereka,takut terjadi apa-apa.dan kau
kook jaga lisa dan baby jeon." ucap
jin.berlari kecil menghampiri jisoo.
Jimin, taehyung dan jungkook ikut
berlari kecil menghampiri calon
istri mereka yang kini dalam mode
merajuk.lucunya.
"Sayang." panggil jungkook saat ini
sudah berada tepat di samping lisa.
Jungkook mendengus saat lisa hanya
diam dan tak menoleh kearahnya.sama
halnya dengan jin.jimin dan taehyung
mereka bahkan sudah merengek
gara-gara diabaikan.
Hingga jungkook membuat kode dari
tatapan mata.
1..2..3..
HAPP....
"YAKK...TURUNKAN KAMI." teriakan
keempat juliet itu terdengar saat
keempat romeo tiba-tiba menggendong
tubuh mereka dan berlari kearah
pantai.membuat pakaian mereka basah
karena ter terjang ombak yang lumayan
besar.
"TURUNKAN KAMI." teriakan itu
kembali terdengar nyaring ditelinga
keempat romeo namun mereka malah
tertawa lepas saat keempat juliet itu
kesal sambil menggembungkan kedua
pipinya.
"Ini hukuman karena telah
mengabaikan kami." ucap taehyung
sambil menciprat-cipratkan air laut
ke wajah jennie.
Mereka sama-sama tertawa
lepas.keempat juliet bahkan melupakan
keinginan mereka untuk menjahili
calon suaminya ini.
Disisi lain.
"Sialan,lisa hanya milikku.she is mine."
Sang surya kini telah usai
menyelesaikan tugasnya dan kini
Saatnya sang rembukan yang bertugas
untuk menyinari bumi dengan cahaya
malam dengan bertaburnya ribuan
bintang diangkasa.
Membuat malam ini terasa lebih indah.
"Bagaimana bila kita menonton film
bersama." usul jimin.
"Baiklah ayok." ucap jin.merangkul
jisoo menuju tempat menonton.
(Anggap aja malem terus mereka ada
delapan)
"Kita ingin menonton apa?" tanya
rose sambil menyandarkan kepalanya
di dada bindang jimin.sama haknya
dengan jisoo,jennie dan lisa.
"Kalian maunya nonton film apa?"
bukanya menjawab mereka malah
bertanya.
"Terserah."
"Ya.udah kita nonton film fifty
shades."
Bugg..bugs.bugg.bugg
Keempat pukulan bantal itu sukses
mengenai wajah jin,jimin, taehyung dan
jungkook.
"Kalo ngomong difilter dong,ini tempat
umum." omel lisa.
Terkadang jisoo,jennie,rose maupun
lisa bingung dengan sifat calon
suaminya ini.mereka akan sangat
manja seperti bayi,namun otak mereka
penuh dengan hal-hal yang berbau
dewasa alas yadong
Dan pada akhirnya mereka hanya
menonton film doraemon.
Tapi...
"Hai lisa."
Lisa dan yang lain menoleh kebelakang
dengan tatapan terkejut.lain dengan
jungkook yang kini mengeraskan
rahangnya.
"Kita bertemu lagi,mine." ucap lelaki
itu,cai xukun.
Lisa yang melihat senyuman miring
xukun pun ketakutan.ia sudah tau
bahwa xukun bukanlah manusia.lisa
memeluk tubuh jungkook erat.
"Wah.rupanya kau sudah tau siapa
aku.apa mate mu ini yang memberi
tahumu.ckk,sayang sekali mungkin
ini adalah hari terakhir jeon jungkook
akan menjadi mate mu." senyuman
iblis itu terukir di bibir cai xukun.
"Sialan kau cai xukun." ucap jungkook
dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Hyung jaga lisa."
Jungkook Segera melesat pergi
mengejar cai xukun yang kini
tengah menunggunya ditempat yang
luas.cocok untuk bertarung.
"Kau akan mati." ucap cai xukun.
"Kita lihat siapa yang akan mati tuan
cai."
Pertarungan sengit pun
terjadi,keduanya sama-sama kuat.tapi
tak bisa dipungkiri bahwa saat ini
tenaga jungkook sedang melemah
karena tak pernah meminum darah.
Sedangan di sana jin hanya dapat
mengumpat melihat perkelahian
jungkook dan cai xukun.
"Sial,fisik jungkook sedang melemah
saat ini,sedikit ada kemungkinan
bahwa jungkook akan kalah."
Lisa semakin terisak saat mendengar
ucapan jin,tidak jungkook tidka boleh
mati.tidak boleh.
"Oppa selamatkan jungkook,bantu
dia."isak lisa semakin kencang.
"kami tak bisa lis.."
"Kenapa?"
"Arena itu dikelilingi tembok
tak terlihat,kami tak bisa masuk
keasana.kecuali.."
"Kecuali apa oppa?"
"Kecuali kau masuk ke sana,karema
hanya kau yang bisa masuk kedalam
sana."
"Aku akan masuk ke sana
oppa,bagaimana caranya agar
jungkook tak melemah?" tanya lisa
dengan terburu-buru.
"Berikan darahmu pada jungkook,atau
dia akan mati." ucap seok jin.
Tanpa menunggu lisa langsung berlari
kearah itu.mengabaikan teriakan
eonnie-eonnienya.
"Lisa..tidak jangan ke sana." teriak jisoo
berusaha berlari mengejar lisa namun
jin menghalanginya.
"Biarkan itu terjadi soo,ini adalah
bagian dari takdir."
Jisoo menggeleng.ia tak bisa melihat terluka.
Sedang kan diarena pertandingan.kini
sekujur tubuh jungkook maupun cai
xukun sudah banyak mengeluarkan
darah berwarna hijau.tapi jungkook
lebih parah.
"Kau akan mati jeon, dan mate
mu akan menjadi milikku." ucap
xukun.mengeluarkan kekuatan api dan
mengarahkannya kepada jungkook.
"A..apa ini akhirnya." ucap lemah
Jungkook.
"HENTIKAN..."
Teriakan lisa menggema.ia memeluk
tubuh jungkook erat.seketika waktu
terhenti.
"Pemberhentian waktu, lisa."
Jungkook melirik lisa yang kini
memeluknya erat,tersenyum karena
lisa sudah memiliki kekuatannya
kembali.
Jungkook melonggarkan
pelukanya.mengusap air mata lisa
dengan ibu jarinya.
"Minum darahku sekarang.cepat
jungkook." jungkook menggeleng.
"Aku tak bisa, aku tak ingin melukaimu
lis."
"Tidak kau harus meminum darahku
sekarang,cepat jungkook sebelum
waktu kembali berputar."
"Tap... "
"Cepat lakukan atau aku tak mau lagi
berpeluh di bawah mu." ancam lisa.
Jungkook melotot.ini hukuman yang
sangat menyakitkan untuknya dan juga
jeon junior.
"Kau yang meminta."
"Jika sakit kau boleh mencakar
punggungku." lanjutnya.
Jungkook mendekatkan mulutnya
ke leher lisa,mengeluarkan
taringnya.menancapkan taring itu
dengan sangat lembut.
Lisa sedikit mencakar punggung
jungkook saat benda runcing itu
menusuk lehernya.jungkook meminum
darah lisa dengan sangat rakus.hingga
lisa pingsan.
Jungkook menarik taring
miliknya.menatap sendu wajah lisa.
"Maaf jika aku menyakitimu." jungkook
mengecup bibir lisa.
Dan seketika tubuh lisa menghilang
dan terbaring dihadapan jisoo.
Waktu kembali berputar.cai xukun
menatap jungkook tak percaya.sorot
mata jungkook berwarna biru
dengan lambang bulan dan matahari
dimatanya.tidak itu adalah kekuatan
dunia immortal yang dulu dimiliki oleh
keempat putri angel.
Seketika tubuh cai xukun kaku.ia
mengeram merasakan bahwa
tubuhnya seolah terbakar, dan seketika
menjadi abu berwarna hitam pekat.
"Maaf xukun." lirih jungkook saat
melihat abu cai xukun,sahabatnya.
Bersambung.....
couple❤💛💚