
Bee tersenyum melihat roti buatanya dan kedua keponakanya, kini wanita itu berdiri di depan toko roti dengan di temani keuda ponakan, kakak dan Naura.
“Aku akan memberi Mom dan Dad roti ini.” Bisik Bee dengan bangga.
“Jangan bilang pada mereka.” Bisik Axio.
“Tenang saja, aku mengerti kak.” Ucap Bee lalu ia berjongkok dan menatap kedua keponakanya yang lucu itu. “Nanti Aunty main lagi dengan kalian yah.” Ucap Bee sambil mengelus kedua rambut keponakan nya.
Kedua anak itu mengangguk. “Ale sama Abang akan menunggu Aunty lagi, hati-hati di jalan Aunty. Ale sayang Aunty.” Ucap Ale sambil memeluk leher Auntynya. Dan Ber menarik Abang Tian agar ikut berpelukan, Bee pun berpamitan pada Naura dan Kakaknya.
“Sayang, Mom ke atas duluan yah.” Ucap Naura dengan wajah pucat dan kening berkeringat.
“Iya, biar aku yang membawa anak-anak.” Ucap Axio. Naura pun langsung ke atas tanpa banyak berbicara, sementara kedua anaknya nampak cemas.
“Ayo sayang,” ajak Axio hendak menggendong Ale.
“Dad, apa Daddy mau mengantar Ale dan Abang ke sana?” Tanya Ale menunju mini market yang ada di seberang tokonya.
“Kalian mau jajan? Boleh saja, tapi tanya dulu Mommy apa boleh kalian jajan?” Ucap Axio.
Abang menggeleng. “Bukan Dad, kami hanya akan membeli bebebrapa barang kebutuhan Mommy.” Ucap Abang.
Axio tidak banyak bertanya, dia membawa pergi kedua anak itu ke mini market di sebrang sana. Dan membebaskan kedua anaknya berkeliaran di dalam mini market itu.
Axio mengerutkan keningnya saat melihat Ale mengambil benda yang mungkin hanya irang dewasa yang pakai, atau mungkin anak seusia Ale sudah memakainya? Entahlah Axio tidak mengerti itu.
“Ale ini untuk siapa?” Tanya Axio.
“Kenapa dia meremas perutnya?” Tanya Axio.
“Karena Mommy kesakitan, Daddy tidak tau kalau datang bulan itu sakit?” Tanya Ale, seketika Axio menelan salivanya susah. Pantas saja Bella juga sering mengeluh sakit setiap bulanya, pikir Axio. Tapi dia tidak tau jika separah itu.
“Ale, Abang sudah dapat ini.” Ucap Abang Tian yang berlari mendekati Ale dengan keranjang di tanganya.
Axio dan Ale menoleh ke arah keranjang itu, di sana ada jamu khusus untuk menstruasi, obat untuk pereda nyeri, beberapa coklat dan makanan pedas.
Axio semakin heran, bagaimana anak-anaknya tau barang-barang seperti ini yang di butuhkan wanita yang sedang menstruasi.
“Mommy sering menyuruh kalian membeli barang ini?” Tanya Axio.
“Kami hanya membeli barang-barang yang biasa Mommy beli saat datang bulan Dad, jika Mommy tau kami membelinya sendiri sudah pasti Mommy marah.” Ucap Axio. “Abang dan Ale hanya tidak mau melihat Mommy kesakitan saat berjalan ke sini untuk membeli barang-barang ini. Mommy sudah banyak kesakitan saat melahirkan kami.” Ucap Abang.
Axio menarik kedua anaknya dan memeluknya.
“Kata Tante April, Mommy sampai kehabisan darah saat melahirkan kita.” Ucap Ale tiba-tiba mengingat cerita yang pernah ia dengar, karena itulah kedua anak ini selalu merawat Mommy nya saat wanita itu sedang datang bulan.
“Kami hanya bisa membalas kasih sayang Mommy dengan cara ini.” Ucap Abang lagi sampai membuat Axio meneteskan air matanya karena merasa bersalah.
.
To be continued…