
"Itu Leon!"
"Mana?"
"Itu!"
Tunjuk siswa perempuan histeris saat melihat seorang pria tampan datang bersama beberapa pria tampan lainnya.
"LEON?!"
Teriak siswa-siswa perempuan senang ketika melihat sang idolanya, itu sudah hal biasa setiap sekolah pasti ada lelaki tampan.
Lee Jo Hon adalah seorang lelaki tampan yang memiliki darah campuran Korea-Indonesia, Lee Jo Hon biasa dipanggil dengan sebutan Leon. Selain tampan Leon juga anak kolomegrat, Ibu Leon seorang pengesuha yang cukup terkenal dan Ayah Leon juga seorang pengusaha. Namun diusia 10 tahun Ayah dan Ibu Leon bercerai, Leon pun memutuskan untuk tinggal bersama dengan Ibunya di Indonesia.
Diwaktu yang sama tampak seorang wanita cantik berjalan dengan angkuh, bersama teman-teman nya Dia adalah Natalia Syahputri.
Tak beberapa lama kemudian sebuah mobil mewah hitam berhenti didepan gerbang, seorang bodygaurd pun berlari dan membuka pintu mobil. Tampak seorang siswa perempuan yang baru saja turun dari mobil, dia berjalan dengan santai memasuki gerbang sekolah, semua orang tercengang ketika melihat wajah cantik.
Natalia hanya menyela tidak suka dengan kehadiran siswa baru itu, Natalia merasa tersaingi dengan kedatangan nya.
"Permisi ruang kepala sekolah dimana ya kak?" tanya siswa cantik itu dengan sopan kepada seorang siswa perempuan berkacamata.
"Sebelah sana,"
"Terima kasih," balas nya tersenyum.
Siswa perempuan hanya mengaguk pelan.
"Wah cantik nya," puji nya sembari memperbaiki kacamata nya.
Raisa Agatha Sari seorang siswa perempuan calun, Raisa slalu dibuli disekolah karna penampilan nya yang culun. Selain culun Raisa juga anak dari keturuna biasa-biasa saja, ibu Raisa hanya memiliki warung kecil.
Sesampainya dikelas Raisa langsung membersihkan mejanya yang penuh dengan sampah oleh perbuatan anak-anak yang merasa dirinya paling keren.
"Hahaha..."
Tawa semua siswa pecah ketika salah satu perempuan menempelkan sebuah kertas dibelakang baju Raisa, dengan tulisan "AKU GILA!"
Raisa hanya menghela nafas dan kembali memasukkan sampah kedalam tong sampah. Meskipun ada rasa kesal, Raisa tidak bisa membalas nya karna semua anak-anak disini adalah anak orang kaya.
"Anak-anak harap semua tenang!" teriak seorang guru wanita yang baru saja masuk sembari memukul meja dengan penghapus papan, dia bernama Rahmi Fatmawati guru yang baru mengajar selama 2 tahun.
Mendengar teriakan dari guru, semua siswa kembali pada tempatnya.
"Wih murid baru ni,"
Bisik salah seorang pria yang bernama Gio Mayfendra.
"Hari ini kita kedatangan seorang murid baru. Perkenalkan dirimu," ucap Rahmi tersenyum kepada siswa cantik itu.
"Nama ku Luna Azzura dan semoga kita bisa berteman," ucap Luna singkat.
"Wow!!" semua murid cowok serentak ketika Luna hanya mempekernalkan dirinya dengan singkat.
"Luna silahkan duduk dikursi terakhir sebelah Raisa,"
Luna hanya mengaguk dan berjalan pergi menuju tempat kursi kosong.
"Hai! Saya Raisa. Senang berkenalan dengan mu," sapa Raisa yang senang akhirnya mendapatkan teman sebangku.
"Aku Luna," balas Luna tersenyum.
Setelah selesai berkenalan Raisa dan Luna kembali fokos kedepan dan mendengarkan penjelasan dari Guru.
Kring...kring...kring!
Bunyi bel berbunyi beberapa kali, semua siswa senang akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba yaitu waktu makan siang.
"Raisa!" panggil Natalia menghampiri meja Raisa dengan beberapa temannya.
"I-ya," jawab Raisa sedikit gugup.
"Aku lagi mager! Tolong deh belikan aku makan siang!" titah Natalia sembari memberikan uang seratus ribu.
"Ba-baik," jawab Raisa ketakutan.
"Hei anak baru!" bentak Natalia setelah Raisa berlalu pergi.
"Wah gak ada sopan santun nya ni anak!" ucap Natalia yang kesal. "Kalau orang ngomong itu dilihat!" sambung Natalia.
Luna hanya menghela nafasnya dan kembali fokos pada buku yang dibacanya, Luna tak menghiraukan perkataan Natalia dan orang-orang yang mulai mengerumuninya.
Karena merasa direndahkan Natalia mengambil buku Luna dengan kasar.
"Sialan!" ucap Luna pelan.
"Apa kau bilang!" bentak Natalia sembari menjambak rambut Luna dengan kasar. "Kau tidak tau apa kalau aku ini anak kepala sekolah! Tak ada yang berani melawan ku!" bentak Natalia marah.
"Jauhkan tangan kotor mu dari rambut ku!" bentak Luna yang lansung berdiri.
"Berengsek!" ucap Natalia sembari melayangkan tangan nya kearah Luna, namun dengan sigap Luna menghetikan tangan Natalia sebelum sampai diwajah mulus Luna.
"Jangan cari masalah dengan ku! Kalau tak ingin wajah mulus mu berubah menjadi luka!" ancam Luna sembari melepaskan tangan Natalia dari rambut Luna dengan kasar, wajah Natalia lansung berubah menjadi pucat ketika melihat tatapan dari Luna.
"Jangan anggap semua orang itu lemah!" ucap Luna tersenyum sinis.
Tak beberapa lama kemudian Raisa kembali dengan makan siang Natalia dan beberapa makanan lainnya untuk Luna.
"Natalia ini makan siang mu," ucap Raisa sembari meletakan kantong plastik putih dengan tangan gemetar, Raisa tidak tau apa yang telah terjadi, tapi Raisa cukup heran kenapa tiba-tiba wajah Natalia berubah jadi pucat dan suasana kelas kelas berubah sunyi, tidak seperti biasa yang slalu ribut.
"Luna! ini aku belikan makan siang untuk mu," ucap Raisa tersenyum sembari menyerahkan roti dan air putih.
"Makasih," balas Luna tersenyum. Luna pun memakan roti dari Raisa dengan santai, seolah tidak terjadi apa-apa.
.~~••~•••
"Leon dan Rafka tuh," ucap Gio tersenyum saat melihat temannya sedang menunggu nya di gerbang sekolah.
"Woi!"
Teriak Gio sembari memukul bahu Leon dan Rafka.
"Astaga Gio!" Jawab Leon dan Rafka serentak
Gio hanya tertawa tipis melihat temanya yang hapir jantungan karna ulahnya. "Kalian mau dengar sesuatu lucu gak?" tanya Gio yang begitu semangat.
"Apa?" jawab Leon dan Rafka serentak.
"Lo tau gak Natalia yang sekelas dengan ku?"
"Hmm ada apa dengan dia?" tanya Leon penasaran.
"Wajah nya lansung berubah jadi pucat saat berhadapan dengan anak baru. Hahahaha...." tawa Gio senang.
"Masak iya si nona cantik itu takut sama anak baru. Bukan dia paling jago dikelas mu?" tanya Rafka dengan nada sedikit mengejek.
"Beneran!" ucap Gio berusaha meyakinkan kedua temanya.
"Ohw!" jawab Leon yang tak berminat lagi mendengarkan cerita dari Gio.
"Ayo kita pulang!" ajak Leon sembari merangkul bahu Rafka.
"Hei jangan tinggalin aku!" teriak Gio saat melihat Leon dan Rafka pergi meninggalkan nya.
"Jangan tinggalin aku," sela Gio saat Leon dan Rafka sibuk membicarakan rencana berikutnya.
"Heheheh ada yang ngambek nih," tawa Rafka saat melihat bibir Gio manyun.
Sementara itu sebuah mobil hitam mewah sudah menunggu kedatangan Luna didepan gerbang sekolah, salah satu bodygaurd Luna langsung membukakkan pintu untuk Luna.
"Bagaimana dengan sekolahnya bos?" tanya sekretaris Luna penasaran.
"Kurang menarik banyak anak\-anak sok jago disana," ketus Luna sembari membuka iPad.
"Bos harus betah disana. Jangan sampai dipindahkan lagi," ucap Bayu.
"Udah jangan ceramahi aku. Tolong pesankan aku makanan lezat!" ketus Luna yang malas mengingat masa lalu.
Beberapa minggu lalu Luna dipindahkan dari sekolah, karna mematahkan tangan teman sekolahnya. Ayah Luna seorang Bos Mavia, sedangkan Luna adalah Bos kedua jika terjadi sesuatu terhadap ayah Luna. Luna belajar bertarung dari Ayah Luna, Luna sangat menyukai perkelahian. Namun Ayah Luna memohon agar Luna tidak mencari masalah disekolah baru nya, Ayah Luna hanya ingin Luna lulus Sekolah dan melanjutkan kuliah kesebuah universitas seperti anak lain pada umumnya.