My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 11



Setelah berpikir tentang rencana yang akan ia laksanakan. Gavin segera pergi ke kamarnya mengganti pakaian yang biasanya ia gunakan saat akan menyerang. Ia berpakaian serba hitam. Gavin terus berdoa tentang keselamatan Davina.


"Bertahanlah Davina, aku akan segera menyelamatkanmu. Semoga kamu tidak terluka." Doa Gavin.


Sementara itu di sebuah markas yang terletak di tempat yang terpencil. Ada seorang gadis cantik yang sedang disekap. Dia adalah Davina. Penjagaan di markas tersebut sangatlah ketat. Para penjaga memiliki badan yang kekar dan bertubuh tinggi. Davina disekap disalah satu ruangan yang berada di lantai paling atas, Tuan Adavsi duduk di depan Davina.


"Sekarang kamu berada di tanganku, Davina. Pasti Ayahmu sedang mencarimu. Disaat kau terbangun aku akan melakukan sesuatu kepada tubuhmu. Aku tidak rela jika kedua keluarga terkaya di dunia akan bersatu." Ucap Tuan Adavsi dengan senyum yang mengembang.


Tak lama kemudian Davina tersadar dari pingsannya. Dia merasakan sakit dikepalanya. "Dimana aku? mengapa aku disini? bukankah hari ini hari pernikahanku dengan Gavin." Ucap Davina.


Ia belum sadar sepenuhnya jika di dalam ruangan itu ada Tuan Adavsi. "Kau sudah sadar calon menantuku. Aku senang kau sudah sadar. Sebentar lagi calon suamimu akan datang. Dan kau akan menjadi keluarga Adavsi." Kata Tuan Adavsi.


"Tuan Adavsi? mengapa kau menyekapku. Apa yang kau mau. Aku akan menikah dengan Gavin yang berasal dari keluarga Rafisqy bukan putra keluarga Adavsi." Uacap Davina.


Di lain tempat Gavin sedang menginstruksikan kepada semua pengawalnya. Setelah selesai menyampaikan rencananya, mereka langsung menuju ke markas Keluarga Adavsi. Mereka melajukan mobil dengan tempat. Gavin mengendarai mobil Koenigsegg CCXR Trevita, yaitu mobil yang memiliki harga mahal.



Di tempat Davina Tuan Adavsi berjalan mendekat kepada Davina. "Sebentar lagi kamu tidak bisa pergi kemanapun gadis cantik. Kamu akan berada di keluarga Adavsi selamanya. Dan kami akan memanfaatkan kekayaan keluarga Ailen." Bisik Tuan Adavsi tepat di samping telinga Davina.


Gavin telah sampai di tempat markas Keluarga Adavsi. Ia langsung turun dan menginstruksikan pasukannya untuk menyerang pengawal yang ada di sana. "Habisi semua pengawal disini tanpa ada sisa! Sebagian ikut besamaku untuk mencari keberadaan Davina!" Perintah Gavin dengan tegas dan dengan jiwa kepemimpinan nya.


Gavin terus waspada jika sewaktu-waktu ada yang menyerang. Ia membawa senjata api yang telah ia modifikasi sebagus mungkin. Pengawal Gavin berjaga-jaga di sekitar tuan mereka. Saat sedang berjalan ada yang menembakkan peluru kearah meteka. Untungnya mereka bisa menghindarinya. Mereka telah terkepung oleh pasukan keluarga Adavsi.


Davina sangat ketakutan saat ini. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Tuan Adavsi mendapat laporan dari salah satu pengawalnya jika Gavin sudah datang bersama pengawalnya.


Varel masuk ruangan tersebut dengan gaya angkuhnya. Di bibirnya tersungging kan senyuman liciknya. Ia berjalan mendekat ke arah Davina.


"Hai sayang, sudah lama kita tidak bertemu. Apakah kamu senang bertemu denganku lagi. Sejujurnya aku sangat merindukanmu. Seharusnya kau senang bertemu denganku, bukannya cemberut. Setelah kejadian ini kita pasti akan bertemu setiap hari. Disaat aku bangun pagi yang pertama aku lihat adalah kamu sayang. Wajah yang putih mulus, hidung mancung, mata bulat, badan kecil, dan rambut panjang yang selalu aku rindukan. Aroma badanmu yang sangat menenangkan. Akan selalu menghiasi kamar seorang Varel Prima Adavsi. Apakah kamu sudah siap, sayang?" Rayu Varel.


"Apa yang akan kamu lakukan kepadaku. Jangan coba macam-macam kepadaku, aku sudah memiliki calon suami. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku. Jika kau berani menyentuhku kau akan mati di tangan calon suamiku." Bentak Davina dengan mata yang sudah mengeluarkan air mata.


Gavin telah berhasil mengalahkan semua pengawal Tuan Adavsi. Saat dia mencari keberadaan Davina, ia melihat ruangan yang dijaga ketat oleh penjaga. Dia berpikir pasti itu adalah tempat penyekapan Davina. Gavin berlari menuju ruangan tersebut, namun terhadang oleh penjaga yang ada. Ia memerintahkan pengawalnya untuk melawan penjaga tersebut. Tak butuh waktu lama untuk melumpuhkan 3 penjaga. Karena semua anggota Black Fire telah menguasai semua kemampuan bela diri.


Gavin mendobrak pintu ruangan tersebut, alangkah terkejutnya saat melihat Davina sedang akan diperkosa. Untungnya Gavin cepat sampai di ruang tersebut.


*


*


*


*


*


Maaf lama up. Karena aku lagi PTS. Jangan lupa dukung terus novel ini❤️