My Girlfriend Is A Boss Mafia

My Girlfriend Is A Boss Mafia
My Girlfriend Is A Boss Mafia



"Ayo kita pergi!" ajak Yondri kepada teman-temannya.


"Luna, bagaimana bisa kau menatang mereka? Kau itu baru saja keluar dari rumah sakit dan juga kau sudah lama tak balapan!" ucap Adrian yang terlihat panik, setelah Yondri pergi dengan teman-temannya.


"Gara-gara dia Geng kita jadi bahan ejekkan!" jawab Luna yang balik marah.


"Luna!" ucap Leon tiba-tiba, dengan serentak Adrian dan Luna menoleh ke arah tiga pemuda tampan yang sedari tadi perkataan mereka.


"Gawat!" batin Luna kaget.


"Ayo kita pergi!" ajak Luna yang lansung menarik Adrian.


"Mereka akan tau siapa aku!" ucap Luna panik.


"Maaf Luna ini salah ku."


"Ah bodo amat! Sebaiknya aku berlatih dulu," ucap Luna masuk ke dalam mobilnya.


"Kalian dengar jelas kan kalau Dia memanggilnya Luna?" ucap Leon yang mencoba membenarkan apa yang di dengarnya.


"Aku dengar dengan sangat jelas, tapi jika itu Luna. Bagaimana mungkin Luna yang manis berubah menjadi seorang laki-laki?" tanya Gio yang bingung.


"Aku yakin itu Luna. Malam ini kita akan pergi ke tempat mereka lomba!" ajak Leon yang tak sabar ingin mengetahui yang sebenarnya.


"Kalian bisa berhenti berdebat gak? Kita pergi obati luka ini dulu!" potong Rafka yang kesal.


"Kau benar juga," jawab Gio setuju.




Sementara itu Luna mulai menaiki motor yang sudah lama tidak di pakai, motor yang di hadiahkan ayahnya saat ultah ke 17 tahun.



"Luna bagaimana mungkin kamu akan balapan. Kamu kan baru sembuh!" ucap Juna yang mencoba mengurungkan niatnya.



"Ini kan juga salah Adrian, udah tau gak bisa balapan, masih aja terima tantangan. Aku akan kembali merebut nama Geng Zurrah!" ucap Luna yang mulai bersiap\-siap menggas motornya.



"Terserah kamu lah, ini semua di lakukan Adrian juga toh demi kebaikan kamu!" ucap Juna yang berjalan menuju Adrian.



Luna mulai menjalankan dengan kecepatan normal, lama kelamaan Luna menambah kecepatan motornya dengan penuh.



"Dia benar\-benar keras kepala!" ucap Juna sembari melihat Luna menjalankan motornya dengan begitu cepat.



"Sama seperti mu," sambung Adrian tersenyum.



"Huft!" Ucap Juna menghela nafasnya.



"Berapa menit?" tanya Luna kepada Bintang.



"10 menit 23 detik," jawab Bintang.



"Aku akan mencoba membuatnya 10 menit kurang," ucap Luna yang kembali menjalankan motornya.



"Apa?" jawab Juna kaget.



"Luna pasti bisa," ucap Adrian yang mencoba menenangkan pikiran Juna.



~~~~~~~~•••



Tak ada kata sambutan atau pujian, melainkan hanya ejekkan yang di dapat saat Geng Zurrah datang ke lokasi balapan.



Tertawa lah sepuas kalian saat ini!" batin Luna sembari memberhetikan motornya dengan diikuti Adrian dan anggota Geng Zurrah lainnya.



"Luna, ini salah ku. Karna aku Geng Zurrah jadi bahan ejekkan," ucap Adrian yang begitu merasa bersalah.



"Jangan terlalu menyalakan diri sendiri, kakak ku benar. Kau melakukan itu juga demi kebaikan aku," ucap Luna tersenyum manis.



"Kalian ingin bertaruh?" tanya Leon kepada Rafka dan Gio.



"Ok, yang kalah traktir makan tempat Raisa!" ucap Rafka semangat.



"Baiklah, aku dukung Geng Zurrah."



"Aku ikut Leon," potong Rafka.



"Baiklah, aku dukung Geng Eden. Kalau bukan terpaksa gak sudi aku dukungnya!" ketus Gio tak punya pilihan.



"Dell!" ucap Leon sembari mengulurkan tangannya dan diikuti Rafka dan Gio.



"Yondri!" teriak para suppoter Yondri histeris, saat melihat Yondri mucul bersama Gengnya.



"Bukan kah itu Natalia?" ucap Gio sembari menujuk wanita sexsi yang tengah berboncengan dengan Yondri.



"Sepertinya begitu," ucap Leon mengikuti tunjuk Gio dan melihat Natalia turun dari motor Yondri.



"Dasar wanita murahan!" ucap Luna pelan.



"Karna para penantang dan orang yang di tantang sudah ada disini. Mari kita mulai balapannya," ucap seeorang lelaki sembari mempersilahkan Yondri dan Luna maju ke garis star.




"Bos muda, kau pasti bisa!" teriak anggota Geng Zurrah memberi semangat.



"Sayang, kamu pasti bisa!" teriak Natalia dengan lebai.



"Sangat menjijikkan!" ejek Luna.



"Yondri kau pasti bisa!" teriak para suppoter Yondri.



Satu...dua...mulai!



Teriak wanita sexsi sembari melambaikan bendera.



"Wah mereka berdua benar\-benar cepat!" puji Gio saat melihat Yondri dan melesat begitu cepat di hadapannya.



Sememtara itu Luna fokos mencari jalan untuk menyelip, saat di perkelokkan dengan lihai Luna menyelip hingga meempimpin balapan. Tiba\-tiba ban motor Luna tergelincir, hingga membuat Luna merosot cukup jauh.



"Sial!" ketus Luna kesal sembari memegang bokongnya yang sakit.


"Kenapa aku bisa jatuh?" tanya Luna yang mencoba berdiri dan mencari penyebabnya.



"Bukan kah ini?" ucap Luna saat mengingat tempat kecelakan Adrian beberapa bulan lalu.



"Ternyata masih dia bermain curang!" ucap Luna saat melihat sebuah jalan yang mirip aspal, tapi jika lebih dekat. Tapi jika di perhatikan lebih dekat, Luna melihat sebuah sebuah besi yang menyerupai aspal. Jika ban motor menginjak besi itu, akan membuat ban motor tergelincir.



"Ternyata dia sudah merencanakan ini, jika begitu Adrian bukan jatuh karna tak bisa mengendalikan motornya saat perkelokkan, tapi melainkan karena ini. Pantes saja tadi dia membiarkan aku dulu, Dia tau kalau aku akan ambil jalur satu karna dekat. Dia akan mengambil jalur dua walaupun jauh, Dia akan memanfaatkan situasi aku saat ini untuk menang dari balapan!" ucap Luna yang mulai berlagak seperti seorang detective.



Sementara itu Adrian dan Leon mulai terlihat panik, saat Luna belum muncul juga.



"Yondri!" teriak suppoter senang saat melihat yang pertama muncul.



"Aku kira Geng Zurrah yang bakal menang," ucap Leon dan Rafka tampak kecewa.



"Aku juga berfikir beegitu," sambung Gio yang juga tampak kecewa.



"Kenapa Luna belum muncul?" ucap Adrian yang terlihat sangat panik.



"Itu Bos muda!" tunjuk Bintang saat Luna muncul.



"Syukurlah dia baik\-baik saja!" ucap Adrian yang lega saat melihat Luna kembali dengan selamat.



"Aku senang kau baik\-baik saja," ucap Adrian saat motor Luna sudah berhenti.



"Luna kau mau kemana?" tanya Adrian saat melihat Luna menghampiri Yondri.



"Apa aku saja yang salah dengar?" tanya Leon saat Adrian memanggil nama Luna.



"Tapi bagaimana mungkin itu Luna yang kita kenal?"



"Luna yang kita kenal mungking sudah berada di Amerika saat ini," sambung Rafka.



"Apa kau ingin memberiku selamat?" ucap Yondri yang tampak percaya diri saat Luna menghampirinya.



"Tidak!" ucap Luna sembari melayangkan satu pukulan yang cukup keras di wajah Yondri, hingga membuat darah segar keluar dari sudut bibir Yondri.



"Kenapa kau memukul pacarku?" bentak Natalia marah.



"Luna kau kenapa?" tanya Adrian yang berusaha menenangkan Luna.



"Meskipun dia seperti laki\-laki saat ini. Dia memiliki temparamen yang sama seperti Luna!"



"Aku juga berfikir begitu Leon," sambung Gio yang menatap Luna dari tadi.



"Apa kau malu? Karna itu sebabnya kau memukul ku?" tanya Yondri tersenyum sinis sembari menghapus darah dari sudut bibirnya.



"Tidak, aku marah karna kau curang dalam balapan!" jawab Luna sembari mengepalkan tangannya dan tak sabar ingin menghajar Yondri lagi.



"Apa kau punya bukti kalau aku curang dalam bapapan?" tanya Yondri yang tampak begitu serius.



"Kita akan balapan ulang lagi dan aku yang akan menetukan tempat balapannya!" jawab Luna tersenyum sinis.



"Luna, akui saja kalau aku lebih cepat dalam balapan itu. jangan buat geng mu lebih malu lagi karna Mu!"