My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 19



Axio menatap tajam ke arah Brisea, dia membiarkan wanita itu begitu saja.


“Terserah apa mau mu, jika tidak mau dengar penjelasan ku pulanglah sendiri.” Ucap Axio dia langsung menyambar kunci mobil yang ada di tanganya, lalu berjalan ke arah mobil milik Brisea.


“Axio!” Pekik wanita itu dengan kesal, karena itu artinya Axio tidak peduli dengan dirinya yang sedang marah padanya.


Axio menghentikan langkahnya lalu kembali menatap ke arah wanita yang selalu bersikap menyebalkan itu.


“Kau bilang apa barusan?” Tanya Axio.


“Kak ayolah kamu yang salah di sini, kenapa kamu yang marah?” Ucap gadis dengan nama panggilan Bee itu.


Axio tidak lagi mendengar ucapan adiknya dia langsung naik kedalam mobil berwarna pink itu, walau Axio paling anti naik mobil adiknya mau tidak mau kali ini dia mengendarai mobil itu.


Brisea langsung bergegas ikut naik ke dalam mobil, ia tau jika kakaknya akan benar-banar tega meninggalkan dirinya di sana. Karena itulah dalam keadaan marah pun, ia harus mengalah dengan pria yang tidak mau kalah itu.


“Siapa dia?” Tanya Bee saat sudah memasang sabuk pengaman.


Axio tidak menjawab dia malah melaju dengan sangat kencang, bukan karena takut kena tilang justru karena inilah Bee memasang sabuk pengaman.


Karena ia tahu kakaknya yang mudah emosi dan sangat keras kepala itu akan bersikap kasar padanya.


“Aaaaa!!! Ay!! Kurangi kecepatanmu! Kau mau membunuhku!” Pekik Bresea dia memegang pegangan di pintu sebelahnya untuk menahan tubuhnya agar tidak terombang abing.


“Berhenti berteriak Bee!” Pekik Axio dengan kesal, Axio juga pusing karena itu artinya dia harus mencari cara agar anak-anaknya aman karena kini bertambah satu orang yang mengetahui keberadaan kedua anaknya.


“Berhentilah, Ay aku mohon.” Ucap Bee dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Bee sangat takut setiap kali Axio membawa mobil dlaam keadaan marah.


“Kalau begitu berjanjilah pada ku untuk tidak menceritakan apa yang kamu lihat hari ini?” Ucap Axio dengan tegas.


“Tidak! Kau salah! Aku harus memberi tahu Dad dan Mom!” Sentak Ber tidak mau kalah.


“Kalau begitu, bersiaplah mati bersama!” Pekik Axio semakin menambah kecepatan, Axio senang karena jalanan saat itu sangat sepi, jadi sangat mudah menggertak Bee.


“Ay!!!!!!!! Oke-oke aku tidak akan bilang! Tapi kau harus ceritain apa yang terjadi, setelah itu aku akan menganggap tidak melihat apapun.” Ucap Bee yang sudah mulai mual dan pusing dengan kaki yang sudah bergeta sejak tadi.


Axio tersenyum, ia langsung menurunkan kecepatanya dengan snagat mendadak sampai membuat Bee terpental ke depan.


“Uweggghh!!” Bee berlari keluar mobil, ia memuntahkan cairan yang keluar dari mulutnya.


Axio keluar membawa botol minum yang ada di dalam mobil itu, lalu memberikanya pada adik kembarnya itu.


“Bagaimana? Enak bukan?” Tanya Axio dengan sebelah bibir yang tersungging ke atas.


Ber menatap tajam ke arahnya, lalu mengambil bitol minum itu dengan kasar.


“Kau menyebalkan Ay!” Pekik Bee lalu meminum air mineral itu.


“Siapa dia?” Tanya Bee tiba-tiba saat selesai minum.


Senyuman Ay menghilang, dia langsung kembali masuk kedalam mobil.


Bee mengerutkan keningnya bibgung, lalu ia ikut masuk ke dalam mobil.


“Apa kau tergoda dengan janda dua anak?” Tanya Bee dengan terus terang karena hanya itulah yang terlintas di otaknya.


“Mereka anakku.” Ucap Axio dengan nada rendah sambil menatap lurus pada jalanan. 


“Iya aku tau mereka— What!” Pekik Bee saat mendengar jika kedua anak itu adalah anaknya. “Ba-bagaimana bisa?” Tanya Bee. 


“Apa kau berselingkuh sejak awal menikah dengan kak Bella?” Tanya Bee dengan raut wajah kesal. Bee tidak menyangka jika kakaknya yang genius ini tidak memiliki perasaan karena dengan teganya meoukai hati Bella.


“Kami tidak selingkuh—“


“Kau pikir aku bodoh! Aku tidak percaya itu, bahkan kamu punya dua prang anak selama kalian selingkuh.”


Axio langsung menatap tajam ke arah adiknya, Bee memang tipe orang yang tidak sabaran dan selalu berpikir aneh-aneh sebelum dirinya menjelaskan apa yang terjadi.


“Aku tidak tau jika aku punya anak, dan baru tau setelah beberapa minggu ini.” Ucap Axio. Bee semakin mengerutkan keningnya, ucapan Axio semakin membuatnya penasaran dengan cerita sepanjutnya. 


Axio yang melihat Bee yang tidak banyak komentar lagi seperti tadi langsung melanjutkan ceritanya. 


Dimana pertemuan pertama mereka, Axio menceritakan semua kejadian malam di mana pesta pelepasan masa lajangnya. Sudah pasti Bee kembali mengumpati kakaknya, dia bahkan mengutuk kakakanya itu. 


Dan Axio menceritakan awal mula ia mengetahui keberadaan anaknya, Bee bahkan sempet meneteskan air matanya saat mendengar jika anak kakaknya itu sakit dna harus menjalani operasi. 


Lalu Axio juga menceritakan berapa besar perjuangan Naura untuk membesarkan kedua anaknya, wanita itu bahkan harus di usir oleh keluarganya dan melepas masa depanya menjadi seorang Ballerina. 


Bee akhirnya menangis, ia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi kepadanya, Bee sampai memukuli dada kakaknya karena kesal.


“Kau memang jahat, Ay! Bagaimana bisa kau hidup bahagia di saat wanita itu menderita. Kenapa malam itu km tidak memberi tahunya jika kamu akan menikah, mungkin ini semua tidak akan terjadi!” Pekik Bee dengan kesal.


“Jika tidak begitu, aku tidak akan punya anak.” Jawabnya tanpa berpikir panjang dengan senyuman di bibirnya saat membayangkan betapa lucu kedua anak itu.


Axio juga tidak menyangka jika malam itu akan membuahkan hasil, dia tidak berpikir samaapi sana.


Bee menatap raut wajah bahagia Kakaknya.


“Apa kau senang saat tau jika kau punya anak?” Tanya Bee. 


Axio menyenderkan punggungnya di kursi kemudi lalu ia mengangguk. “Tentu saja, aku bahagia bahkan saat ini aku ingin segera pulang dan bertemu dengan mereka.” Ucap Axio. “Kamu tau Bee? Mereka sangat imut dna menggemaskan, wajahnya mirip denganku sampai Naura menangis karena tidak ada yang mirip denganya.” Ucap Axio sambil terkekeh mengingat Naura yang mengeluh dan menangis kepadanya.


Bee terdiam, tidak pernah ia melihat kakaknya tersenyum dan tertawa seperti ini. Bee bahakn sempat mengira jika Axuo tidak akan memiliki anak dengan wajahnya yang datar dan sikapnya yang dingin begitu. 


“Bagaimana dengan wanita itu?” Tanya Bee sampai membuat Ay menatap ke arahnya. “Kau masih menyukainya?” Tanyanya.


“Masih? Aku tidak pernah menyukainya?” Ucap Ay. 


Bee berdecak. “Kau tidak akan menyentuhnya jika tidak menyukainya Ay.” Ucap Bee sampai membuat pria itu terdiam.


“Cepat bawa aku menemui kedua anakmu.” Pinta Bee tiba-tiba.


Ay langsung menatap tajam ke arahnya. “Keluar!” Sentak Axio.


“Ini mobilku! Aku ingin bertemu dengan keponakanku Ay!” Sentak Bee tidak mau kalah. 


“Kau sudah berjanji padaku, akan melupakakn kejadian tadi seolah tidak pernah kamu lihat! Dan sekarang apa?” Tanya Axio dengan kesal, karena Bee selalu mengingkari janjinya.


“Ayy… aku janji tidak akan marah padanya. Aku ingin melihat keponakanku, aku juga Aunty nya mereka juga pasti mau bertemu dengan adik Ayahnya.”


Axio terdiam mendengar perkataan Bee.


.


To be continued…