My Annoying Husband

My Annoying Husband
27. Lebih lembut kepadanya



Irene berusaha sangat keras untuk mengenal lebih Daniel dan bersikap lebih lembut tepat setelah mengatakan bahwa dia akan belajar untuk mencintai sang suami.


Seperti pagi ini, Irene bangun lebih cepat daripada biasanya dan segera menyiapkan baju yang akan dipakai oleh Daniel, selesai dengan urusan baju dia segera menuju dapur untuk memasak sarapan dan juga bekal makan siang.


Irene memotong sayuran dan daging dengan sangat hati-hati, selama ini dia jarang sekali berada di dapur, bahkan selama hidup bersama sang kakak dia tidak pernah sama sekali memasak karena sudah ada asisten rumah tangga yang mengerjakan tugas tersebut, tapi kali ini dia menolak untuk menyewa asisten rumah tangga, dia ingin belajar mengurus rumah sendiri dan ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami.


"apa yang kau lakukan?" Daniel memeluk pinggang Irene dari belakang membuat Irene terlonjak kaget dengan perbuatan suaminya itu.


"kau membuatku kaget" balas Irene, dia dapat merasakan dada bidang pria yang berada dibelakangnya.


"kau belum menjawab pertanyaanku!" Daniel menelusupkan kepalanya keceruk leher Irene.


"aku sedang memasak, jadi lebih baik kau hentikan apa yang kau lakukan" seru Irene, merasakan geli pada area lehernya.


"aku tidak mau, aku akan terus seperti ini" Daniel enggan melepaskan wanitanya itu.


"aku tidak akan bisa masak jika kau terus seperti ini"


"tidak apa-apa aku tidak akan mengganggumu"


Irene hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku suaminya yang sudah seperti anak kecil, akhirnya dia membiarkan hal tersebut dan terus memasak dengan Daniel berada dibelakangnya, sesekali Daniel menggoda Irene dengan memilin rambutnya, seketika dia akan mendapat cubitan kecil dari Irene ditangannya.


"sudah selesai" ucap Irene setelah meletakan masakan terakhir diatas piring.


"cepat sekali kau masaknya"


"karena aku sudah selesai memasak, kau harus segera melepas tubuhku, aku ingin mandi" Irene berusaha keluar dari pelukan kedua tangan Daniel.


"kalau begitu kita mandi bersama saja" ucap Daniel dengan mata berbinar. dia segera mengendong Irene ala bridal style menuju kamar mandi tanpa memperdulikan penolakan dari Irene.


💕


"ini bekal makan siangmu" Irene menyerahkan kotak makanan berisi masakan yang dia siapkan tadi.


"tidak, masih ada hal yang harus aku urus" tolak irene


"kau bisa mengerjakan dikantorku"


"tidak Daniel...... lebih baik sekarang kau berangkat kalau tidak kau akan telat"


"telat pun juga tidak apa-apa, aku kan bosnya" balas Daniel santai.


Perdebatan mereka tidak berhenti hingga Irene mencium bibir Daniel sekilas membuat sang pria diam.


"berangkat lah aku akan masuk kedalam, aku akan menunggumu untuk makan malam" Irene mengelus pipi Daniel pelan kemudian meninggalkan sang pria yang masih diam mematung.


"aku akan pulang lebih cepat" teriak Daniel setelah sadar dari lamunannya, Irene tersenyum kecil mendengar hal tersebut dan dia segera menutup pintu setelah kepergian Daniel.


💕


Pukul 09:00 PM


Irene masih setia menunggu kedatangan sang suami yang belum kunjung datang menampakkan batang hidungnya, bahkan masakan yang tadi dia masak sudah mulai mendingin, berulang kali dia menghubungi Daniel tapi yang dia dapat hanyalah pemberitahuan dari operator.


Pintu rumah terbuka ketika Irene menghubungi Daniel kesepuluh kalinya, dia melihat sosok yang dia tunggu berdiri kokoh didepan pintu dengan wajah lelah dan kedua kancing baju lengan atas sudah terbuka.


"maafkan aku...... membuatmu menunggu terlalu lama" ucap daniel ketika dia berada didepan Irene.


"tidak apa-apa" jawab Irene dengan senyum dikedua bibirnya.


"tiba-tiba ada hal mendesak yang harus aku selesaikan" jelas Daniel menundukkan kepala, dia merasa sangat bersalah kepada Irene.


"yang penting kau sudah datang, aku cukup senang" Irene memegang kedua tangan Daniel.


"ayo kita makan, perutmu pasti sudah lapar" Irene menarik Daniel menuju meja makan.