My Girlfriend Is A Boss Mafia

My Girlfriend Is A Boss Mafia
My Girlfriend Is A Boss Mafia



Disebuah restoran yang cukup sederhana Luna sedang menikmati makan siang nya, Luna memakan makanan nya dengan lahap.


"Jadi maksud bos ini tempat makanan lezat nya?" tanya supir baru Luna yang bernama Doni Hendrika.


"Ada masalah?" tanya sekretaris Luna penasaran, Dia bernama Guntur Bayu Kharomy yang sudah enam tahun bekerja dengan Ayah Luna.


"Aku pikir tadi sebuah restoran mewah,"


"Hmm...Bos orang yang sederhana, Dia berbeda dari kakak nya Arjuna. Bos lebih suka dengan pertarungan sedangkan kakak nya Bos lebih suka dengan musik," jelas Bayu sembari menatap Luna.


"Bos muda juga memiliki seorang kakak? Tapi kenapa aku tidak pernah melihat Kakak nya Bos?" tanya Doni penasaran.


"Tuan Juna sedang berada di Amerika saat ini, mereka sudah berpisah hampir lima tahun. Bos muda pasti sangat merindukan nya,"


"Ooo..." angguk doni mengerti.


Kring...


Bunyi bel menadakan pembeli masuk.


"Eh nak Rafka!" sapa pemilik restoran. "Tumben kesini,"sambung pemilik restoran.


"Kangen sama masakan bibi," jawab Rafka tersenyum.


"Silahkan duduk,"


"Iya bi," angguk Rafka.


Ketiga sahabat itu memilih tempat sedikit terpojok, dalam perjalanan menuju meja tampa sengaja Gio bertemu dengan Luna.


"Kamu?"


"Siapa dia?" tanya Leon dan Rafka serentak.


"Ini orang yang aku cerintain," jawab Gio.


Leon dan Rafka pun saling bertatapan, mana mungkin gadis semanis ini bisa membuat Natalia yang galak ketakutan.


"Ayok kita duduk," ajak Leon sembari menarik tangan Gio.


"Aku sudah selesai makan," ucap Luna kepada Bayu.


"Buk tagihan nya," panggil Bayu yang juga sudah selesai makan.


"Totalnya 100 ribu Pak," sembari memberikan sehelai kertas.


Bayu pun menyerahkan uang seratus ribu kepada pemilik restoran, setelah selesai Luna pun pergi meninggalkan restoran dengan diikuti Bayu dan Doni.


"Ternyata dibalik wajahh manis dia orang yang sangat dingin,"


"Kau benar Rafka," sambung Leon mengaguk.


Mereka bertiga pun menatap Luna masuk kemobil dari balik jendela.


"Ini pesanannya sudah sampai," ucap pemilik restoran sembari memberikan 3 mangkok mie ayam.


"Makasih Bi," jawab Rafka tersenyum.


Sementara itu Leon dan Gio masih menatap Luna dari balik jendela.


"Ayo buruan makan sebelum mie nya dingin!" ajak Rafka.


"Iya-iya," jawab Leon dan Gio serentak.


 


Mobil Luna berhenti disebuah rumah yang cukup mewah, sesampai dirumah Luna lansung menaiki tangga menuju kamar yang berada dilantai dua.


"Hari yang melelahkan," keluh Luna sembari menghempaskan badannya diatas kasur, tak membutuhkan waktu lama Luna sudah terlelap dalam tidurnya.


Sememtara itu Leon baru saja sampai dirumah.


"Bi, Ibu sudah pulang belum?" tanya Leon kepada pembantu nya yang bernama Inah Damarwati.


"Tadi nyonya berpesan kalau nyonya akan pulang larut malam,"


"Baiklah bi," ucap Leon sedikit kecewa sembari berjalan pergi menuju kamarnya, sesampainya dikamar Leon pun lansung meletakan tasnya diatas sofa. Karena merasa gerah Leon pun pergi kekamar mandi untuk menyegarkan badannya, tak beberapa lama kemudian Leon keluar dengan badan segar bugar.


Kring...kring...kring!


"Ya Hallo!"


"..."


"Bentar lagi aku sampai,"


"..."


"Iya\-iya aku mau pakai baju dulu," ucap Leon sembelum mematikan ponselnya.


"Tuan mau keluar?" tanya bi Inah saat melihat Leon yang sudah rapi.


"Bosan dirumah bi," jawab Leon tersenyum.


"Hati\-hati tuan,"


Leon pun menyalakan motor kesayangan nya dan pergi meninggalkan rumahnya.


Sementara itu Luna baru saja terbangun dari tidurnya.


"Huwaa..."


Nguap Luna sembari meregangkan kedua tangannya keatas, Luna pun melirik jam diatas meja lampu dan jam menujukan pukul 18:00 Wib.


"Waktu nya bereaksi," ucap Luna bangun dari ranjang nya dan berjalan pergi menuju kamar mandi, tak beberapa lama kemudian Luna keluar dengan badan segar.


Luna pun bersiap\-siap untuk pergi keluar, Luna pun mengucir rambutnya.


"Sekretaris Bayu!" panggil Luna turun dari tangga dengan terburu\-buru.


"Iya Bos muda," jawab Bayu keluar dari dapur dengan memakai celemek.


"Mau kemana Bos muda?" tanya Bayu khawatir.


Luna tak menjawab pertanyaan dari Bayu, Luna. Pergi begitu saja.


"Brummmm...."


Leon yang melaju dengan kecepatan normal kaget ketika didahului oleh pengendara motor berwarna hitam.


"Gila tu orang!" ucap Leon sembari menambah kecepatan motornya dan berniat mengejar pengendara motor berwarna hitam.


"Sial dia begitu cepat!" ucap Leon yang tidak mampu menyamai kecepatan pengendara motor hitam.


Semua orang memberi hormat saat pengendara motor hitam itu berhenti, pengendara motor hitam itu mulai membuka helm nya.


"Dia pasti ketua nya!" ucap Leon sembari memberhentikan motornya.


"Dia seorang wanita?" batin Leon ketika helem nya terbuka.


"Woii!" teriak Rafka sembari memukul bahu Leon dari belakang.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Gio yang penasaran.


"Bukan apa\-apa," jawab Leon yang tidak melihat lagi pemilik motor hitam tadi.


"Berapa orang yang ikutan balap malam ini?" tanya Leon penasaran.


"Sekitar lima orang dan aku dengar Ketua dari geng Zurrah juga ikut balapan," jelas Rafka.


"Benarkah?" tanya Leon sedikit kaget.


"Hmmm..." balas Rafka berdeham.


Entah kenapa wajah Leon lansung berubah menjadi pucat.


"Ayo Leon," ajak Rafka saat para pembalap sudah berada digaris Star.


"Leon, semoga berhasil!" ucap Gio memberikan semangat untuk Leon, Leon hanya membalas dengan senyuman.


Brummm...brummm...brummm....


Semoga para pembalap bersiap untuk melepaskan kompleng nya dan melaju menuju garis finis.


Satu...


Dua...


Mulai!


Ucap seorang wanita cantik dengan pakaian kurang bahan sembari mengimbarkan bendera warna hitam.


Semua pembalap melaju begitu cepat dan para pendukung pembalap memberikan semangat untuk pembalab yang mereka sukai.


"Leon ayo Leon!!!" teriak para gadis\-gadis memberikan semangat Leon.


"Indola kalian tidak akan menang!" ucap seorang pemuda yang lumayan tampan dia bernama Adrian Alexander anggota dari geng Zurrah.


"Apa maksud kalian?" tanya Gio yang tak senang.


"Biarin aja!" tahan Rafka sembari memegang tangan Gio.


Sementara itu Leon sedang berusaha menyamai kecepatan si pengendara hitam yang memimpin, sedangkan garis finis sebentar lagi akan sampai.


"Wah itu Ketua!" teriak anggota geng Zurrah senang ketika melihat sipengendara motor hitam terlihat lebih awal mucul.


Dalam hitungan detik sipengendara motor hitam sampai digaris finis lebih awal, sementara Leon harus berada diuruttan nomor dua.


"Maaf ya," ucap Leon terlihat sedih.


"Gak papa kok Leon," jawab Rafka sembari menepuk bahu Leon dan disertai dari anggukan dati Gio.


Sipengendara motor hitam pun membuka hlm nya karna merasa gerah.


"Dia wanita!" ucap orang\-orang yang kaget.


"Leon kamu dikalahkan oleh wanita!"


"Kau benaf Rafka!" sambung Gio tak percaya. "Dan juga geng Zurrah dipimpin oleh seorang wanita," sambung Gio yang masih tak percaya dengan yang dilihat.


 


Keesokan harinya...


Kring...kring...kring....


Bunyi alaram membangunkan Luna yang masih mengantuk, Luna pun berusaha mematikan alaramnya dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Sementara itu Leon sedang sarapan bersama ibunya, hanya detingan sendok berbunyi.


"Bagaimana dengan sekolah mu?" tanya Ibu Leon setelah beberapa lama terdiam.


"Seperti biasa tidak ada yang menarik," ketus Leon.


Ibu Leon memilih untuk tidak bertanya lagi, karena Ibu Leon tidak ingin membuat keributan dipagi hari.


~~••••


"Masih mengantuk ya bos?" tanya Bayu saat melihat Luna menguap.


"Hmmm," jawab Luna lesuh sembari masuk kedalam mobil.


"Kalau sudah sampai baru bangunin!" ucap Luna kepada Doni.


"Baik Bos."