My Annoying Husband

My Annoying Husband
8. Mengkhawatirkannya



Pagi hari di negara R


"apa kau ada syuting hari ini" tanya Daniel sambil memasukkan sepotong roti kedalam mulutnya.


"tidak ada, aku akan mengurus perusahaan ku" jawab irene fokus kepada makanan nya, tanpa menatap Daniel.


"apa yang akan kau lakukan?"


"aku akan mengambil kembali perusahaan tersebut"


"apa kau memperlukan bantuan ku" Daniel menatap Irene.


"terimakasih.... tapi aku akan berusaha sendiri, semua ini kesalahan ku jadi aku akan menanggungnya"


"apa kakakmu tau akan hal ini"


"aku belum memberi tahunya, tapi cepat atau lambat dia akan mengetahui nya" Irene meletakkan garpu dan pisau diatas piring.


"jika kau membutuhkan bantuan jangan sungkan bilang kepada ku" Daniel juga sudah selesai memakan sarapannya.


Irene hanya menatap Daniel tanpa memberi jawaban, suara bel membuat kedua orang tersebut sadar dari lamunan masing-masing.


"sepertinya itu manajerku, aku harus segera pergi" Irene beranjak berdiri dari tempat duduknya, merapikan sedikit penampilannya dan mengambil tas yang sudah dia siapkan.


"bolehkah aku pergi bersamamu" Daniel memegang pergelangan tangan Irene.


"tidak perlu, aku bisa menyelesaikan nya sendiri" dengan lembut Irene melepas genggaman tangan Daniel.


"aku mengkhawatirkan mu" jujur Daniel.


"kau tidak perlu mengkhawatirkanku, seharusnya kau khawatirkan saja perasaanmu kepadaku" Irene berjalan menuju pintu, Daniel segera mengejar Irene dan membukakan pintu untuk wanita tersebut, didepan pintu sudah berdiri seorang gadis muda mengenakan kacamata dengan pakaian yang sangat kasual.


"kak Irene, aku sungguh merindukanmu" gadis tersebut langsung memeluk Irene.


"bernice ini adalah suamiku kau pasti sudah tau akan pernikahan ku kan" Irene memperkenalkan pria yang dari tadi berdiri dibelakangnya.


"halo kakak tampan aku bernice manajer kak Irene, selama ini kak Irene sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri tadi aku harap kau tidak mengkhianati kak Irene seperti laki-laki brengsek itu" bernice mengulurkan tangannya kepada Daniel.


"aku Daniel xi dan aku tidak akan pernah mengecewakan kakakmu" balas Daniel sambil menatap nakal kearah Irene.


"ku harap kau bisa memegang kata-kata mu kak Daniel" lanjut bernice.


"ayo kita berangkat" Irene segera berjalan menuju mobil diikuti oleh bernice, sebelum Irene menutup pintu mobil sepasang tangan menahan pintu tersebut, tanpa izin Daniel mencondongkan badannya kedepan dan mengecup lembut puncak kepala Irene, Irene terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Daniel hingga membuatnya kehilangan kata-kata, bahkan bernice tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang, meskipun selama ini dia tau Irene memiliki pacar tapi Irene bukan tipe orang yang suka memamerkan hubungannya kepada orang lain.


"pulanglah sebelum larut malam, aku akan menunggumu untuk makan bersama" ucap Daniel sambil mengelus kepala Irene dan langsung menutup pintu mobil.


💕


Didalam mobil


bernice masih menatap Irene dengan tatapan penuh selidik.


"kenapa kau menatapku seperti itu" tanya Irene karena merasa risi dengan tatapan bernice.


"apa kak irene sudah benar-benar jatuh cinta pada kak Daniel?" tanya bernice dengan memicingkan sebuah matanya.


"bernice, kau seharusnya lebih tau daripada orang lain bagaimana diriku yang sekarang"


bernice hanya diam tanpa memberikan jawaban, dia tau dengan jelas bagaimana kisah cinta antara Irene dan laki-laki brengsek tersebut, hingga membuat Irene harus keluar dari keluarga besarnya demi hubungannya, tetapi ternyata laki-laki tersebut hanya memanfaatkan kepolosan Irene demi mendapatkan ambisinya.


"tapi aku rasa kak Daniel cukup baik" ucap bernice pelan.


"sejak kapan kau memanggil orang lain dengan sebutan kakak? bahkan selama itu kau tidak pernah menyebut Felix dengan kakak" tanya Irene, yang hanya mendapat cengiran dari lawan bicaranya.