
"kau akan tidur dimana" tanya Irene kepada Daniel yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"tentu saja tidur diatas ranjang, kalau tidak disitu dimana lagi" jawab Daniel sambil mengusap rambut basahnya dengan sebuah handuk.
"aku tidak mau tidur satu ranjang denganmu"
"ayolah manis.... kita sudah resmi menjadi suami istri bahkan sejak satu bulan yang lalu, apa salahnya jika kita tidur satu ranjang"
"itu hanya keputusanmu..... ketika itu bahkan kau tidak menanyakan pendapatku" jawab Irene sinis.
"aku akan tetap tidur disini" Daniel langsung membaringkan tubuhnya disamping Irene.
"kalau begitu aku akan tidur di sofa" Irene beranjak berdiri dari tempat tidurnya tetapi sebuah tangan menahannya.
"jangan tidur di sofa" pinta Daniel dengan suara yang lebih lembut.
"tidurlah disini, aku tidak akan melakukan apa-apa kepadamu" lanjutnya.
"apa aku bisa memegang kata-kata mu?" tanya Irene penuh selidik.
"jika aku melanggar, aku akan menyerahkan diriku padamu" jawab Daniel serius.
"aku tidak tertarik, lebih baik kau memakai baju jika ingin aku tidur disini" Irene melepaskan cengkraman Daniel dilengannya.
"aku terbiasa tidur seperti ini"
"tapi aku tidak terbiasa, bisakah kau sedikit menghormatiku"
"sekarang sudah tidak terlihat kan" Daniel mengangkat selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hanya kepalanya saja yang menjulur keluar selimut, Irene menarik nafas berusaha menahan amarahnya.
"terserah kau saja" dia langsung mengambil tempat disamping Daniel dan tidur membelakanginya.
"Daniel xi" panggil Irene
"jangan pernah memanggil namaku seperti itu, kau bukan bawahanku dikantor" balas Daniel, Irene terdiam sesaat.
"ada beberapa hal yang harus kita bicarakan" lanjut Irene, Daniel hanya diam tidak menanggapi pertanyaan Irene.
"Daniel.... apa kau sudah tidur"
"tapi......." belum selesai irene mengucapkan perkataannya, sebuah tangan memeluknya dari belakang membuat tubuhnya menempel dengan tubuh Daniel.
"apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku" Irene berusaha melepas kedua tangan Daniel
"diamlah..... aku hanya ingin tidur seperti ini" balas daniel.
"tapi aku...... "
"aku tidak akan melakukan apa-apa"
akhirnya Irene mengalah dan membiarkan Daniel memeluknya layaknya sebuah bantal, dia tau Daniel terlalu capek melewati hari yang melelahkan ini.
💕
Sinar matahari pagi menerobos masuk melewati celah korden, namun dua pasang manusia yang sudah resmi menjadi pasangan suami-istri tersebut masih terlelap nyenyak menikmati entah apa yang mereka impikan, kini tanpa disadari posisi mereka saling memeluk satu sama lain seakan-akan mereka mencari kenyamanan posisi tidur bahkan terlihat enggan melepas posisi hangat tersebut hingga sang pria membuka mata terlebih dahulu.
"kau benar-benar cantik" ucap Daniel pelan sambil memandangi wajah mungil yang berada dalam dekapannya, dan merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah sang wanita, sang empu hanya diem dan menggelengkan kepala tanpa ada niat untuk membuka mata sama sekali.
"lihat... siapa yang semalam minta tidur terpisah" dia mengusap pelan pipi wanitanya. sang wanita merasakan ada sesuatu yang menyentuh pipinya diapun langsung membuka mata.
"apa yang kau lakukan padaku" tanyanya serak khas suara bangun tidur, dengan masih memeluk tubuh pria yang berada disampingnya, setalah ia menyadari apa yang dia lakukan, diapun melepas cepat tangannya.
"maaf aku tidak sengaja" Irene berusaha duduk.
"aku tidak masalah" jawab Daniel santai, melihat Irene beranjak dari tempat tidur Daniel langsung menarik tubuhnya hingga membuat Irene jatuh dalam pelukannya.
"kau mau kemana"
"aku mau mandi, lepaskan aku Daniel"
"kau masih lelah, lebih baik kita tidur lagi saja"
"baiklah" tanpa membantah Irene mengambil posisi tidur yang nyaman, Daniel begitu senang karena hari ini Irene selalu menuruti perkataannya.
Merekapun tidur kembali hingga waktu tengah siang, setelah itu mereka kembali berdebat tentang tempat tinggal mana yang harus mereka tinggali, yang akhirnya perdebatan tersebut dimenangkan boleh Daniel, mereka akan tinggal disalah satu penhouse milik Daniel.