
"Percaya diri banget, Lo. Padahal mereka itu kagum sama kecantikan aku yang sebelas dua belas dengan Tzuyu Twice. Wajah kita begitu mirip. Mereka pasti sangat kagum dengan ku." Kata Grisel.
"Sama aja elo juga percaya diri banget. Emang muka Lo udah cantik. Gue kalau disuruh milih antara elo sama Tzuyu, gue mesti milih dia. Udah cantik, pinter dance, suaranya bagus lagi. Lha, elo nyanyi aja masih di kamar mandi." Ledek Daniel.
Orang tua mereka yang melihat kelakuan mereka hanya geleng-geleng kepala, heran dengan kelakuan mereka yang sedikit percaya diri. Tak lama kemudian mereka sampai di depan pintu pesawat. Para pengawal langsung membungkukkan badan mereka saat melihat tuan mereka datang.
"Please get on the plane, Mr. Ailen and Mr. Rafisqy. (Silahkan masuk pesawat, Tuan Ailen dan Tuan Rafisqy.)" Sambut salah satu pengawal sambil membungkukkan badannya untuk memberi hormat.
Mereka hanya mengangguk dan memasuki pesawat. Di dalam pesawat mereka langsung pergi ke tempat duduk masing-masing.
"Mom, aku sangat lapar. Tadi aku belum sempat makan siang." Rengek Grisel.
"Mintalah kepada pramugari makanan yang ingin kamu makan. Biar mereka buatkan untuk kamu. Daniel apa kamu juga lapar?" Tanya Mommy Aurel.
"Boleh, Tante. Aku juga lapar sekali." Jawab Daniel.
Mama Vita memanggil salah satu pramugari untuk mendekat. Sang pramugari yang mendapat panggilan dari nyonya besarnya langsung mendekat.
"Kalian bicaralah kepada Mbak Amel. Dia pramugari yang berkerja di dapur pesawat ini. Kalian boleh pesan apa saja yang ingin kalian makan. Mama dan Mommy Aurel mau ke kamar dulu, mau istirahat supaya fresh." Kata Mama Vita.
"Please bring the most delicious food for us to lunch. It's up to you to eat Indonesian, European, or whatever country you know. (Tolong bawakan makanan yang paling enak untuk kami makan siang. Terserah mau makanan Indonesia, Eropa, atau Negara manapun yang kalian tahu.)" perintah Daniel.
Setelah mendapat perintah dari tuan muda mereka. Ia langsung menuju dapur yang ada di dalam pesawat. Ia memerintahkan juru masak yang sudah terkenal untuk memasak makanan spesial dari negara-negara yang mereka tahu.
Sembari menunggu makan siang mereka, Daniel memilih untuk bermain game online yang ada di HP nya. Daniel memang anak yang pandai bermain game online. Sudah beberapa kali kejuaraan is sandang dan memperoleh banyak piala dan medali. Sedangkan Grisel, ia membaca buku novel yang ia beli di Inggris. Tak lama kemudian makanan mereka telah tiba.
"The food is ready, please enjoy. Hopefully the taste fits on your tongue. (Makanannya sudah siap, silahkan dinikmati. Semoga rasanya pas di lidah kalian.)" ucap pramugari cantik tersebut.
"Can you introduce what kind of food is in front of the two of us! (Bisakah anda memperkenalkan makanan apa saja yang ada di depan kita berdua!)" Titah Grisel.
"Well, I will introduce the food that we serve. (Baiklah, saya akan memperkenalkan makanan yang kami sajikan.)" Jawab Pramugari.
"the first one there is.( Yang pertama ada....
Carpaccio – Italia
Pork Knuckle with Sawerkraut - Germany
And for food the bottom line is there (dan untuk makanan intinya ada)
bibimbap, dak gal bi, and capjhe- Korea
Spaghetti- Italia
And the last one is the dessert, namely (Dan yang terakhir ada makanan penutupnya yaitu)
China: Dragon beard candy
Inggris: Banoffee pie
And for the drink (dan untuk minumannya
Sahlab - Mesir
Thai tea- Thailand
Bubble tea- Taiwan
"It is the name of the food on the table. If I have nothing more to ask, I want to go back to the back. (Itu adalah nama makanan yang ada di meja. Jika tidak ada lagi hal yang mau ditanyakan, saya ingin kembali ke belakang.)" pamit sang pramugari.
"Okay, you can go. (Baiklah, kamu boleh pergi.)" Ucap Daniel dengan nada dingin.
Setelah kepergian pramugari, mereka menikmati hidangan makanannya satu- persatu. Tiba-tiba Mama Vita datang untuk mengambil berkas yang tertinggal di meja dekan tempat duduk Grisel dan Daniel.
"Subhanallah, kalian pesan makanan sampai meja ini penuh. Bisa-bisa kita mendarat dan turun dari pesawat ini, badan kalian jadi gemuk karena menghabiskan segini banyak makanan. Apa kalian tidak takut untuk gendut?" Tanya Mama Vita.
"Tenang aja, Ma. Kita habis ini bakal olahraga teratur. Lagi pula ini belum seberapa." Jawab Daniel dengan enteng.
"Terserah kalian saja, tapi jika berat badan kalian naik. Jangan salahkan para orang tua." Kata Mama Vita.
Mama Vita memutuskan untuk kembali ke kamar pribadi yang ada di dalam pesawat. Jika ia terus melihat kedua anak muda yang sedang makan. Bisa-bisa ia muntah karena melihat porsi makan seperti orang tidak makan selama 2 tahun.
Papa Kenan dan Daddy Samuel sedang berdiskusi tentang rencana pernikahan kedua anak mereka. Mereka tidak ingin jika acaranya sampai berantakan. Makanya sudah dari jauh-jauh hari mereka siapkan. Mulai dari tempat, tata letak dekorasi, prasmanan, dan juga jumlah orang yang ingin mereka undang.
"Bagaimana, jika kita mengundang rekan bisnis kita saja. Jangan terlalu banyak. Kamu tahu kan jika kedua anak kita tidak mau pernikahan mereka terekspos oleh banyak pihak, terutama para awak media." Jelas Daddy Samuel.
"Ya, aku setuju dengan ide mu itu. Padahal aku ingin memperkenalkan menantu ku itu. Biar Davina tidak dikejar oleh laki-laki buaya yang ada di luar sana." Ucap Papa Kenan dengan nada kecewa.
"Mau gimana lagi, anak-anak kita tidak mau terekspos. Mereka itu jika dengan orang asing akan seperti batu es yang berjalan. Sangat dingin dan pendiam. Coba kita lihat anak kita yang masih suka bertengkar di sana." Ajak Daddy Samuel.
Mereka berjalan keluar dari ruangan mereka. Daddy Samuel dan Papa Kenan menghampiri Daniel dan Grisel yang tengah asyik dengan makanan mereka berdua. Hingga tidak tahu kedatangan ayah mereka.
"Kalian ini lapar apa doyan, sampai-sampai saat ayah kalian datang masih tetap mengunyah makanan itu." Sindir Papa Kenan.
"Kapan Papa dan Om datang. Kok kita tidak tahu." Kata Daniel dengan polos.
"Iya kapan Daddy dan Om Kenan datang?" Grisel bertanya dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
"Kita sudah sejak tadi berada disini. Tapi kalian yang mengacuhkan kami, karena sibuk dengan makanan lezat itu." Ucap Daddy Samuel.
"Kita tidak mau kalian gemuk dan nanti baju di pernikahan kakak kalian tidak muat. Mulai besok kalian harus olahraga secara teratur. Apa perlu berangkat sekolah kalian tidak usah diantar oleh sopir pribadi kalian?" Tanya Papa Kenan.
"Jangan, Pa. Kita bakal olahraga teratur mulai besok. Kalau kita jalan dari mansion sampai sekolah bisa-bisa kaki kita keseleo. Bukannya tambah sehat dan badan bagus, malah sakit." Jawab Daniel.
Papa Kenan dan Daddy Samuel menggelengkan kepala melihat kelakuan anak bungsu mereka. Sifat mereka berbeda dari kakak mereka, yang tidak suka makan banyak, rajin olahraga, dan juga lebih pendiam. Tapi Grisel dan Daniel berbanding terbalik dari sifat tersebut.
*
*
*
*
*
Maaf readers aku lama up. Sekarang udah banyak tugas jadi udah nggak ada waktu. Terus dukung novel ini, ya. ❤️😁