My Girlfriend Is A Boss Mafia

My Girlfriend Is A Boss Mafia
My Girlfriend Is A Boss Mafia



Mobil Luna pun berlalu pergi meninggalkan rumahnya, sementara Bayu kembali masuk kedalam rumah dan melajutkan tugasnya.


"Ayo berkumpul!" titah bayu kepada para anak buahnya.


Dengan sigap semua bodygaurd berkumpul dan berbaris dengan rapi.


"Kalian tidak lupa kan kalau hari ini adalah hari bersih-bersih?" tanya Bayu kepada para anak buahnya.


"Tidak tuan!!!" jawab para bodygaurd serentak.


"Bagus!" ucap Bayu mengaguk.


Dilain waktu Luna sudah sampai dikelas nya, Luna melihat Raisa sedang membersihkan sampah diatas meja, Luna pun turut membantu Raisa.


"Biar aku saja," tahan Raisa.


"Tidak apa\-apa," jawab Luna tersenyum.


Tak beberapa lama kemudian pak guru pun datang, semua siswa kembali ketempat duduk nya masing\-masing.


Dilain waktu Leon sedang mengingat sipengendara motor semalam, Leon tidak bisa melihat wajahnya karna ditutupi oleh masker.


"Leon!"


"Leon!"


"LEON?!"


"Leon! pak guru memanggilmu!" bentak Rafka sembari mengoyang kan bahu Leon.


"Eh iya pak!" jawab Leon lansung berdiri, Leon tak sadar kalau dirinya sedang berada di kelas. Semua siswa tertawa melihat tingkah konyol Leon dan tak Lupa Rafka, Pak Guru hanya bisa menghela nafas panjang nya.


"Leon! Kamu baik\-baik saja?"


"Aku baik\-baik saja," jawab Leon yang kembali duduk.


"Bagus deh kalau kamu baik\-baik saja. Jangan ngelamun lagi," ejek Rafka sembari tersenyum.


"Iya aku mengerti," ketus Leon.


Suara bel berbunyi beberapa kali, waktu nya untuk istirahat semua orang berteriak senang.


"Kita kekantin yuk?" ajak Rafka sembari menarik tangan Leon.


"Hmmm," balas Leon sebagai tanda mengiyakan.


Dilain waktu Luna sedang menikmati makan siang nya dikantin bersama Raisa.


"Makasih ya Luna atas traktirannya,"


"Aku tipe orang yang gak suka hutang budi. Agap aja ini bayaran atas roti kemaren,"


Raisa hanya mengaguk pelan.


Disaat Raisa dan Luna sedang asik makan, dengan sengaja Natalia menumpahkan makanan tempat dibaju Luna.


"Ups aku gak sengaja," ucap Natalia tampa merasa bersalah.


Luna lansung berdiri dan berniat ingin membalasnya, tiba\-tiba Luna teringat pesan ayahnya.


"Luna Ayah mohon padamu agar tidak mencari masalah disekolah baru mu, Ayah tidak ingin lagi kamu pindah sekolah. Ayah hanya ingin kamu lulus sekolah,"


"Sial!" batin Luna yang kesal.


"Aku akan ke toilet dulu," ucap Luna berlalu pergi, Luna akhirnya berhasil menahan emosi nya untuk tidak marah.


Raisa hanya membalas dengan anggukan.


"Tumben dia tidak membalas," ucap Gio yang sedari tadi hanya menonton.


"Mana mungkin wanita semanis itu mampu mengalahkan si nenek lampir itu," sambung Rafka.


"Jika bukan karna Ayah pasti sudah babak belur tu wajah anak!" ketus Luna kesal sembari membersihkan noda yang menempel diseragam Luna.


"Sial! Noda nya gak mau hilang lagi!"


Luna pun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Sekretaris Bayu to..." perkataan Luna terpotong saat melihat Natalia bersama dua orang temanya sedang menunggu Luna keluar dari toilet.


"Apa kamu bilang? Kamu ingin buat wajah ku babak belur?" bentak Natalia sembari mendorong Luna masuk kembali.


"Hentikan!" ucap Luna yang masih berusaha sabar.


"Kamu pikir kali ini aku akan mengalah! Hah!" bentak Natalia yang tidak terima atas kejadian kemarin.


"Aku bilang hentikan!"


Natalia tidak menghiraukan peringatan dari Luna, dengan tersenyum bahagia Natalia mendorong Luna hingga terpojok.


"Aaaakk!" teriak Natalia kesakitan.


"Aku sudah peringatkan mu untuk tidak mengganggu ku lagi! Tapi sepertinya peringatan dari ku tidak kau dengarkan!" ucap Luna tersenyum sinis sembari mendorong Natalia keluar dari Wc hingga jatuh tersungkur.


Sementara itu teman\-teman Natalia berubah menjadi pucat ketika Luna menghampirinya.


"Kau tau? Tidak semua orang bisa kau tindas!" bentak Luna sembari medorong salah satu kepala teman Natalia.


"Ohya ini belum seberapa! Aku bisa lebih kejam dari ini!!!" ancam Luna tersenyum sinis.


"Jangan lupa dengan yang terjadi hari ini !" ucap Luna memperingatkan sebelum berlalu pergi.


Ketika Luna keluar dari Toilet semua siswa berkerumun menunggu jawaban, mereka pikir yang akan keluar Natalia tapi sebaliknya yang keluar Luna si siswa baru.


"Natalia kamu baik\-baik saja?"


"Pinggang ku mau encok rasa nya dan juga tangan ku sakit sekali," ucap Natalia kesakitan.


"Dia seperti psicofath!" ucap salah satu teman Natalia.


"Hm! Siapa suruh bermain-main dengan Ketua Zurrah!" batin Luna tersenyum sembari berjalan dengan santai.


Geng Zurrah adalah geng yang baru dibuat beberapa bulan lalu Oleh Luna dan Adrian. Nama Zurrah diambil dari nama belakang Luna, geng Zurrah langsung berkembang begitu cepat dikalangan anak muda. Ketika Luna berhasil mengalahkan pemimpin dari geng Tornigt dan banyak ingin anak muda ingin bergabung dengan geng Zurrah.


Hingga saat ini Luna memiliki anggota yanga hampir 123 orang. Meskipun Luna seorang wanita, itu tidak menghambat Luna menjadi seorang pemimpin. Karna pada saat pertarungan Luna yang manis berubah menjadi seekor Singa yang terluka.


Seminggu telah berlalu Luna mulai menikmati masa sekolahnya, sedangkan Natalia dan teman-temannya mengalami masa-masa yang buruk.


"Wah tampan nya!"


"Bukan kah itu penyanyi yang terkenal itu?"


Begitu banyak pertanyaan dari siswa-siswa perempuan yang sedang mengerumuni nya seorang pria tampan yang sedang duduk diatas kap mobil.


"Luna!" panggil pria itu yang lansung turun dari atas kap mobil nya. Luna pun mencari arah suara itu dan melihat seorang lelaki tampan tengah menunggu nya diluar gerbang sekolah.


Semua wanita yang berkumpul tadi nya lansung menoleh kearah Luna.


"Hah!" Luna hanya tersenyum sinis dan berlalu pergi tampa menghiraukan panggilan dari pria tampan itu.


"Dia siapa Luna?" tanya semua wanita penasaran.


"Gio!" panggil Luna saat melihat Gio akan pulang dengan motornya dan melihat tak ada yang akan bersamanya. Leon, Rafka dan Gio serentak melihat kearah suara yang memanggil nya.


"Luna!"


"Iya Luna," jawab Gio sedikit gugup.


"Boleh antarin aku pulang gak. Soalnya hari ini aku gak dijemput," pinta Luna hingga membuat ketiga pria tampan itu ternganga.


"Apa gak salah dengar ni?" bisik Rafka kepada Leon.


"Seperti nya tidak," jawab Leon mengeleng.


"Baik-baik!" jawab Gio tampa berfikir panjang.


"Luna!!!" panggil penyanyi itu saat melihat Luna naik keatas motor Gio, Luna pun menujukkan jari tengah nya kearah penyanyi itu.


"Wow!!" ucap semua wanita yang kaget.


"Ohya Luna. Rumah kamu arah mana?" tanya Gio yang tidak tau alamat rumah Luna.


"Hmmm kamu tinggal turunin aku di halte,"


"Gak usah biar aku antarin kamu sampai rumah," potong Gio.


"Gak usah. Soal nya aku ada janji dengan seseorang," jawab Luna terburu-buru.


"Oh begitu,"


Gio pun lansung mengatarkan Luna ke halte sesuai keinginan Luna.


"Kenapa disini turun?" tanya Leon heran saat melihat Gio menurunkan Luna di halte.


"Luna bilang ingin bertemu dengan seseorang," jawab Gio.


"Ooo..." jawab Rafka dan Leon serentak.


"Makasih atas batuan nya," ucap Luna dengan tersenyum manis.


Ketiga pria tampan dengan serentak membalas dengan senyuman.


"Luna! boleh tidak kita jadi teman kamu?" tanya Gio sedikit ragu, Rafka dan Leon pun serentak menatap Gio dan beralih menatap Luna yang penasaran dengan jawaban Luna. Luna hanya mengaguk tersenyum sebagai tanda "Iya" setelah terdiam cukup lama.


"Terimah kasih Luna."