
keesokan harinya Gavin sudah berada di kediaman keluarga Ailen. Gavin menyapa kedua orang tua Davina serta Daniel. "Pagi Om, Tante, Daniel. Davina kemana?"
"Davina belum bangun. Coba kamu bangunkan Davina. kamarnya ada di lantai paling atas ya." Perintah Mama Vita. Gavin ingin melangkah ke dalam lift namun dihentikan oleh Papa Kenan.
"Gavin, kamu dan Davina Papa tambah tidak masuk sekolahnya. Kalian akan masuk ke sekolah 2 Minggu lagi. Jadi kalian bisa bulan madu terlebih dahulu." Jelas Papa Kenan. Gavin mengangguk dan meminta izin untuk membangunkan Davina.
Sesampainya di atas, Gavin langsung masuk ke kamar Davina. Dipandangi wajah polos dan imut ketika tidur, diusapnya pipi putih mulus dan halus. Sungguh pemandangan yang sangat indah, dan sebentar lagi diakan melihatnya setiap hari.
"Vin, bangun kita mau fitting baju. Lo cepet bangun kalau enggak gue cium elo dan kita nglakuin itu sebelum kita nikah, gimana?" Ucap Gavin dengan nada yang lembut namun mesum. Seketika Davina terbangun karena mendengar apa yang dikatakan Gavin.
"Sampai elo apa-apain gue, elo nggak bakal bisa nikah sama gue. Gue bakal bilang sama Papa buat batalin perjodohan ini." Ancam Davina. Gavin sudah takut jika apa yang dikatakan Davina memang benar, ia menyuruh Davina bersiap dan Gavin menunggunya di bawah.
Setelah 45 menit menunggu Davina, akhirnya iapun turun. Gavin tidak berkedip melihat kecantikan Davina yang memakai dress selutut dan polesan make up yang tidak terlalu tebal. "Cantik banget Davina, gue jadi nggak sabar buat halalin." Batin Gavin. Saat sudah puas memandangi Davina, mereka langsung pergi menuju butik keluarga Ailen menggunakan mobil Gavin.
sesampainya di butik mereka sudah disambut oleh para pekerja dan dipersilahkan mencoba gaun pengantinnya. Davina menggunakan baju pengantin yang punggungnya terekspos. "Jangan yang itu, punggung elo nggak boleh dilihatin ke semua orang cuma gue yang boleh lihat." Ucap Gavin. Setelah 1 jam mencari yang cocok akhirnya pilihan Gavin jatuh kepada gaun yang terakhir
gaun dengan lengan panjang. Pelayang langsung mencarikan tuxedo yang cocok untuk gaun sang wanita. Setelah merasa cukup mereka memanggil salah satu pelayan "Later deliver the dress to Ailen's family house while the coat goes to the Rafisqy family's house." Perintah Gavin.
Sepulang dari butik mereka menuju toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan. Mereka memutuskan untuk ke mall milik keluarga keduanya. Saat sampai di toko perhiasan mereka mencari sepasang cincin yang cocok dan bagus. Davina melihat ada sepasang cincin yang sangat cantik.
"Vin, yang itu bagus kayaknya. Kita coba lihat ya?" Tanya Vina. Gavin melihat ke arah cincin yang ditunjuk oleh Davina.
"Ya udah, bentar gue bilangin ke mbaknya. Please get me a pair of wedding rings that are in the back cupboard." Ucap Gavin. Ia melihat memang pilihan yang sangat bagus.
Ia menyuruh untuk mengukir namanya dan nama Davina. Tak lama menunggu cincin yang tadi sudah selesai diukir. Gavin langsung pergi menuju kasir untuk membayarnya. Saat ingin membayar, ia melihat kalung berlian yang sangat cantik
"Na, kok elo mau dijodohin sama gue. Secara gue itu dingin, jutek, nggak romantis, dan kita baru kenal 1 hari?" Tanya Gavin tiba-tiba.
"Gue Nerima elo, karena gue percaya elo itu orangnya setia dan baik. Jadi gue percayain ikatan pernikahan ini sama elo. Seumur hidup gue cuma mau nikah satu kali. Gue percaya sama elo." Jelas Davina sambil tersenyum.
Saat ini mereka sudah tiba di kediaman keluarga Ailen, setelah makan tadi mereka memutuskan untuk langsung pulang karena besoknya mereka akan menikah.
"Vin, nggak mampir dulu?" Tanya Davina.
"Besok lagi aja. Salam buat Papa Kenan sama Mama Vita ya. Sana masuk istirahat, gue mau pulang dulu." Kata Gavin.
Davina berjalan masuk rumah, saat membuka pintu dia menoleh ke belakang. Ternyata Gavin masih menunggunya untuk masuk. Davina sangat senang karena Gavin sangat perhatian kepadanya. Saat sudah masuk ia langsung menuju kamarnya untuk istirahat.
Dia mengganti baju yang tadi dengan baju tidur. "Vin, semoga elo bisa pegang omongan gue. Gue nggak mau patah hati lagi kayak dulu pas gue sama Varel. Kayaknya gue suka sama elo, Vin" Batin Davina lalu memejamkan mata.
*
*
*
*
*
Sampai sini dulu besok aku up lagi. Jangan lupa like, komen, dan vote.
Dapet salam dari calon pengantin.❤️