My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 26



“Daddy, sebenarnya kita mau ke mana?” Tanya Abang Tian, ia sejak tadi sangat antusias pergi dengan keluarga kecilnya. Sementara Ale sejak tadi sibuk memandang jalanan di atas pangkuan Daddy nya.


Naura menoleh ke arah Axio, ia sendiri penasaran kemana sebenarnya mereka akan pergi, karena Axio hanya memintanya segera bersiap untuk pergi ke suatu tempat tanpa memberi tahu tujuanya.


“Daddy mau kasih kalian kejutan.” Ucap Axio. “Sebentar lagi kita sampai.” Lanjutnya saat sudah memasuki sebuah gerbang perumahan.


Mobil yang mereka tumpangi melewati bangunan rumah besar yang saling berjejer, mobil itu pun masuk ke salah satu rumah besar di sana.


“Kak, tumah siapa ini?” Tanya Naura sambil menarik lengan Axio yang hendak turun dari mobil, Axio pun menatap ke arahnya dan membiarkan kedua anaknya turun bersama Ronal.


“Rumah kita, ku rasa lebih baik kita tinggal di rumah ini.” Ucap Axio.


“Tapi Kak—“


“Sssttt, percaya padaku. Ini semua demi kebaikan kedua anak kita, aku ingin mereka hidup dengan layak dan memulai kehidupan yang baru. Kamu tidak marah kan Naura?” Tanya Axio lenganya kini membelai wajah mulus Naura. “Demi anak kita?”


Naura pun mengangguk, karena semalam ia pun sudah berjanji jika Naura akan melakukan apapun yang terbaik untuk kedua anaknya.


Axio pun mengecup kening Naura dan bergegas keluar dari mobil itu.


“Ayo kita lihat rumah baru Ale dan Abang.” Ucap Axio sambil memegang lengan kedua anak itu, Ale dan Abang tentu saja terkejut dengan ucapan Daddy nya, mereka berdua pun langsung antusias berlarian masuk ke dalam rumah besar itu.


“Daddy apa benal ini akan menjadi lumah kita?” Tanya Ale tidak percaya, rumah ini jelas jauh berkali-kali lipat lebih luas dari rumahnya yang kemarin.


“Tentu saja, asal Ale mau belajar hiruf R. Kita akan tinggal di sini selamanya.” Ucap Axio, ia pun berjongkok tepat di depan pintu rumah itu untuk menatap Ale sejenak.


“Kita belempat? Abang, Ale, Mommy dan Daddy?” Tanya Ale lagi.


“Tentu saja Ale akan belajal lebih giat lagi.” Ucap Ale, ia langsung memeluk Daddy nya itu.


“Kalian nerdua siap?” Tanya Axio. Naura hanya tersenyum berdiri di belakang kedua anaknya.


“Siap Dad.” Ucap Abang dan Ale.


“Ayo kita masuk.” Ucap Axio sambil membuka kedua pintu besar itu, mereka pun terkejut. Namun bukan terkejut dengan isi rumahnya, melainkan terkejut dengan sosok pria yang sangat percis dengan wajah Daddy nya.


“Daddy? Ko ada dua?” Tanya Ale spontan saat melihat saudara laki-laki Daddy nya.


“Hahah Surprise!!!” Teriak Bee dengan tertawa kaku, ia menatap Axio yang sudah menatapnya dengan tatapan tajam, jantungnya semakin berdebar tidak karuan. Karena ulah bodoh Bee, Cryl Maximillan jadi tau jika Axio memiliki dua anak dan memaksa Bee untuk mmebawanya ikut bersama dengan dirinya.


“Dion!” Pekik Axio pada asisten pribadinya itu.


“Tuan, maafkan saya. Nona Bee memaksa saya memberi tahu tempat ini.” Ucap Dion segera menundukan kepalanya.


Bibi Nur yang sejak tadi berdiri dengan Bee dan Cryl dia langsung bergegas mendekati kedua anak kecil itu.


“Tuan Tian sama Nona Ale mau ikut bibi keliling rumah?” Tanya Bi Nur, kedua anaknya pun menatap ke arah Naura untuk meminta ijin dari Mommy nya. Naura hanya mengangguk, karena ia pun tidak mau jika kedua anaknya melihat Daddy nya yang terlihat sedang marah.


Tepat saat kedua anak itu tidak terlihat lagi, Cryl tiba-tiba langsung melayangkan pukulan di perut Axio.


Bugh!!!


Bee dan Naura pun langsung berteriak saat melihat Axio tersungkur di atas lantai.