My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 32



“Beri aku segelas alkohol dengan kadar paling tinggi.” Ucap Bella dengan tajam pada bartender yang ada di depanya, pria itu pun mengangguk lalu dengan segera menyajikan apa yang di minta wanita yang terlihat sedang marah itu.


Bella meneguk habis gelas sloki yang tidak sampai lima detik di sajikan di depan matanya, wanita itu langsung menggeplak meja di depanya dan memberikan gelas itu pada bartender lagi.


“Tambah lagi! Aku belum mabuk hanya dengan satu gelas kecil ini.” Ucap Bella, ia berharap bisa mabuk dengan berat dan melupakan kejadian hari ini. Bella bahkan berharap jika apa yang ia lihat malam ini hanyalah sebuah mimpi.


Beberapa kali Bella menenggak minuman beralkohol itu, sampai kini bahkan ia tidak sadar jika sejak tadi seseorang tengah menatapnya sambil tersenyum.


Seseorang yang sangat merindukan dirinya, pria itu pun perlahan mendekati wanita yang tengah mabuk itu. Wanita yang pernah ada di setiap momen, wanita yang membawa warna dalam hidupnya.


Tapi itu dulu, dulu jauh sebelum Bella memutuskan dirinya demi menikah dengan suaminya saat ini.


Bella bergegas bangun dari duduknya dengan tubuh yang tidak seimbang dan kepala yang terasa sedikit pusing. Dalam keadaan mabuk seperti ini pun ia masih dapat mengingat dengan jelas apa yang tengah melukai hatinya, matanya terasa berkabut sampai ia harus menjulurkan tanganya untuk mencari penopang tubuhnya.


“Bella…” panggil Calvin sambil meraih lengan wanita itu.


Bella menyipitkan matanya untuk mempertajam penglihatanya.


“Axio?” Panggil Bella. Lalu tiba-tiba wanita itu memukul Calvin dengan tad yang sejak tadi di bawanya.


“Bella! Hentikan!” Pekik Calvin sambil menahan kedua lengan wanita itu.


“Kamu jahat! Kamu membuatku menyesal menikahimu Ay! Aku benci kamu, kamu sama saja seperti seorang badjingan!” Pekik Bella dengan isak tangis, wanita itu hampir terjatuh karena tidak bisa menopang berat badanya, jika bukan Calvin yang menahannya mungkin Bella akan terjatuh.


“Bella! Lihat aku, aku Calvin bukan suamimu!” Pekik Calvin dengan rahang yang mulai mengeras, pria itu merasa nyeri di dadanya melihat wanita yang sangat di cintainya itu menangis karena pria lain.


Padahal selama ini ia tidak pernah mengusik kehidupan Bella agar wanitanya bahagia dengan pilihanya sendiri, tapi apa ini? Axio rupanya menyakiti wanita yang selama ini di jaganya.


Calvin tidak mendapatkan jawaban sedikitpun dari wanitanya karena Bella terus berceloteh tidak jelas karena masih dalam pengaruh alkohol.


“Dengarkan aku.” Ucap Calvin sambil menarik dagu Bella agar menatap ke arahnya.


Bella terdiam dan menatap lekat wajah tampan Calvin.


“Calvin?” Panggil Bella dengan sangat pelan.


Calvin tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan.


“Kamu mau ikut denganku?” Tanya Calvin, bukanya menjawab Bella justru malah menyosor pada bibir Calvin.


Wanita itu mencium bibir Calvin dengan sangat tidak sabaran, tentu saja Calvin tidak menyia-nyiakan momen itu. Ia membalas ciuman wanita yang sangat di rindukanya, wanita yang sudah membuat hancur hatinya selama beberapa taun belakangan ini.


Bibir itu saling bertautan, saling membalas menghisap dan menuntut. Calvin meraih tubuh bella dan mengangkat tubuh itu tanpa melepaskan ciuman yang tengah mereka lakukan, Calvin bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang di laluinya.


.


To be continued…