
Calvin membelai wajah Bella yang selama ini sangat di rindukanya, wajah Calvin terus tersenyum semenjak bangun dari tidurnya.
Calvin mencium kening wanita yng tengah tertidur, lalu membelai pinggang yang terbalut selimut.
“Kamu tidak pernah berubah, wajah mu tetap cantik.” Ucap Calvin.
Bella yang merasa terusik perlahan membuka matanya pelan, rasa nyeri di kepalanya mampu menbuat dirinya meringis. Matanya membelalak saat melihat wajah seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai. Namun yanag lebih membuatnya terkejut lagi kenapa pria itu ada di kamarnya.
“Aaaaa!!” Teriak Bella sambil mendorong pria yang ada di depanya itu, ia terduduk lalu mendapati tubuhnya yang tidak memakai apapun. “Brengsek! Apa yang sudah kamu lakukan Calvin!” Pekik Bella dengan wajah syoknya. Ia menatap tubuhnya yang polos di balik selimut, tiba-tiba tubuhnya bergetar.
“Kamu memperkosaku?!” Pekik Bella lalu kembali memukul-mukul dada bidang milik Calvin.
“Hentikan Bella!”
Calvin berusaha menahan lengan Bella yang terus memukulnya. “Kamu tidak ingat apa yang kita lakukan semalam? Kamu sendiri yang memintanya, aku tidak tega menolakmu yang terlihat sangat kesepian.” Ucap Calvin.
Bukanya berhenti mendengar ucapan Calvin membuat Bella semakin murka. “Tidak! Tidak mungkin aku menghianati Axio!” Pekik Bella sambil terus memukul dada bidang Calvin yang kini berusaha memeluk tubuh Bella.
“Ya kamu memang tidak menghianatinya, tapi dialah yang menghianatinu.” Ucap Calvin perlahan dia mengeratkan pelukanya, menikmati aroma tubuhnyang sangat di rindukanya.
“Brengsek! Axio memang brengsek!” Pekiknya sambil menahan air mata yang hendak keluar, bukan Bella namanya jika menangis hanya dengan sebuah perselingkuhan. Dia hanya tidak suka mendapat fakta jika dirinya terlihat menyedihkan di mata para teman-temanya.
“Jangan sedih, aku ada untuk mu Bel.” Ucap Calvin sambil mengecup kening Bella.
“Tidak, aku harus menemui mertuaku dan melaporkan semua perbuatan Axio.” Ucap Bella. “Ya dia harus kembali kepadaku!” Pekiknya. Bella pun beranjak dari duduknya dan bergegas memunguti pakaian yang berserakan di atas lantai.
Dengan santainya ia memakai pakaianya di depan Calvin yang kini sedang menelan salivanya susah.
Calvin mendekat lalu memeluk tubuh Bella dari belakang. “Jangan hari ini, aku sangat merindukan mu.” Ucap Calvin sambil membelai paha Bella lalu perlahan naik ke atas perut lalu kedua pangkal dadanya.
Bella yang di belai hanya diam mematung smabil menatap lengan yang membelai tubuhnya, perlahan matanya terpejam menikmati sentuhan yang sangat ia rindukan.
“Ssshh kamu memang pandai membuatku bergaiirah Vin.” Ucap Bella tanpa sadar lenganya mengelus kepala Calvin.
“Lupakan Axio, dan bercintalah dengan ku.” Ucap Calvin membuat Bella semakin menikmati cumbuan yang di lakukan mantan kekasihnya itu.
Calvin mengangkat tubuh Bella dan membaringkanya di atas ranjang, ia pun mengungkung tubuh Bella yang ada di bawahnya dan mulai mellumat bibir yang sepalu di rindukanya.
.
Sementara di tempat lain.
Sah!
Naura dan Axio di nyatakan sah menjadi sepasang suami isteri, Axio mencium kening Naura yang kini menatapnya sambil tersenyum.
Acara itu sangat sederhana yang di saksikan kedua adiknya dan beberapa saksi juga penghulu.
Namun kedua anaknya tidak hadir karena Axio dan Naura sudah sepakat tidak memberi tahu kedua anak kembarnya.
“Akhirnya kita sudah resmi sebagai pasangan suami isteri.” Ucap Axio sambil berbisik di telinga Naura.
Acara ini memang di lakukan sangat mendadak bagi Naura, namun Axio sudah menyiapkannya dari jauh-jauh hari.
Walau acaranya sangat sederhana dengan gaun sederhana, tetap Naura sebagai pengantin sangat terlihat cantik dan elegan saat memakai gaun pengantin.
.
To be continued…