My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 3



Tiba-tiba seorang cewek memeluk Gavin dari arah belakang. Sontak semua yang ada di meja makan kaget, kecuali teman-teman Gavin. Gavin pun langsung menarik tangan yang melingkar di tubuhnya. Setelah terlepas Gavin membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke cewek tersebut.


"Mau apalagi kamu? Kita udah nggak ada hubungan lagi. Jadi nggak usah ngganggu aku lagi!" Kata Gavin dengan nada dingin.


Sang cewek berkata "Vin, aku seneng banget kamu pindah ke sekolah ini lagi. Jadi kita bisa lebih deket terus kita balikan lagi kayak dulu"


Gavin sudah mulai jengah atas perilakunya. Iapun meninggalkan kantin dengan keadaan marah dan sebal, karena dia harus satu sekolah dengan sang mantan. Semuanya bertanya-tanya kenapa Gavin begitu marah?


Sesampainya di rooftop Gavin mengeluarkan HP nya. Dia mengetikkan pesan untuk Davina. Gavin tadi sempat meminta no Davina


Gavin : "Na, bawain makanan ke


rooftop sekarang"


Ratu kutub😒 : " Ok."


Setelah mengirim pesan untuk Davina Gavin menidurkan dirinya karena masih marah dan kesal atas kejadian hari ini. Tak lama kemuadia ada yang mengguncang tubuhnya. Diapun terbangun, ternyata itu adalah Davina yang sudah membawakan pesanannya tadi saat di kantin.


Flashback on


Setelah Gavin pergi mereka masih bingung karena Gavin terlihat begitu kesal. Ratu mendekati Davina dan berkata


"Jangan coba-coba deketin Gavin. Karena Gavin itu milik gue. Kalau sampai gue lihat elo deketin Gavin lo bakalan nyesel ingat itu"


Sesudah mengatakan itu Ratu dan teman-temannya langsung pergi. Davin hanya bingung, mengapa dia diancam seperti itu? Saat Davina sedang memikirkan kejadian tadi tiba-tiba HPnya bergetar menandakan adanya pesan masuk.


Pangeran Es😑 : "Na, bawain makanan ke


rooftop sekarang"


Davina. : "Ok."


Selesai mengecek pesan Davina langsung beranjak pergi untuk membawakan pesanan Gavin.


"Na, mau kemana?" Tanya Shinta yang sedang bingung dengan tingkah Davina yang terlihat buru-buru.


"Mau ke rooftop, nenangin diri." Kata Davina dan ia langsung pergi menuju arah rooftop.


Flashback off


Davina menyuruh Gavin untuk meminum pesanannya terlebih dahulu. Ia mendudukkan tubuhnya di samping Gavin. Walaupun mereka berdampingan tapi, mereka tidak saling berbicara. Tak lama kemudia Davina bertanya kepada Gavin.


"Vin, tadi siapa elo? Pacar lo ya? Soalnya dia ngancem gue buat nggak deket sama lo." Tanya Davina dengan nada yang santai.


"Dia bukan siapa-siapa gue. Emang dulu dia pacar gue tapi dianya selingkuh, jadi kita putus. Gue berdoa supaya nggak satu sekolah sama nenek lampir itu, tapi Tuhan nggak dengerin doa gue. Setelah putus sama dia gue nggak ada hubungan sama cewek lain. Gue aja deket sama cewek paling deket sama mama, adik gue, saudara gue, terus sama elo. Kalau elo diancem kayak gitu nggak usah takut. kedududkannya tinggi elo. Keluarga lo no 2 di dunia setelah keluarga gue. Sedangkan dia no 8." Jelas Gavin panjang lebar kepada Davina.


Tak lama bel masuk pelajaran terakhir pun bunyi. Gavin dan Davina menuju kelas secara bersamaan, semua siswa dan siswi merasa iri kepada mereka. Kenapa? Karena mereka tampak serasi dan cocok saat di sandingkan. Tak jauh dari keberadaan mereka ada sepasang mata lelaki yang memperhatikannya dengan amarah. Dia adalah Varel mantan Davina. Mereka putus karena berita yang beredar waktu itu. Beritanya adalah tentang kebangkrutan keluarga Ailen. Namun itu adalah berita hoax. Keluarga Ailen menyiptakan berita tersebut untuk mengelabuhi musuh mereka.


Saat ingin pulang Gavin dan Davina dicegah oleh teman-teman mereka di depan kelas.


"Kita mau ngomongin sesuatu sama kalian berdua" kata Kenzo sambil menunjuk Gavin dan Davina. Mereka berdua hanya mengangguk secara bersamaan.


"Kita mau ngomong soal tadi yang di kantin. Sebenernya kita itu udah pacaran sejak kelas 11. Gue pacarnya Cia, Kenzo pacarnya Shinta, terus pacarnya Kyara" Jelas Aksa.


Gavin dan Davina hanya ber "oh" ria saja. Karena memang mereka sudah menduga kalau mereka memiliki hubungan khusus. Setelah mereka itu Gavin dan Davina langsung pulang.


Sesampainya di rumah keluarga Ailen



Davina disambut oleh kedua orang tuanya yang pulang kantor lebih awal. Dia heran tidak seperti biasanya kedua orang tuanya pulang awal. Biasanya mereka akan pulang saat jam makan malam maupun saat dia dan sang adik sudah tertidur. Saat melihat anaknya pulang mama Davina menyuruhnya untuk duduk di sofa ruang keluarga.


"Vina, Papa sama Mama mau ngomong serius sama kamu." kata Papa Kenan. Sambil memasang wajah seriusnya


"Memang kalia mau bicara apa? Kok kelihatannya serius banget." kata Davina dengan nada penasaran.


"Papa dan Mama mau menjodohkan kamu dengan anak temen bisnis Papa. Papa harap kamu mau menerimany." Jelas sang Papa


Davina terkejut karena baru saja dia pulang sekolah sudah dapat kabar yang sangat mengejutkan." Pa, aku masih sekolah aku belum siap kalau harus jadi istri Pa. Dan aku juga pingin bebas Pa, kayak temen aku yang lain."


"Papa sama Mama udah mikirin ini baik-baik. Jadi kamu harus nurut sama kita. Lagi pula calon suami kamu itu satu umuran sama kamu." Kata Papa Kenan. Dia menginginkan anaknya menjadi istri dari anak temannya karena dia percaya bahwa dia bisa menjaga Davina.


"Baiklah Davina mau dijodohkan, jika itu demi kebaikan Papa dan Mama." Pasrah Davina.


"Bagus, kita akan mengadakan acara makan malam saat malam Minggu. Satu lagi, Papa dan Mama mau pergi ke London untuk masalah bisnis jadi kamu baik-baik di rumah sama adik kamu." Beritahukannya kepada sang anak. Setelah itu Davina pergi ke kamarnya.



Davina langsung mengganti seragamnya dengan baju santainya di rumah. Davina masih penasaran tentang siapa orang yang akan dijodohkan dengannya. Davina memutuskan untuk mengambil laptopnya dan mengerjakan masalah yang terjadi. Saat ini perusahaan Davina mengalami masalah. Salah satu karyawannya ada yang menggelapkan uang perusahaannya. Berkat kemampuan berpikirnya yang tinggi, ia sudah mengetahui siapa dalang di balik ini semua. Davina mulai meregangkan tubuhnya untuk memulai misinya yang sangat penting ini. Saat dia tengah berkutat dengan laptopnya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Dia adalah pelayan yang memanggil Davina untuk maka malam di bawah. Setelah pelayan itu memanggilnya Davina menyimpan laptopnya diatas nakas di samping tempat tidurnya, lalu dia turun untuk makan.


*


*


*


*


*


Jangan lupa dukungannya ya para readers tercinta.