
Sedangkan di kediaman Rafisqy, Gavin sudah memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Saat dia memasuki rumahnya dia terkejut saat melihat Mommy dan Daddy-nya. Pasalnya selama ini mereka pulang saat jam makan malam maupu lebih. "Kok Daddy sama Mommy udah pulang?" Tanya Gavin.
"Kita sengaja pulang sebelum makan malam, karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan sama kamu." Terang Daddy Samuel.
"Memangnya Daddy sama Mommy mau bicara apa?" Tanya Gavin dengan penuh rasa penasaran.
"Kita bicaran setelah makan malam nanti. Sekarang kamu mandi, ganti bajunya, terus istirahat!" Perintah Mommy Aurel.
Gavin hanya mengangguk dan pergi ke kamarnya. Walaupun kini ia sangat penasaran dengan hal yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tuanya, namun dia harus tetap bersabar.
Sesampainya di kamar Gavin langsung tidur di atas kasur yang sangat nyaman.
Gavin sedang memikirkan wajah cantik Davina. Dia berfikir apakah dia jatuh cinta kepada Davina secepat ini?
"Kenapa gue mikirin cewek kutub itu ya? Padahal gue baru sehari ketemu sama itu anak. Tapi emang kalau dilihat-lihat dia emang cantik sih." Pikir Gavin sambil tersenyum. Sesudah berkutat dengan pikirannya, dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selang beberapa menit, Gavin sudah keluar kamar madi dengan pakaian lengkap. Lalu, ia mengambil laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai. Selain bekerja sebagai CEO, Gavin merupakan king mafai yang ditakuti oleh semua orang, sehingga dia dijuluki sebagai dewa kematian.
Tak banyak yang tahu jika Gavin seorang mafia hanya keluarganya dan calon mertuanya. Davina sama sekali tidak mengetahuinya. Sebenarnya mereka sudah dijodohkan sejak masih kecil. Kedua orang tua mereka sepakat menikahkan mereka saat mereka kelas 3 SMA. Dan sekarang waktu itupun tiba.
Setelah pekerjaannya selesai Gavin turun ke bawah untuk menanyakan apa yang ingin mereka katakan. Sesampainya di bawah dia bertanya kepada salah satu pembantu di rumah itu.
" Mbak Mommy sama Daddy kemana?" Tanya Gavin dengan nada yang dingin dan cuek.
"Nyonya dan Tuan sedang pergi keluar sebentar Den." Jawab pelayan itu dengan gugup.
Gavin hanya mengangguk dan menyuruh pelayan itu pergi. Dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan menonton acara Boal yang sedang diadakan. Disela-sela dia menonton, tefonnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Gavin membuka pesan stersebut. Ternyata itu adalah Davina
Ratu Kutub😒 : "Vin, gue mau cerita sesuatu
sama elo. Boleh apa
enggak?"
Gavin. : " Boleh, emang elo punya
cerita sama gue biasanya
sama temen-temen elo?
Ratu Kutub😒 : "Ini privasi gue dan gue
nggak mau sampai mereka
tahu. Dan gue percaya
sama elo karena elo itu
pendiem jadi nggak bakal
ada orang yang tahu."
Gavin. : " Ok"
Ratu Kutub😒 : "Hm"
Sesudah membalas chat dari Davina, Gavin merebahkan diriny karena merasa lelah Gavin malah ketiduran. Dia tidak ingat kalau dia diajak makan malam dengan Mommy dan Daddy-nya, Dan dia juga lupa atas apa yang diberitahu sang Daddy kepdanya. Setelah berapa lama Gavin sudah sampai dialam mimpi. Saat jam makan malam tiba ada yang mengetuk pintu kamar Gavin dengan tidak sabar. Gavin mendengar orang mengetuk pintu denga. kencang diapun terbangun dan membukanya. Ternya dia adalah....
*
*
*
*
*
Jangan lupa vote dan dukung aku terus readers. ❤️