My Hubby Is My King

My Hubby Is My King
Bab 5



Ternyata dia adalah Grisel adik perempuan Gavin yang sangat cantik. Dia disuruh oleh sang Mommy untuk memanggil sang kakak. Karena sudah 15 menit Gavin tidak keluar, Grisel memutuskan untuk mengetuk pintu dengan keras. Tak selang lama Gavin keluar dengan muka yang masih mengantuk.


"Ada apa? Kenapa kamu mengganggu kakak. Kakak masih ngantuk." Ucap Gavin dengan nada khas orang tidur.


"Kak, Mommy sama Daddy udah nungguin kakak dari 15 menit yang lalu. Kata mereka ada sesuatu yang mau dibicarain sama kakak. " Ucap Grisel.


Mendengar hal itu, Gavin sontak kaget. Dia langsung lari menuju meja makan. Di sana sudah ada Mommy dan Daddy-nya. Setelah sampai Gavin langsung duduk di kursinya disusul oleh Grisel. Mereka memulai makan malam dengan berdoa dan memakan makanannya sendiri tanpa ada pembicaraan. Selesai makan malam Daddy Samuel menyuruh mereka untuk berkumpul di ruang keluarga. Sontak saja Grisel penasaran, ada hal apa sehingga sang Daddy menyuruh semua keluarga kumpul?


Sesampainya di ruang keluarga mereka duduk di sofa. Gavin dan Grisel sangat heran dan penasaran. Mereka melihat satu sama lain. Lewat tatapan saja Gavin sudah tahu apa yang ditanyakan oleh sang adik. Gavin hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu.


"Daddy mengumpulkan kalian ke sini karena ada hal penting yang ingin Daddy dan Mommy informasikan. Pertama Daddy dan Mommy mau menjodohkan Gavin sama anaknya temen Daddy. Sebenarnya Gavin sudah Daddy jodohkan sejak dia berusia 5 tahun. Daddy harap kamu mau menerimanya Gavin! Untuk informasi yang kedua, Daddy sama Mommy mau pergi ke London untuk acara bisnis besok. Jadi kalian harus bisa menjaga rumah dengan baik." Jelas Daddy Samuel kepada kedua anaknya.


Gavin kaget atas pernyataan sang Daddy. Disaat dia mulai mencintai gadis yang baru saja dia temui di sekolahnya, yaitu Davina. Dia malah dapat kabar kalau dia akan dijodohkan dengan anak teman Daddy-nya.


"Dad, aku tidak bisa, saat ini aku menyukai gadis yang baru aku kenal di sekolah tadi. Walaupun dia jutek, tetapi dia baik, Dad." Rengek Gavin.


"Vin, cobalah lupakan gadis itu. Saat malam Minggu nanti, rencananya kita akan mengadakan acara tunangan kalian. Jadi kamu harus ikut. Tidak ada penolakan. Jika kamu menolaknya semua fasilitas kamu Daddy cabut!" Ancam Daddy Samuel.


Gavin hanya menunduk tidak percaya atas kejadian hari ini. Saat dia menyukai seseorang malah dia mau dijodohkan. Dia memutuskan pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Ke esokan harinya di Railen Hight School. Semua anak sudah datang dan memasuki kelasnya masing-masing. Gavin dan Davina juga sudah sampai. Mereka memasuki gedung sekolah yang megah itu dengan lesu karena mereka sama-sama dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Tapi mereka belum tahu bahwa yang akan. dijodohkan adalah mereka berdua.


"Kalian kenapa kok kelihatannya lagi kesel gitu?" Tanya Aksa kepada mereka berdua. Gavin maupun Davina hanya berlalu melewati Aksa dan duduk di bangku mereka. Mereka enggan menceritakan masalah mereka, karena mereka tidak ingin sahabatnya mengetahui jika mereka akan segera menikah dengan orang yang dijodohkan dengan mereka.


Bel berbunyi, lalu guru pun masuk untuk memberikan materi pembelajaran hari ini.


Semua sangat fokus karena yang mengajar hari ini adalah guru yang terkenal sangat killer, yaitu guru IPS.


Waktu sudah menunjukkan jam istirahat. Tak berselang lama bel berbunyi nyaring, semua yang ada di kelas itupun tersenyum bangga karena penderitaan mereka berakhir. Gavin memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Sedangkan Davina langsung menuju ke kanti. bersama yang lainnya. Sesampainya di kantin mereka memanggil karyawan kantin dan memesan apa yang mereka inginkan.


Saat Davina sedang duduk dengan tenang tiba-tiba ada siswi yang sengaja menumpahkan jus ke baju Davina.


"Ups, sorry sengaja. Hahahaha." Kata siswi itu dan tak lain dan tak bukan adalah Ratu. Dia sengaja menumpahkan jus miliknya ke baju Davina. Semua teman-teman Ratu tertawa terbahak-bahak.


Davina langsung memegang tangan Ratu dengan kuat dan menekuknya ke belakang. Davina sudah tidak tahan karena, selama ini dia hanya memendam amarahnya untuk Ratu. Dia sudah sangat bersabar sebelumnya. Tetapi hari ini dia akan membalasnya.


Guru yang melihat itupun menghampirinya.


"Ada apa ini. Kenapa Ratu bisa seperti ini?" Tanya sang guru.


"Ratu ditendang oleh Vina sehingga bisa seperti ini." Ucap salah satu siswa. Guru itupun menunjuk Davina dengan amarah.


"Hey, kamu anak baru nggak usah jadi preman. Ini tempat belajar bukan tempat untuk bertengkar. Apa kamu tidak diajari sopan santun oleh orang tua kamu. Palingan kamu disini cuma karena beasiswa saja. Jadi nggak usah sok blagu kamu." Ejek sang guru. Dia adalah guru baru yang mengajar di Railen Hight School. Tidak semua guru tahu bahwa Davina anak dari pemilik sekolahan tersebut, karena identitas Davina ditutupi oleh keluarganya.


"Saya bisa jadi preman bahkan bisa jadi pembunuh, jika ada orang yang berani menginjak-injak harga diri saya." Kata Davina dengan nada dingin, yang membuat semua yang mendengarnya bergidik ngeri.


Saat dia akan beranjak dari kantin. Kepala sekolah datang dan menyuruh Davina keruangannya. Di lain tempat ada sepasang mata yang melihatnya dan tersungging senyuman di bibirnya.


Sesampainya di ruang kepala sekolah Davina diberitahu jika dia harus di skors selama 1 Minggu dan harus membiayai penobatan Ratu. Bagi Davina itu hal yang sepele karena itu tidak akan merugikan kepintarannya. Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, Davina menuju ke ruang kelasnya dan mengambil tasnya dan pergi begitu saja. Gavin yang melihat itupun paham jika Davina di skors.


Sesampainya di rumah Davina pergi ke kamarnya dan mengganti seragamnya dengan baju kasual. Dia berencana untuk menyusul orang tuanya ke London. Lalu Vina mengambil ponselnya dan menghubungi Mamanya jika dia ingin menyusulnya. Setelah dapat persetujuan dari Mamanya Davina turun kebawah dan mengatakan kepada sang sopir untuk mengantarkannya ke bandara dan tak lupa ia juga menjemput sang adik di sekolahnya dan mengajaknya menyusul kedua orang tuanya. Walaupun Daniel tidak masuk, tapi pikirannya sangat cerdas. IQ Davina dan Daniel hanya selisih 40.


Sesampainya di bandara mereka langsung dikawal menuju tempat jet pribadi mereka terparkirkan. Di sana sudah ada pilot dan pramugari yang menunggu.



Mereka langsung masuk ke dalam jet pribadi tersebut. Karena memerlukan waktu 13 jam perjalanan. Davina dan Daniel pergi ke kamar yang ada di dalam jet dan merekapun tertidur.


*


*


*


Jangan lupa vote readers.


Outfit Davina saat di bandara