
Setengah jam kemudian syuting dimulai, adegan pertama yang diambil adalah adegan dimana pemeran utama pria bertemu kembali dengan pemeran utama wanita setelah sekian tahun tidak bertemu.
Pemeran utama wanita sangat bahagia melihat orang yang dia cintai lagi tapi dia juga merasa sangat bersalah setelah apa yang dia lakukan, dia ingin menyapa prianya, dan sudah mengulurkan tangan untuk menggapainya.
Sang pria tidak memperdulikan apa yang dilakukan wanita yang sudah pernah dia cintai, rasa cintanya kini sudah tertutupi oleh rasa kebencian dan penyesalan yang begitu besar, sang wanita menatap punggung yang baru saja meninggalkannya dengan penuh kesedihan.
Sang wanita melihat ada sekelompok orang dari kejauhan mengarahkan pistol kearah prianya, dengan cepat dia berlari dan memanggil nama prianya, dalam sekejap dia sudah menghadang peluru yang tertuju pada prianya membuatnya menerima tembakan tepat dibagian dadanya.
Sang pria segera berlari dan menangkap tubuh wanita yang suda mengorbankan nyawa untuknya.
adegan diakhiri dengan Bryan memeluk tubuh Irene dengan berlinang air mata dan Irene sudah berbaring lemah dengan lumuran darah disekujur tubuhnya.
"cut....." sutradara mengakhiri syuting.
"bagus, kalian benar-benar hebat" sutradara mendekati kedua artis pemeran utama
"terimakasih" jawab irene, dia berjalan pergi meninggalkan sutradara dan Bryan wu mengganti pakaian untuk adegan selanjutnya.
💕
Syuting berlangsung begitu cepat, tak terasa hari juga semakin larut, adegan terakhir yang akan diambil pada hari itu adalah adegan dimana sang pria dan wanita bertemu untuk pertama kalinya disebuah jembatan.
"cut..... " sutradara mengakhiri pengambilan gambar pada hari itu
"hari ini cukup sampai disini saja, semuanya sudah bekerja keras hingga kita bisa mendapatkan gambar yang bagus" sang sutradara berterimakasih kepada seluruh rekan drama.
Setelah sutradara mengakhiri syuting, semua orang bersiap untuk kembali pulang kerumah masing-masing.
Irene baru keluar dari ruang ganti hanya mengenakan celana jeans dan kemeja pendek.
"aku tak menyangka kau masih bisa berakting dengan baik setelah dua tahun lebih vakum" Bryan berjalan mendekati Irene.
"terimakasih pujiannya tuan Bryan wu" jawab Irene sopan.
"jangan memanggilku begitu sopan, panggil saja Bryan"
"kalau itu yang kau inginkan maka aku akan memanggil mu Bryan" jawab Irene.
"kau begitu realistis, tidak banyak wanita sepertimu"
"dan hari ini kau sudah banyak memuji ku" mereka berdua tertawa setelah mendengar jawaban Irene, hingga handphone Irene berdering didalam tasnya.
"sepertinya aku harus segera pamit" ucap Irene setelah melihat nama yang tertera dilayar telepon.
"itu pasti orang yang penting untuk mu" tebak bryan, Irene hanya tersenyum memberi jawaban dan segera meninggalkan Bryan setelah memberi salam.
Irene berjalan menuju mobil yang sudah terparkir didekat lokasi syuting, dia dapat melihat seorang pria dengan setelan jas yang masih rapi berdiri disamping mobil menatap kearahnya.
Irene tersenyum melihat suaminya sudah datang menjemputnya.
"kenapa kau cemberut? apa ada hal buruk terjadi dikantor?" tanya Irene setelah melihat raut wajah Daniel.
Daniel diam tidak menjawab, dia segera membuka pintu mobil dan menyuruh Irene untuk masuk dengan isyarat kepalanya.
"kau kenapa?" Irene bertanya lagi, kini dia sudah menghadapkan tubuhnya kearah Daniel.
"Jason apa yang salah dengan atasanmu?" tanya Irene setelah beberapa kali dia tidak mendapat jawaban dari Daniel.
"hm...... sepertinya Presdir tadi melihat nona berbincang lama dengan seorang laki-laki" jawab jason
"apa kau cemburu?" ucap Irene, menangkup wajah Daniel dengan kedua tangannya.
"iya, aku cemburu, bagaimana bisa kau berbicara begitu santai dengan laki-laki lain, aku sudah lama menunggu mu, kalau aku tau seperti ini aku akan...."
"cup" irene mencium bibir Daniel membuatnya tidak menyelesaikan kata-katanya.
"apa masih marah" tanya Irene, menatap wajah Daniel yang berada ditangannya. Daniel mengangguk sebagai jawaban.
"dia hanya rekan kerjaku, aku tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas rekan kerja saja, dan aku juga baru pertama kali bertemu dengannya" jelas Irene.
Daniel mendengar setiap kata penjelasan Irene, kemudian dia menarik Irene kedalam pelukannya.
"kau tau, aku selalu merasa kesal ketika kau berdekatan dengan lelaki manapun" Daniel mendekap Irene semakin erat, Irene hanya tersenyum dengan perlakuan suaminya itu dan membalas pelukan Daniel lebih erat.