
Di sekolah RAILEN Hight School, semua siswa dan siswi sudah mulai berdatangan lebih awal. Karena hari ini akan diadakan upacara bendera. DI sela-sela keramaian ada mobil mewah yang masuk ke dalam area sekolah
Semua siswa dan siswi melongo melihat betapa bagusnya mobil itu. Mereka bertanya-tanya siapakah pemilik mobil tersebut? Selama ini mereka belum pernah melihatnya. Tak lama kemudian sang pemilik mobil itupun keluar. Para siswi kaget saat melihat wajah pemilik mobil mewah tersebut. Dia adalah Gavin, putra pemilik sekolahan tersebut. Gavin berjalan dengan gaya yang cool dan menawan. Belum selesai dengan kejutan yang tadi. Mereka sudah dibuat kaget dengan kedatangan mobil berwarna merah
Para siswa dan siswi pun heran, mengapa mereka hari ini mendapat banyak kejutan. Saat mereka tahu siapa pemilik mobil itupun kaget bukan main, ternyata pemiliknya adalah seorang perempuan cantik dan tinggi. Ya dia adalah Davina. Dia masuk ke sekolah dengan gaya dinginnya.
Saat berjalan tidak sengaja dia menabrak anak laki-laki yang keren dan ganteng. Siapa lagi kalau bukan Gavin. Mereka pun terjatuh, sehingga menjadi tontonan para siswa." Kalau jalan itu pakai mata, bukan pakai kepala. Gara- gara Lo kita jadi bahan tontonan." Marah Davina pada lelaki tersebut." Dimana-mana jalan itu pakai kaki bukan pakai mata. Sekolah nggak sih Lo? Palingan masuk sini cuma karna beasiswa doang." Ejek Gavin. Terlihat wajah Davina yang sudah mulai merah karena marah. Davina memutuskan untuk pergi ke ruang Kepala Sekolah untuk mengurus kepindahannya.
Sesampainya di ruang Kepala Sekolah, Davina duduk di hadapannya." Selamat pagi, pak" Sapa Davina dengan dinginnya. Sang kepala sekolah pun senyum. Saat kepala sekolah ingin berbicara tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, kepala sekolah pun mempersilahkan masuk. Saat masuk Davina terkaget karena seseorang yang datang adalah orang yang menabraknya tadi saat di aula. " Elo" Ucap Davina dan Gavin secara bersamaan. Mereka saling bertatapan dengan tajam. Kepala sekolah mulai takut karena tatapan mereka sama-sama tajam. Ia akhirnya menengahinya dengan berkata " Nak Gavinsudah datang silahkan duduk di samping nak Davina!" Gavin pun duduk." Saya akan mulai menjelaskan. Ruang kelas nak Gavin dan Davina sama, kalian akan berada di kelas IPA 1. Karena identitas kalian tersembunyi kan jadi semua siswa dan siswi tidak akan tahu jika kalian adalah anak dari pemilik sekolahan ini." Jelas kepala sekolah panjang lebar. Mereka hanya menanggapinya dengan anggukan.
Setelah itu mereka menuju kelas yang sudah diberitahu oleh kepala sekolah tadi. Saat memasuki ruang kelas, semua siswa siswi langsung ribut mereka sangat senang karena kedatangan murid baru yang ganteng dan cantik. Bu Marisa selaku wali kelas pun mempersilahkan mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu. Yang berkesempatan pertama adalah Gavin " Hai semua, nama aku Gavin Faresta R. Sering dipanggil Gavin, aku pindahan dari Packer Collegiate School. Sekolah ini adalah Sekolah Menengah Atas paling populer di Amerika. Semoga kalain bisa menjadi teman baik saya." Salah satu siswa ada yang senag karena kehadiran Gavin. Dia adalah Aska teman Gavin sejak kecil. Tiba-tiba ada siswi yang berkata " Hai, Gavin. Boleh minta nomor teleponnya?" Sang siswipun mendapat teriakan dari orang yang ada di kelas.
Kini giliran Davina yang memperkenalkan dirinya " Hai semua, nama aku Davina Farensia A. Sering dipanggil Vina. Aku pindahan dari Harrow School. Sekolah SMA paling populer di Inggris. Semoga kalian bisa menjadi partner yang baik." Ada salah satu siswi yang berteriak "Vina kita satu sekolah lagi akhirnya." Semuanya menengok ke asal suara. Ternyata itu adalah Shinta. Mereka hanya menggelengkan kepala, mereka tidak habis fikir tentang kelakuan gadis cantik itu.
Setelah perkenalan, Bu Marisa mempersilahkan duduk Davina dan Gavin di bangku yang masih kosong. Merekapun kaget karena mereka harus sebangku. " Kenapa harus sama cowok gila itu sih." Batin Davina. Gavin pun protes kepada Bu Marisa "Tidakbisakah kita tidak sebangku. Karena saya tidak mau dengan dia (sambil menunjuk Davina )" Bu Marisa menggelengkan kepala itu berarti tidak bisa "Tidak bisa nak Gavin karena bangkunya hanya tersisa itu saja." Mereka hanya pasrah dengan keputusan sang guru.
Waktu pbelajaranpun dimulai, semua siswa dan siswi mengikutinya dengan seksama. Walaupun ada siswa yang tidur, bermain HP, makan, dan juga ada yang bengong. Di bangku Gavin dan Davina hanya diam mereka tidak berbicara sepatah katapun. Saat merasa bosan Gavin menegur Davina "Vina!" Panggil Gavin. Davina hanya berdehm untuk menanggapinya. "Elo anaknya Pak Ailen ya?" Tanya Gavin denangan nada dinginnya. Davina kaget karena bagaimana mungkin Gavintahu dengan margananya "Kok elo bisa tahu. Perasaan Marga gue disembunyiin dari dulu" Gavin hanya menepuk jidatnya karena heran kepada Davina padahal saat di ruang KEPSEK sudah dijelaskan. "Oh, gue lupa tadi udah di kasih tahu sama Kepsek." Lanjut Davina.
Waktu pembelajaran pertama pun selesai. Kini tibalah waktu istirahat. Aksa dan Shinta menghampiri Gavin dan Davina. Mereka mengajak keduanya untuk ke kantin bersama. Sesampainya di kantin mereka bergabung dengan Kenzo, Devan, Cia, dan Kyara.ereka senang bisa bertemu teman mereka kembali. "Kalian mau makan apa?" Tanya Shinta. "Kalian tulis di buku pesanan ini, biar gue serahin sama mbaknya!" Lanjutnya.
Pesanan:
Kenzo: Bakso dan es teh.
Devan: Bakso dan es jeruk
Shinta: Mie ayam dan lemon tea
Cia: Mie ayam dan jus alpukat
Kyara: Siomay dan es teh
Gavin: Jus melon
Davina: jus apel
Mereka heran mengapa mereka tidak memesan makanan. Aksa bertanya dengan Gavin dan Davina "Kalian berdua nggak makan?" Mereka hanya menjawab dengan gelengan kepala. Semua tannya tak habis fikir tentang sifat kedu anak konglomerat itu. Temannya heran mereka baru saja kenal tetapi mereka memiliki kesamaan yang sangat banyak. Shinta akhirnya beranjak dari tempat duduknya untuk menyerahkan pesanan mereka kepada penjaga kantin.
Davina melihat temannya dengan rasa bingung "Ada hubunga apa mereka sama temennya Gavin. kok kelihatan mesra terus deket banget lagi?" Batin Davina. Cia mengerti arti tentang tatapan Davina kepada mereka. Saat ingin menjelaskan tiba- tiba.......
*
*
*
*
*
Jangan lupa baca ya. Dan mohon dukungannya karena aku masih pemula. Jadi kalau ada kesalahan mohon dimaklumi.
hai readers dapat salam dari Gavin dan Davina