My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 28



Axio tersenyum melihat raut wajah hawatir dari calon isterinya, perlahan lengannya menyentuh lembut pipi Naura.


“Aku baik-baik saja.” Ucap Axio tidak mau membuat Naura khawatir. “Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?” Tanya axio karena pria itu akan segera menjadwalkan hari pernikahanya.


Naura menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak mau melangsungkan pesta pernikahan, cukup mendaftarkan pernikahan pada negara dan melaksanakan ijab qobul tanpa sepengetahuan kedua anak kita.” Ucap Naura.


Axio langsung memeluk wanita itu, ia tau jika Naura tidak ingin membuat kedua anaknya bingung karena kedua orang tuanya baru menikah.


“Aku janji akan menebus semuanya,” gumamnya dalam hati.


Naura melepaskan pelukanya dan menatap wajah Axio yang sangat mirip dengan wajah saudara kembarnya, hanya saja gaya rambutnya yang berbeda.


“Ada apa?”


“Abang dan Ale sangat suka berfoto, apa kita bisa berfoto berempat?” Tanya Naura. Axio menganggukan kepalanya pelan, jangankan berpoto apapun akan dia lakukan untuk menebus semua kesalahanya selama ini.


“Tentu saja, kita akan melakukanya setiap hari, dan menempelnya di semua dinding di rumah kita ini.” Ucap Axio dengan kening yang mulai menempel di kening Naura.


Matanya tertuju pada bibir ranum itu, entah mengapa Axio selalu berdebar-debar tidak karuan saat berada di dekat Naura.


“Boleh aku mencium bibirmu?” Tanya Axio.


Dada Naura berdegup sangat kencang, ia malu untuk menjawab namun tidak enak untuk menolak. Ia pun hanya mampu menggigit bibir bawahnya yang semakin membuat Axio gatal ingin segera menyicipi bibir ranum itu.


Nafasnya memburu, Axio segera menempelkan bibirnya di bibir ranum itu tanpa menunggu lagi jawaban dari sang pemilik bibir.


Naura ikut memejamkan matanya, menikmati permainan lidah Axio yang entah mengapa membuatnya terhanyut dalam permainan lidah itu sampai membuat dirinya sendiri membalas setiap gerakan yang di lakukan Axio.


Pria itu sangat lihai bermain di dalam rongga mulutnya, bibirnya tertarik saat mendapat hisapan kuat dari bibir tebal Axio.


Naura berusaha mendorong Axio yang masih menikmati bibir ranum milik Naura. “Dad, ada Kak Dion.” Ucap Naura berusaha menyadarkan Axio yang sudah di balut gaiirah.


Wajah sayu itu seketika berubah menjadi wajah kesal dan menatap tajam ke arah asisten pribadinya itu.


“Ada apa! Jika bukan hal penting lebih baik pergi!” Ucap Axio dengan kesal.


“Tuan, tapi ini sangat penting.” Ucap Dipn lagi setelah membalikan tubuhnya untuk menatap Tuan nya.


“Ada apa?”


Dion tidak menjawab dan hanya menatap serius pada Axio, karena tidak mungkin jika dia membicarakan isterinya di depan wanita yang akan di nikahi Tuan nya itu.


Axio lalu menatap pada Naura. “Dad harus pergi dulu, nanti malam Dad pulang tolong sampai kan pada Abang dan Ale.” Ucap Axio.


Naura mengangguk. “Aku mengerti,” ucap Naura.


“Temuilah Bi Nur, dia yang akan mengurus keluarga kecil kita ke depannya.” Ucap Axio dia pun mengecup kening Naura dan pergi meninggalkan Naura yang masih duduk menatap kepergianya.


“Ada apa dengan Bella?” Tanya Axio saat memasuki mobilnya.


“Dia sedang mengamuk Tuan, lebih baik anda segera menemuinya.” Ucap Dion.


.


To be continued…