My Girlfriend Is A Boss Mafia

My Girlfriend Is A Boss Mafia
My Girlfriend Is A Boss Mafia



Setelah selesai mengucap hijab qabul, para tamu mulai mengucapkan selamat kepada Luna dan Leon.


Sementara itu Juna membawakan sebuah lagu cinta untuk menghibur para tamu, sesekali Luna dan para tamu menghapus air mata karna terharu saat mendengarkan sebuah lirik yang begitu menyentuh hati.


Luna membayangkan pertama kali bertemu dengan kakaknya, walau awalnya sedikit tidak romantis. Luna membayangkan saat-saat bersama dengan ayahnya, saat yang begitu bahagia. Tawa, candaan yang tidak pernah di lupakan Luna. Luna merindukan saat-saat bersama dengan ayahnya, namun Luna sadar jika waktu tidak bisa di putar kembali.


Begitupun dengan Leon yang juga ikut terbawa suasana, Leon membayangkan pertama kali bertemu dengan Luna hingga akhirnya sekarang berada di pelaminan bersama Luna. Leon juga membayangkan saat-saat Leon bersama dengan ibunya di rumah sakit, membayangkan bertemu kembali dengan ayahnya dan saat-saat bersama sahabatnya Gio dan Rafka.


"Selamat ya,semoga kalian slalu bahagia sakinah mawadah warahma."


"Terimah kasih," jawab Leon dan Luna serentak.


"Terimah kasih sudah datang," ucap Sarah dan diikuti semua keluarga Leon.


"Selamat ya cucu nenek, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang suami. Jangan pernah membuat istri menangis, karna menyakitinya sama saja kamu menyakiti nenek. Nenek harap kalian berdua slalu bahagia," ucap Nenek Leon seraya memelul Luna dan Leon secara bergatian.


"Terimah kasih nek," jawab Luna dan Leon serentak seraya membalas pelukkan neneknya.


"Luna, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri. Ingat slalu pesan ibu," ucap Sarah meneteskan air matanya seraya memeluk Luna.


"Makasih ibu," jawab Luna menangis karena terharu seraya membalas pelukkan ibunya.


"Selamat untuk kalian berdua," ucap Juna. seraya memeluk Luna dan Leon.


"Makasih kak."


"Leon ayah bangga padamu. Selamat buat kalian berdua," ucap Ayah Leon tersenyum.


"Iya Appa," jawab Luna dan Leon serentak.


"Selamat ya Bos," ucap anak-anak buah Luna serentak.


Selamat Luna," ucap Adrian tersenyum, Luna hanya membalas dengan senyuman seraya memeluk Adrian.


"Selamat ya sudah mendahuluiku," ucap Rafka seraya memeluk Leon, semua orang tertawa mendengar penuturan Leon.


"Bagaimana kalau kita mengambil foto dulu?" usul Gio tersenyum.


"Baik," jawab semua orang serentak.


"Ceess..."


Potret kebahagiaan Luna, Leon, keluarganya dan para-para teman-temannya terpampang, saat fotografer mengambil beberapa kenangan yang akan slalu di ingat Luna dan Leon.


Pov Leon.


Aku senang akhirnya bisa bersama dengan orang yang aku cintai, setelah begitu banyak rintangan yang harus kami lalui dan aku juga senang saat Luna memutuskan berhenti dari dunia kejam itu. Luna sekarang berubah menjadi wanita yang lembut dan juga istri yang baik. Luna juga memilih untuk melupakan kebenciannya kepada ibunya dan menjalani hari-hari yang bahagia. Aku dan Luna pun memutuskan untuk tidak pergi bulan madu, kami hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga besar kami. Meskipun Ayah Luna, Paman James dan Ibu tidak ada di sini, namun ku yakin mereka pasti sudah tenang di alam sana.


Pov Luna.


Semua orang membutuhkan waktu untuk berubah, aku sadar aku bukannlah wanita yang sempurna. Namun aku belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan dulu, bahwa tidak baik memedam rasa benci dan dendam. Terutama pada ibu yang sudah melahirkan kita, aku memilih menerima kenyataan dan melupakan rasa benci yang selama ini ada dalam hidupku. Aku harap kalian bisa mengambil pelajaran dari kisahku.


~•••••••


Keesokan harinya semua keluarga Luna menghambiskan waktu bersama Ayah Leon, sebelum ayah Leon kembagli ke Korea.


"Luna, ayah dengar kamu seorang Bos?" tanya ayah Leon seraya menjalankan kuda catur, dalam bahasa indonesia yang belum fasih.


"Dari siapa ayah tau?" tanya Luna yang juga menjalankan catur.


"Tapi sekarang Luna bukan seorang Bos, Luna sudah lama berhenti. Luna hanya ingin menjadi istri yang baik buat Leon," jawab Luna tersenyum.


"Itu bagus, ayah tidak mau menantu ayah yang manis ini kenapa-kenapa. Jika Leon menyakitimu jangan lupa bilang sama ayah, nanti akan ayah beri dia pelajaran."


"Baik ayah," jawab Luna tersenyum.


"Adrian bagaimana kau bisa kalah?" tanya Juna tak percaya Adrian kalah oleh Leon.


"Jangan lupa Leon juga pernah mendapatkan mendali emas saat SMA," ucap Gio yang bangga.


"Sekali lagi," ajak Adrian belum menyerah.


"Adrian sebaiknya akui saja kekalahah mu," ucap Juna berjalan pergi.


"Tuan makan malam sudah siap."


"Wah benar aku juga lagi lapar," ucap Gio seraya bangun dan berjalan pergi bersama Rafka.


"Ayah, Luna, kalian tidak ikut?" tanya Leon saat semua orang sudah pergi menuju meja makan.


"Aku menang!" teriak Luna senang.


"Benar, ayah juga lapar," jawab ayah Leon berjalan pergi meninggalkan Luna dan Leon.


"Luna, bagaimana bisa kamu mengalahkan ayah?" tanya Leon yang heran.


"Aku cuma mengikuti caramu," jawab Luna tersenyum lebar.


"Oooo... yaudah yuk kita kesana," ajak Leon sembari merangkul bahu Luna dan berjalan menuju meja makan.


Malam pun tiba, Leon dan Luna tengah tidur satu ranjang, masih terasa ada yang canggung di antara mereka berdua.


"Leon?" panggil Luna seraya menatap kearah Leon, sekarang wajah Leon dan Luna saling berdekatan.


"Iya sayang," jawab Leon yang pertama kali memanggil Luna dengan sebutan sayang.


"Kamu ingin punya anak berapa?" tanya Luna begitu serius.


"Bagaimana dengan sayang?" jawab Leon yang malah balik bertanya.


"Kayaknya sepasang udah cukup deh," jawab Luna tersenyum lebar, hingga memperlihatkan gigi yang begitu rapi.


"Terserah sayang deh. Yang jelas aku sudah tak sabar ingin mencium bibirmu yang sexsi ini," ucap Leon seraya mencium bibir Luna, pipi Luna lansung memerah saat merasakan yang lembut dan basah dibibirnya. Perlahan-lahan Luna mulai menikmati hisapan dari Leon.


Luna yang terkenal dengan keras kepala dan sifat dinginnya, tiba-tiba saja berubah saat bertemu dengan Leon. Pada awalnya Luna tidak menyadari soal perasaannya, namun seiring waktu Luna mulai mengerti. Namun karena Luna seorang Bos mafia, Luna pun memutuskan untuk tidak menerima cinta Leon. Ketika Leon menghilang tampa kabar, hari-hari yang di alami Luna terasa hampa. Hingga di pertemukan kembali dengan cara yang cukup menenggangkan, Leon berusaha keras untuk menang dari balapan. Walau Leon tau itu bahaya, tapi karna Luna Leon rela melakukan apapun. Cinta? sebuah pergobanan, namun karena cinta juga bisa merubah segalanya. Seperti Luna yang rela meninggalkan dunia kelam, demi orang yang dicintai. Hingga pada akhirnya waktu mempersatukan mereka dan mereka hidup bahagia selamanya.


Pov Author.


Andaikan kehidupan cintaku seperti yang ada di ceritaku, betapa bahagianya aku. Yasudahlah aku ingin semua orang tetap tersenyum bahagia seperti di ceritaku dan seterusnya. Semoga kalian yang selalu setia membaca cerita ini dari Episode satu sampai terakhir, juga bahagia seperti dalam ceritaku. Jangan lupa jaga kesehatan, slalu pakai masker saat keluar rumah karna kesehatan itu mahal. Sampai jumpa dicerita selanjutnya, jangan pernah bosan membaca cerita-ceritaku. Maaf kalau ada salah dalam penulisan atau sebagainya, karna Author juga manusia normal yang punya banyak kesalahan. Silahkan kritik dan beri saran dalam penulisan atau tanda ketik, nanti akan Author perbaiki dicerita selanjutnya.


Asalamualaikum🙏