My Beautiful Mom

My Beautiful Mom
MBM 27



“Cyi! Hentikan!” Pekik Bee, sementara Naura langsung memeluk tubuh Axio dan menghalangi Cyi agar tidak kembali memukul calon suaminya.


“Minggir kalian!” Pekik Cyi.


“Tolong, jangan pukul lagi Kak Ay. Anak-anakku akan menangis jika melihat Daddy nya terluka.” Ucap Naura hanya itu yang bisa keluar dari bibirnya, ia tidak mungkin jika bilang dirinya lah yang akan menangis.


“Kenapa kamu membelanya?! Apa kamu tidak benci pada pria yang sudah membuatmu menderita?!” Pekik Cyi dengan kesal. Bagaimana pun Naura pasti benci dengan kakaknya, mengingat selama ini Naura pasti menderita di atas kebahagiaan kakaknya.


“Karena aku juga menginginkanya saat malam itu.” Ucap Naura mau tidak mau ia harus jujur, karena sudah dua kali Axio di salahkan seperti ini. Namura memang sempat membenci Axio yang hidup bahagia di atas penderitaanya, tapi memilih tidka memberitahunya itu adalah keinginan Naura bukan kesalahan Axio.


Dan lagi, pada malam itu tidak sepenuhnya Axio yang salah. Naura juga terpesona dengan ketampanan Axio sampai menginginkan sentuhan pria itu.


Cry dan Bee terdiam, Bee tidak tau jika hal itu karena keinginan kedua belah pihak karena Axio tidak memberi tahu dengan jelas perasaan mereka saat melakukanya.


Axio pun menatap ke arah Naura yang kini menutup wajahnya dengan isak tangi, mungkin karena sakit mengingat masa kelamnya.


Axio menarik tubuh Naura masuk ke dalam pelukanya. “Jangan nangis, maafkan aku.” Ucap Axio.


Cry pun menghempaskan tubuhnya di atas sofa, dia tidak habis pikir dengan jalan hidup saudara kembarnya itu.


“Lalu apa ini?” Tanya Cry.


Axio pun membopong tubuh Naura bersama dengan Bee yang membantunya, mereka duduk di sofa yang sama.


“Aku akan menikahi Naura.” Ucap Axio.


“Biar aku yang mengurusnya Cyi, kamu tidak perlu rwpot memikirkan urusanku.” Ucap Axio akhirnya membuat Cyi kesal.


“Aku juga sauradaramu Kak! Aku… sudahlah urus saja urusanmu!” Pekik Cyi dengan kesal. Dia lalu berjalan ke dalam menuju halaman belakang di rumah itu untuk meredakan rasa kesalnya.


“Kak Ay, Naura maafkan aku.” Ucap Bee karena dia akhirnya saudara kembarnya jadi tau maslaah yang di alami kedua orang itu.


Axio menatap kesal pada adiknya. “Siapa lagi orang yang kau beri tahu, Bee?” Tanya Axio.


Bee menelan salivanya susah, kepalanya langsung menggeleng hebat. “Bee tidak memberi tahunya Kak, Bee hanya tidak sengaja memberi tahunya.” Ucap Bee membuat Axio semakin menatapnya tajam. “Tidak ada lagi, cuma Cyi yang tau.” Ucap Bee dengan cepat ia berlari mengikuti Cyi.


“Jangan mematahi Kak Bee, dia pasti tidak sengaja. Lagi pula benar apa kata adik laki-laki mu Kak. Kedua orang tua mu pasti akan marah, maafkan aku…” lirih Naura. Karena niat Axio yang ingin menikahinya pria itu malah mendapat masalah karena dirinya.


“Tidak perlu meminta maaf, ini memang akan terjadi.” Ucap Axio, dia sudah memprediksi ini. Bahkan Axio kira Cyi akan melakukan lebih dari ini.


Sekarang tinggal menunggu kedua orang tuanya, Axio tetap akan terima jika kedua orang tuanya membenci dirinya. Bagaiamana pun kedua anaknya yang paling penting saat ini.


“Apa perutnya sakit?” Tanya Naura, ia hawatir saat mengingat betapa kerasnya pukulan yang di lakukan saudara kembarnya Axio itu.


.


To be continued…