My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 9



Pada pukul 4 pagi, Mama Jovita pergi ke kamar Davina, untuk membangunkannya. Alasannya karena dia harus bersiap dari pagi supaya nanti tidak telat pada saat acara pernikahan. Sesampainya di depan kamar, Mama Vita mengetuk pintu kamar Davina.


"Sayang bangun! Kau harus bersiap untuk acara pernikahan kamu sama Gavin," perintah sang Mama. Ia mengerutkan dahinya karena tidak ada jawaban dari dalam kamar sang anak.


Setelah menunggu, Mama Vita memutuskan untuk masuk ke dalam. Di atas tempat tidurnya sudah tidak ada, dia mengetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak ada suara air di dalam kamar mandi. Mama Vita panik, lalu keluar dari kamar dan bertanya kepada pembantu yang ada di dapur maupun penjaga yang ada di depan rumah.


Sesampainya di dapur Mama Vita kaget karena semua ART di rumah keluarga Ailen tidak sadarkan diri. Dia memutuskan untuk membangunkan suaminya untuk membantu mencari Davina.


"Pa, bangun. Anak kita diculik, Pa. Cepet bangun dong!" Ucap Mama Vita sambil mengguncang tubuh sang suami. Tak lama kemudian Papa Kenan terbangun karena mendengar Mama Vita menangis.


"Ada apa, Ma? Kok Mama nangis, ceritakan sama Papa." Ujar Papa Kenan.


"Davina diculik, Pa. Semua pembantu di rumah kita juga nggak sadarkan diri. Mama takut Davina celaka, Pa." Kata Mama Vita sambil terus mengeluarkan air mata.


Papa Kenan memutuskan untuk keluar dan bertanya kepada penjaga. Saat sudah di depan rumah, Papa Kenan terkejut karena semua penjaga juga tidak sadarkan diri. Ia berlari ke kamar sang anak bungsu, untuk membantunya mencari kakaknya.


"Daniel bangun. Kita harus mencari Kak Davina. Dia hilang diculik orang." Kata Papa Kenan panik. Daniel langsung bangun mendengar sang kakak diculik.


"Apa!!! Kakak diculik? Papa cepat hubungi Kak Gavin sekarang!" Perintah Daniel. Papa Kenan langsung mengambil HPnya. Sebelum menelpon Gavin Papa Kenan menyuruh Daniel untuk membangunkan semua keluarga untuk membantu mencari Davina.


📱: "Hallo, Gavin."


📲 : "Ada apa, Om?"


📱 : "Begini, bisakah perniakhan kalian ditunda dahulu?"


📲 : "Memangnya kenapa, Om?"


📱: "Davina hilang diculik orang. Penjaga yang sudah Om siapkan di beri obat tidur oleh sang penculik. Bisakah kamu berbicara kepada Samuel ayah kamu?"


📲 : "Bisa, Om. Aku akan melacak keberadaan Davina lewat laptop saya dulu. Jika sudah memiliki jejak keberadaan Davina, aku akan mengabari."


📱: "Kok kamu bisa melacak keberadaan Davina. Apa kamu memasang alat di bagian tubuh Davina?"


📱 : "Sepertinya kamu dan Davina memang jodoh. Baiklah segera kamu lacak. Om mau menenangkan Mamanya Davina."


📲 : "Baiklah."


Sesudah menelpon Gavin Papa Kenan menuju ruang keluarga untuk menenangkan Mama Vita.


"Bagaimana, apa Papa sudah menghubungi kak Gavin?" Tanya Daniel.


"Papa sudah menghubungi Gavin. Dia akan melacak keberadaan Davina. Dia sudah memasang alat pelacak di tubuh Davina. Jadi kita harus menunggu kabar dari Gavin." Ucap Papa Kenan dengan bijak. Walaupun dia khawatir tetapi ia tidak memperlihatkannya di depan keluarganya.


Daniel sangat khawatir karena sang kakak menghilang. Saat ini semua penjaga sudah sadarkan diri.


"Kenapa kalian tidak menjaga rumah dengan baik. Saat ini kakak hilang, ini semua karena kelalian kalian. Seharusnya hari ini adalah hari bahagia kakak. Ini juga adalah hari yang sangat berharga untuk keluarga Ailen dan Rafisqy. Saat ini Mama sangat syok atas kehilangan kakak. Jika kakak celaka maka, saya aka menyalahkan kalian semua. Camkan itu baik-baik." Bentak Daniel.


Papa Kenan berusaha menenangkan sang anak bungsu yang sudah naik pitam.


"We also don't know if Miss Davina was kidnapped. While we were on guard, one of the guards helped us to drink. We all do not know if there is a sleeping pill. Please forgive our mistakes. ( kami juga tidak tahu jika nona Davina diculik. Pada saat kita sedang berjaga, salah satu penjaga ada yang membatu kita minuman. Kami semua tidak mengetahui jika itu ada obat tidurnya. Tolong maafkan kesalahan kami. )" Kata salah satu penjaga dengan gemetar.


Papa Kenan mengangguk bertanda ia mengerti apa yang dimaksud oleh penjaga. Dia mengajak Daniel untuk masuk ke dalam rumah. Semua keluarga dan kerabat dekat keluarga Ailen sedang duduk sambil menenangkan Nyonya Ailen. Mereka semua berharap Gavin bisa menemukan keberadaan Davina.


*


*


*


*


Muka Gavin yang sedih karena Davina diculik