My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 10



Di rumah keluarga Rafisqy, seorang pemuda tampan sedang tertidur pulas. Tetapi, saat dia berada di alam mimpinya yang sangat indah, ia dikejutkan oleh bunyi telepon yang sangat nyaring bertanda bahwa ada panggilan masuk. Gavin langsung meraba keberadaan Hanphone tersebut.


"Papa Kenan. Mengapa pagi-pagi seqkali menelpon? Apakah ada masalah?" gumamnya. Dia menggeser tombol hijau yang tertera pada layar handphone-nya. Panggilan pun masuk.


📱 : "Hallo, Gavin."


📲 : "Ada apa, Om?"


📱 : "Begini, bisakah pernikahan kalian ditunda dahulu?"


📲 : "Memangnya kenapa, Om?"


📱: "Davina hilang diculik orang. Penjaga yang sudah Om siapkan di beri obat tidur oleh sang penculik. Bisakah kamu berbicara kepada Samuel ayah kamu?"


📲 : "Bisa, Om. Aku akan melacak keberadaan Davina lewat laptop saya dulu. Jika sudah memiliki jejak keberadaan Davina, aku akan mengabari."


📱: "Kok kamu bisa melacak keberadaan Davina. Apa kamu memasang alat di bagian tubuh Davina?"


📲 : "Aku memasang alat pecak, yang aku buat sendiri. Alat ini aku pasang lewat jarak jauh. Bentuknya seperti nyamuk dan memiliki GPS. Jadi saya akan melacaknya. Entah kenapa, sejak kemarin saya memiliki firasat buruk."


📱 : "Sepertinya kamu dan Davina memang jodoh. Baiklah segera kamu lacak. Om mau menenangkan Mamanya Davina."


📲 : "Baiklah."


Setelah menutup telpon dari Papa Kenan, Gavin menuju lantai bawah untuk memberi tahu kepada semua keluarganya. Kebetulan saat dia keluar kamar Mommy Aurel berada di depan pintu kamarnya untuk membangunkannya.


"Mommy baru aja mau bangunin kamu." Ucap Mommy Aurel.


Sesampainya di bawah Mommy memanggil semua orang untuk berkumpul. Setelah semua berkumpul, Gavin menyuruh mereka untuk duduk.


"Kenapa kamu mengumpulkan kami semua? Hari ini acara pernikahan kamu, seharusnya kita siap-siap. Cepatlah katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" Ucapa Daddy Samuel dengan tegas.


"Semuanya, aku mengumpulkan kalian di sini karena ada kabar yang mungkin cukup mengejutkan bagi kita semua. Sepertinya acara pernikahan ini kita tunda terlebih dahulu..." Jelas Gavin yang sedikit menggantung.


"Mengapa kamu ingin menundanya? Kemarin kamu menyetujuinya." Ucap Mommy Aurel dengan nada sedikit keras.


"Bukannya aku tidak menolak, Mom. Aku menundanya kerena perintah dari Papa Kenan. Katanya Davina diculik oleh sesorang yang tidak menyukai pernikaha. kita berdua." Kata Gavin dengan nada yang lesu. Semua keluarga Rafisqy sangat terkejut mendengar kabar Davina diculik.


"Jadi, kita harus melakukan apa? Mommy khawatir calon menantu keluarga Rafisqy celaka." Ucap Mommy sambil mengeluarka air mata. Daddy Samuel sangat geram karena ada seseorang yang berani mencelakai calon menantu keluarganya.


"Kalian jangan khawatir aku akan melacak keberadaan Davina. Kemarin aku sempat memasang alat pelacak di tubuh Davina. Alat pelacak tersebut berbentuk menyerupai nyamuk, alat itu akan menempel pada Davina dan alat tersebut sudah aku pasang GPS. Saat Davina sudah resmi menjadi istri aku, maka alat tersebut aka. aku ganti dengan yang lebih aman." Terang Gavin. Semua keluarga mengangguk, mereka menyuruh Gavin untuk segera memeriksa keberadaan Davina. Gavin langsung mengambil laptop yang ada di kamarnya. Lalu dibawa ke lantai bawah.


Saat Gavin melacak keberadaan Davina, semua keluarga Rafisqy terlihat cemas. Mereka takut jika Davina sampai celaka dan terjadi sesuatu hal yang tidak mereka inginkan. Gavin segera membuka aplikasi yang terhubung dengan alat pelacak buatannya. Mereka berharap semoga lokasi tersebut tidak sampai di luar kota.maupu. di luar negeri.


"Gavin cepatlah sedikit! Mommy sudah tidak tenang!" Perintah Mommy Aurel. Ia sangat takut karena, Nyonya Aurel sudah menganggap Davina sebagai anaknya sendiri.


Cukup lama Gavin mencari keberadaan Davina, tak berselang lama ada tanda-tanda keberadaan Davina. Gavin memperbesar lokasi penyekapan Davina. Gavin mengepalkan tangannya karena dia tahu lokasi tersebut. Memang sejak awal ia sudah mencurigai seseorang. Tetapi, ia selalu berpikir bahwa tidak boleh menuduh orang tanpa bukti.


"Aku sudah menemukan lokasi penyekapan Davina. Dia ada di gedung tua yang tidak jauh dari markas Black Fire. Jadi aku akan mengerahkan pemgawalku untuk mengepung gedung tersebut." Ucap Gavin dengan penuh keyakinan.


"Apa perlu kita memanggil polisi?" tanya Daddy Samuel. Gavin menggelengkan kepalanya, dia ingin menyelamatkan Davina dengan tenaganya sendiri.