My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 1



Pagi hari di kediaman keluarga Rafisqy semua pembantu sudah berlalu lalang untuk menyiapkan sarapan. Mereka berusaha supaya tidak ada kesalahan yang diperbuat.


Waktu sarapan sudah dimulai. Tuan dan nyonya Rafisqy sudah bersiap untuk ke kantor masing-masing. Grisel juga sudah memakai seragam SMP lengkap. Dan juga Gavin sudah gagah memakai seragam karena hari ini adalah hari pertama masuk ke RAILEN HIGHT SCHOOL. Gavin menjadi siswa pindahan dari AMERIKA.


Sedangkan di kediaman keluarga Ailen, ada seorang wanita parubaya tapi masih kelihatan cantik berusaha membangunkan seorang gadis cantik. Siapa lagi kalau bukan Davina. Hari ini adalah hari pertama Davina untuk masuk sekolah. Yaitu dia akan masuk di sekolah RAILEN HIGHT SCHOOL. Sekolah menengah atas milik keluarganya dan teman ayahnya."Vina, bangun sayang hari ini adalah hari pertama kamu sekolah!!!" kata nyonya Jovita. Davina membuka mata karena sang mama memanggilnya. Lalu ia berlalu ke kamar mandi.


Setelah siap semua Davina turun untuk sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tua. Sesampainya di meja makan Davina menyapa Mama dan Papa juga sang adik yang sudah siap untuk sekolah."Vina, hari ini adalah hari pertama kamu sekolah semoga kamu betah ya, nak?" Kata Papa Kenan setelah selesai sarapan. Davina hanya menanggapinya dengan senyum.Memang Davina sifatnya dingin."Ma,Pa, Kak Vina, aku berangkat ya. Mungkin aku akan pulang terlambat nanti."Pamit Daniel. Lalu Davina berkata "Pulang terlambat atau pergi sama cewek yang kemarin. Jangan kamu kira kakak tidak tahu ya. Saat kakak pergi ke Mall kakak melihat kamu dengan cewek."


Sementara di kediaman keluarga Rafisqy, semuanya telah siap untuk berangkat. Tetapi saat Gavin ingin naik mobil pribadinya, ia dihadang oleh sang adik. Grisel ingin mengatakan sesuatu kepada sang kakak. "Kakak bolehkah aku berpacaran?" Tanya Grisel kepada sang kakak. Gavin mengerutkan dahinya untuk mencerna omongan sang adik. Memang selama ini kakaknya selalu melarang Grisel untuk berpacaran. Tetapi kedua orang tuanya tidak melarang, asalkan dia berpacaran dengan baik. "Apakah kamu sudah cukup tahu tentang cinta. Kakak tidak ingin nasib kamu seperti yang kakak alami. Ditinggalkan orang yang kita cintai rasanya itu sakit. Apalagi kamu anak yang belum terlalu tahu tentang cinta. Fokuslah untuk menghadapi ujian kelulusanmu. Siapa yang kamu suka, sehingga kamu berani bertanya seperti itu kepada kakak?"


Ceramah Gavin kepada sang adik.


Grisel hanya menunduk. Dia takut jika sang kakak akan berbicara kepada temannya yang tak lain adalah Aksa. Dia menyukai adik dari seorang Aksa Devin Arion, yaitu Arkananta Devril Arion. Tetapi dia mencoba mengatakannya dengan jujur "Aku menyukai Arka adik dari Kak Aksa. Tapi kakak jangan berbicara dengan Kak Aksa, ok?" Gavin menatap tak percaya selama ini dia memang sudah berniat untuk mendekatkan keduanya. Gavin pun tersenyum. Grisel yang melihat ekspresi sang kakak hanya bingung bukannya marah malah bahagia. Setelah itu Gavin memutuskan untuk berangkat karena dia takut nantinya akan telat. Walau sekolahnya milik keluarganya dan keluarga teman sang Daddy tetapi dia tidak aka seenaknya saja.