My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 29



Tepat saat Axio melangkah masuk ke dalam kediamanya sebuah gucci kecil melayang hingga terjatuh tepat di depan kakinya, Axio menatap tajam ke arah Bella yang berdiri dengan raut wajah frustasi.


Mata dan wajahnya memerah karena menahan rasa kesal hingga membanting semua barang-barang yang ada di depan nya, tapi itu saja belum cukup Bella bahkan samapi berteriak dan menjambak rambutnya sendiri karena kesal.


“Bella! Sudah ku bilang jika kau marah, jangan sampai melukai dirimu sendiri!” Pekik Axio.


Axio berjalan dan menarik kedua lengan Bella agar tidak melukai dirinya sendiri, namun tubuh itu terdorong jauh karena kekuatan Bella saat sedang marah bertambah berkali-kali lipat.


“Kau! Sudah ku bilang, jika kau harus datang ke setiap acara teman-temanku! Kenapa kau malah tidak datang!” Pekik Bella dengan kesal, karena suaminya lah dia harus menanggung malu karena langsung di gosipkan begitu saja oleh para teman-temannya di kalangan sosialita.


“Berhentilah berulah, aku lelah.” Ucap Axio, ia berusaha mengabaikan Bella seperti biasanya, namun Bella langsung kembali melempar pas bunga yang ada di depan nya hingga melukai kening suaminya.


“Bella!” Pekik Axio. Dia kesal hanya karena masalah sepele seperti ini, Bella selalu membesar-besarkan masalah. Ya dia memang sangat sensitif dengan teman-temanya, Bella selalu ingin terlihat sempurna di mata teman sosialitanya.


Hal itu yang selama ini membuat Axio muak, karena harus selalu bersikap baik-baik saja di depan semua orang. Padahal keduanya selalu bertengkar karena masalah sepele seperti ini, awalnya pernikahan mereka sangat harmonis. Walau tanpa cinta karena pernikahan ini hanya sebuah perjodohan, Bella selalu bersikap baik pada Axio.


“Apa maumu Bella?! Aku hanya tidak hadir ke acara arisan mu tapi kenapa kamu marah sampai segila ini!” Pekik Axio.


“Kau kira aku tidak tau!” Pekik Bella dengan air mata yang mulai menetes. “Teman ku bilang kau memiliki dua anak dan wanita lain di belakangku!” Pekik Bella dengan sangat frustasi.


Axio terdiam, ini memang bukan pertama kalinya teman sosialita Bella menggosipkan dirinya. Entah gosip tentang Axio yang memiliki selingkuhan, Axio yang berpaling dari Bella dan Axio yang naksir teman sosalita iaterinya itu sering terjadi tapi itu hanya gosip semata.


“Axio jawab aku!” Pekik Bella, karena ini lah Bella selalu ingin Axio ikut ke setiap acara yang ia datangi, karena tidak ingin mendengar gosip murahan seperti ini. “Axio!!!!”


“Ya! Dia benar! Aku punya dua anak kembar!” Pekik Axio dengan terus terang membuat Bella mendengus lemas sambil menahan bobot tubuhnya yang hampir terjatuh. “Aku memiliki anak dari wanita lain, puas kamu!” Pekik Axio dengan membuka jas yang sejak tadi di pakainya dan di lempar kasar dengan penuh tenaga seolah melampaiskan kekesalanya.


“Ja-jadi, kemarin obrolan kita?” Tanyanya dengan wajah bingung.


“Iya, dan kau tidak mau mengurus kedua anakku. Jadi lebih baik kita cerai.” Ucap Axio, bukan karena ada Naura yang akan dia nikahi. Namun Bella memang sudah keterlaluan selama ini kepada Axio.


“Apa kau bilang!” Pekik Bella sambil berjalan mengikuti Axio yang kini berjalan menaiki anak tangga. “Aku tidak akan bercerai denganmu! Kau yang jahat sudah menghianatiku Axio! Kenapa aku yang di ceraikan!” Pekik Bella.


“Katakan siapa wanita selingkuhanmu itu?!” Tanya Bella dengan nada tingginya. “Axio! Jawab aku!” Pekik Bella lagi karena Axio terus berjalan meninggalkan dirinya.


Brakk…


Pintu kamar itu hampir menyentuh hidung mancung milik Bella saat wanita itu hendak memasuki kamarnya.


.


To be continued…