My Annoying Husband

My Annoying Husband
10. Dia menangis



Irene menepati janjinya untuk kembali kerumah sebelum larut malam, karena suasana hatinya sangat buruk dia langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak dilantai dua tanpa memperdulikan sapaan dan pertanyaan.


Daniel yang sedari tadi sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


"apa yang terjadi padamu? kenapa kau mengabaikan ku?" tanya Daniel, menahan tangan Irene hingga membuatnya menghentikan langkah, Irene diam berusaha melepas tangan Daniel dari tangannya tanpa memberikan sebuah jawaban bahkan dia tidak menoleh kebelakang sama sekali.


"apa yang terjadi?" Daniel mengulangi pertanyaannya.


"tidak ada apa-apa jadi lepaskan tanganku" Irene masih berusaha melepaskan tangannya.


"kau tidak bisa membohongi ku" ucap Daniel tegas, memegang tangan Irene semakin erat.


"aku mohon lepaskan tanganku" suara Irene semakin melemah, Daniel yang mendengar jawaban tersebut dia yakin ada sesuatu yang tidak benar, diapun memaksa Irene untuk menghadap kearahnya.


"katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi" Daniel memegang kedua bahu Irene dengan lembut, irene hanya menggelengkan kepalanya dan terus menunduk pandangannya agar laki-laki yang berada didepannya tidak melihat wajahnya.


"apa aku harus memaksamu" Daniel berusaha membuat Irene untuk menatapnya.


"kenapa..... kenapa....." tanya Irene dengan masih menundukkan kepalanya, setetes air mata mengalir pelan dari kedua matanya.


"kenapa semua orang begitu jahat padaku, apa salahku? apakah aku memang layak mendapatkan semua ini" Irene menatap lesu kearah Daniel dengan beruraian air mata.


"apa salahku...... apa salahku" irene memukul pelan dada Daniel dengan kedua tangan kecilnya.


"apa sudah tidak ada orang yang menyanyangiku lagi di dunia ini" suaranya semakin melemah, dia hampir saja terjatuh jika tidak ada lengan yang menahan tubuhnya.


"bukan kau yang salah, tapi merekalah yang tidak bisa menghargai mu"Daniel membawa Irene kedalam pelukannya.


"apakah aku tidak pantas untuk bahagia?" tanya Irene lagi dengan tangis yang semakin keras.


"tidak.... bahkan kau layak menjadi orang yang paling bahagia" Daniel semakin erat memeluk tubuh lemah milik Irene.


💕


"makanlah, aku akan turun kebawah sebentar" Daniel meletakkan nampan makanan diatas laci samping tempat tidur.


"bisakah kau tetap disini" ucap Irene dengan menahan lengan Daniel, melihat tatapan lembut Irene Daniel mengurungkan niatnya untuk keluar kamar dan duduk dihadapan Irene.


"apa kau sudah memiliki perasaan padaku?" tanya Daniel sambil memegang kedua tangan Irene.


"jangan berharap, aku hanya tidak ingin sendirian dikamar yang luas ini" jawab Irene asal mencari alasan.


"aku akan menetap tetapi kau harus makan makananmu dulu" syarat Daniel, Irene hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju tanpa membantah sama sekali, Daniel pun segera mengambil mangkuk makanan dan menyuapi Irene pelan-pelan.


"apa kau tidak akan mengatakan apa yang terjadi hari ini" tanya Daniel sambil menyuapkan sesendok nasi kedalam mulut Irene.


"aku masih bisa menanganinya sendiri" jawab Irene sambil mengunyah makanannya, beberapa saat kemudian Irene menghabiskan semua makanan yang dibawa Daniel untuknya.


"aku akan mengembalikan mangkuk dulu" Daniel berdiri tapi belum sempat dia melangkah lagi-lagi tangan Irene menahan lengannya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"kau letakkan disini dulu saja, aku sudah mengantuk" jelas Irene, Daniel menatap Irene penuh selidik.


"jangan menatap ku seperti itu! aku sebenernya tidak ingin tidur dengan mu tapi aku juga tidak ingin tidur sendirian"


"baiklah kalau begitu" Daniel meletakkan kembali nampan makanannya dan memposisikan dirinya tidur disamping Irene.


"sekarang kau tidurlah, aku tidak akan pergi" Daniel menatap Irene.


"baiklah" Irene segela memunggungi Daniel dan menutup rapat matanya, sekejap mata dia telah larut dalam tidur setelah mengalami hal yang melelahkan.


Daniel menatap punggung Irene setelah dia mendengar nafas teratur irene, diapun mendekap Irene dari belakang dan menyusul Irene kedalam mimpi.