My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 8



Sinar cahaya mentari sudah mulai menyilaukan mata. Davina sudah bangun untuk membersihkan badan. Disaat ritual mandinya, dia dikejutkan oleh suara ketukan pintu yang sangat keras dari Daniel.


"Kakak, cepatlah turun sudah ditunggu oleh Mama dan Papa!" Teriak Daniel.


"OK. soon older sister is finished, you go downstairs first. ( baiklah. sebentar lagi kakak perempuan selesai, kamu turunlah kebawah dulu.)" Teriak Davina dari dalam kamar mandi.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, ia turun dan langsung makan sarapannya. Dia begitu memanfaatkan hari ini untuk bersenang-senang. Karena dia esok hari akan menjadi seorang istri. Mama Davina menyuruhnya untuk melakukan perawatan kecantikan. Keadaan di rumah keluarga Ailen sangat ramai, karena mereka sedang mempersiapkan untuk acara esok. Penjagaan sangat ketat, namun dari salah satu penjaga ada yang sedang memata-matai keluarga tersebut. Dia adalah orang suruhan dari keluarga Adavsi. Keluarga tersebut merencanakan akan membatalkan acara besok. Mereka tidak rela jika kedua keluarga yang berpengaruh di dunia ini bersatu.


Di rumah keluarga Adavsi, semua orang sedang mempersiapkan rencana untuk melancarkan kegiatan nanti malam.


"Kita harus bisa mengambil putri keluarga Ailen. Putri mereka harus menjadi menantu dari keluarga Adavsi." Kata Tuan Adavsi dengan senyum seringai licik. Mereka sudah mengirimkan obat melalui mata-mata yang dikirim di mansion keluarga Ailen. Itu adalah obat untuk membuat semua penjaga dan pembantu yang ada di sana tertidur pulas.


"Kalian harus mempersiapkan dengan benar dan jangan sampai ada yang kelewat. Bawa dia ke marka dan kurung dia. Perketat penjagaan di tempat penyekapanya. Jangan sampai ada yang tahu tempat tersebut.


Di lain tempat, Gavin sedang menghafalkan ijab qobul yang akan ia ucapkan besok. Dia sangat gugup, ditengah kegugupannya ia juga memiliki firasat buruk untuk hari esok. Dia memutuskan untuk keluar dan membuka kotak yang ia bawa dari dalam. Dia berniat untuk memasang alat yang ia rancang ditubuh sang calon istri, alat tersebut bisa ditempelkan melalui jarak jauh dan bisa melacak keberadaannya, alat ini diciptakan oleh dirinya sendiri. Perasaannya sangat tidak enak terhadap keselamatan Davina. Sebagai seorang mafia, Gavin memiliki pikiran yang cerdas dan memiliki ketelitian yang sangat kuat.


"Vin, jangan terlalu setres memikirkan acara besok." Ucap Mommy membuyarka lamunannya.


"Mommy ngagetin Gavin aja." kata Gavin


"Cepatlah turun kita akan melakukan perawatan untuk kamu!" perintah Mommy. Lalu mereka berdua turun dan melakukan perawatan wajah supaya Gavin terlihat fres dan segar saat acara pernikahannya.


Malam pun tiba, semua anggota keluarga Ailen menikmati dinner dengan tenang. Mereka sangat senang karena besok hari yang sangat dinantikan oleh keluarga Ailen dan keluarga Rafisqy tiba. Tidak henti-hentinya mereka tersenyum bahagia. Tetapi semuanya juga tidak menyadari bahwa disalah satu penjaga di mansion tersebut adalah mata-mata. Setelah menyelesaikan dinner mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga yang begitu mewah. "Vina, apakah kamu sudah siap untuk acara besok?" Tanya Papa Kenan.


"Cie, ada yang mau nikah besok. Jangan lupa kasih aku keponakan yang lucu-lucu. Terus inget malam pertama jangan sampai terlewatkan. Aku udah nggak sabar nunggu suara bayi." Goda Daniel kepada sang kakak.


Davina melemparkan bantal sofa yang ia pegang ke arah Daniel. "Kakak masih mau menyelesaikan sekolah kakak dahulu. Setelah itu kakak akan memikirkan masalah momongan." Jelas Davina.


"Vina, tapi kamu jangan menunda. Kami semua juga ingin memiliki seorang yang akan mewarisi kekayaan keluarga Ailen dan Rafisqy. Terus Mama kasihan dengan Gavin karena harus menunggu. Sebagai lelaki normal pastilah dia ingin memiliki keturunan dari kamu." Nasihat Mama. Setelah perbincangan yang cukup banyak, mereka memutuskan untuk tidur untuk menyiapkan badan, karena besok pastilah sangat lelah.


Di sisi lain, seseorang tengah membius semua penjaga dan pembantu yang ada di mansion keluarga Ailen. Setelah selesai dia menginstruksikan pasukannya untuk masuk ke dalam kamar Davina. Mereka melihat seseorang yang tengah tertidur pulas itu. Salah satu dari mereka menempelkan sapu tangan yang sudah diberi obat tidur ke hidung Davina. Mereka membopong tubuh Davina dan membawanya ke mobil untuk dibawa ke markasnya.


*


*


*


*


*


Maaf up nya lama, karena masih banyak tugas. Insyaallah aku akan up dua hari sekali. Terima kasih untuk yang sudah membaca. Jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan favorit ya.