My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 6



Sesampainya di London tepatnya di mansion keluarga Ailen



Davina dan Daniel disambut ramah oleh ART yang ada di sana. "Kalian sudah datang? Kenapa kalian tiba-tiba menyusul Mama Papa ke London? Apa ada masalah?" Tanya Mama Vita secara beruntun. Daniel menjawab dengan gelengan kepala karena dia tidak tahu apa sebabnya dia diajak sang kakak menyusul kedua orang tua mereka.


Davina mulai menjelaskannya "Aku di skors selama 1 Minggu, karena aku nggak sengaja melukai salah satu siswi di sana. Tapi dia dulu yang cari masalah sama aku, jadi aku nggak salahkan?"


"Jadi gitu ceritanya. walaupun kamu tidak masuk 1 Minggu, itu nggak akan ngurangin IQ kamu." Jawab Mama Vita. Davina menggangguk berarti dia setuju atas apa yang dibicarakan sang mama. Setelah menyapa sang Mama mereka berdua pergi ke kamar mereka masing-masing.


Sesampainya di kamar Davina memilih untuk berbaring, entah kenapa sejak tadi dia terus saja memikirkan Gavin. Sedangkan di kamar Daniel.



Dia sedang chetan dengan sang sahabat. Daniel adalah sahabat dekat Grisel di sekolahnya. Karena dulu saat mereka masuk SMP tidak ada siswa maupun siswi yang mau berteman dengan mereka karena mereka berpenampilan biasa. Mereka berdua tidak tahu jika sebentar lagi mereka akan jadi saudara.


Jam makan siang telah tiba semuanya sudah berkumpul di meja makan. Seusai makan Mama Vita memutuskan untuk merawat tanaman yang ada di halaman belakang, Vina memilih untuk mengerjakan pekerjaan kantornya, sedangkan Daniel pergi ke rumah temannya yang ada di London.


Di lain tempat yaitu di Railen Hight School ada seorang siswa ganteng yang sedang memikirkan sesuatu. Siapa lagi kalau bukan Gavin, dia tengah sedih karena sang pujaan hati di skors dari sekolah. Padahal kemari Davina sempat memberi pesan kepadanya jika ia ingin membicarakan sesuatu. Setelah Gavin memikirkan masalah tersebut, dia memutuskan untuk menyusul kedua orang tuanya ke London. Dia sangat jenuh jika harus sekolah tanpa sang pujaan hati. Lalu ia menelfon Daddy-nya untuk memberikan izin kepadamya untuk menyusul ke London bersama sang adik Grisel. Sang Daddy menyetujuinya.


Setelah mendapat persetujuan dari Daddy-nya, ia bergegas mengambil tas dan berpamitan kepada kepala sekolah dengan alasan ada urusan mendadak. Dia melajukan mobilnya dengan cepat menuju sekolahan Grisel. Sang adik langsung mengikuti kakaknya menuju bandara. Mereka tidak membawa barang karena dari sekolah Grisel, Gavin langsung melajukan mobilnya ke bandara.


Setelah sampai di mansion. Mereka langsung mencari keberadaan kedua orang tua mereka. "Mom and Dad are at home?" tanya Gavin. Pelayanpu. mengangguk mereka mengatakan bahwa Tuan dan Nyonya Rafisqy ada di ruang keluarga. Mereka menemui orang tua mereka sebentar dan langsung pergi ke kamarnya.


Hari-hari berlalu kini tiba saatnya Keluarga Ailen dan keluarga Rafisqy bertemu. Di kediaman keluarga Ailen mereka tengah menunggu orang yang ingin dijodohkan. Tak lama dari itu terdengar suara langkah high heels menuruni tangga dia adalah Davina



Ia terlihat sangat anggun memakai baju dan rok pendek dengan polesan make up yang sederhana. "Wah, cantik banget anak Mama. Pasti calon suami kamu bakalan terpesona lihat kamu kayak gini." Goda Mama Vita. Davina hanya tersenyum menanggapi omongan sang mama. Mereka memutuskan untuk pergi sekarang. Takutnya keluarga mempelai pria sudah datang.


Di kediaman Rafisqy Gavin sudah siap untuk pergi.



Keluarga Ailen telah sampai mereka sedang mencari calon besannya. Setelah melihat mereka menghampirinya. "Hai, maaf menunggu." Sapa Papa Kenan.


"Nggak apa-apa kita juga baru nyampai. Mana calon mantuku itu?" Tanya Daddy Samuel. Papa Kenan memperkenalkan anaknya satu-persatu. "Ini Davina anak Perempuanku, calon menantumu. Dan ini Daniel anak bungsuku." Daddy Samuel kagum melihat kecantikan calon menantunya. Mommy Gavin sangat antusias melihat calon menantunya, tidak henti-hentinya dia tersenyum.


"Dimana anakmu Sam..Sejak tadi aku belum melihatnya?" Tanya Papa Kenan.


"Mereka sedang ke toilet, mungkin sebentar lagi." Jawab Daddy Samuel. Benar saja tak berselang lama Gavin dan Grisel kembali ke tempat duduk. Grisel kaget karena dia melihat sahabatnya berada di restoran tersebut. "Daniel, kamu disini juga?" Tanya Grisel dengan antusias. Daniel pun senang karena dia bertemu dengan sahabatnya itu.


"Ken, kenalin ini anak laki-laki yang akan aku jodohkan dengan anakmu Gavin dan ini Grisel anak perempuan ku." Daddy Samuel memperkenalkan kedua anaknya.


Gavin penasaran bagaimana rupa calon istrinya tersebut. Karena sudah penasaran dia memberanikan diri untuk bertanya "Diamana calon istriku, Dad?" Sang Daddy menjawabnya dengan menunjuk anak perempuan yang sedang asik memainkan ponselnya.


Papa Kenan menyenggol tangan Davina supaya melihat calon suaminya. Betapa terkejutnya mereka berdua saat mereka mengetahui siapa calon suami dan istri mereka. "Elo." Ucap mereka secara bersamaan.


"Kalian udah kenal? Bagus dong berarti kita tinggal lamaran dan menentukan tanggal pernikahannya." Kata Daddy Samuel yang di setujui oleh semuanya kecuali Gavin dan Davina yang masih tidak percaya. Saat bereka sedang bengong tiba-tiba Mommy Aurel menyuruh Gavin untuk memasangkan cincin di jari manis Davina begitupun sebaliknya. Kedua belah pihak memutuskan untuk menikahkan anaknya 2 hari lagi. Karena mereka memang sudah merencanakannya dari jauh hari. Kedua mempelai hanya pasrah dengan apa yang dilakukan kedua orang tua mereka. Aslinya mereka senang karena yang dijodohkan adalah mereka berdua.


Karena semuanya telah siap dan sudah diurus dengan matang. Kedua keluarga memutuskan untuk pulang, dan besok Gavin dan Davina akan melakukan fitting baju di butik milik keluarga Ailen.


*


*


*


Jangan lupa vote, like, dan komen. Maaf kalau ada kesalahan menulis. Happy reading