
"kak sepertinya dua laki-laki dibelakang dari tadi mengikuti kita" bisik bernice pelan, Irene menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang dimaksud bernice.
"sudahlah jangan menghiraukan mereka" jawab Irene tanpa menghentikan langkah kakinya, ternyata 2 laki-laki yang dimaksud oleh bernice adalah dua sahabat suaminya, bernice menganggukkan kepala menyetujui perkataan Irene, hingga mereka tiba didepan gedung bernice meninggalkan Irene untuk mengambil mobil yang dia pakirkan diparkiran bawah gedung tersebut.
"bagaimana jika kami mengantarmu nona Irene" ucap seorang pria dari belakang.
Irene menolehkan kepalanya dan melihat dua laki-laki yang sedari tadi mengikuti nya sudah berdiri tepat di belakangnya, tanpa persetujuan irene mereka melangkah dan berdiri di kedua sisi irene.
"terimakasih tuan Christ, tapi sepertinya aku harus menolak kebaikan mu" jawab irene dengan tatapan lurus kedepan tanpa melihat dua pria yang sekarang berdiri dikedua sisinya.
"hahahahahaha" wuzi tertawa pelan "baru kali ini ada wanita menolak kebaikan mu bung" dia memukul pelan pundak sahabatnya.
"kau memang benar-benar berbeda Irene" lanjut wuzi
"dan kau sudah mengatakan perkataan itu ratusan kali"
"hei... bagaimana mana bisa ratusan kali, seingatku hanya beberapa kali saja" kali ini wuzi menatap Irene dengan tidak percaya.
"dalam hitungan mu, dalam hitunganku kuanggap kau sudah mengatakan itu ratusan kali"
"kau tidak akan pernah menang melawan nya wuzi" Christ membalas wuzi
"lebih baik kalian pergi, aku tidak ingin membuat berita skandal dengan kalian berdua" usir Irene
"kenapa setiap kali bertemu kami, kau selalu mengusir kami" tanya wuzi, Irene diam tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Hingga sebuah mobil sport hitam berhenti tepat dihadapan mereka bertiga, Irene tidak mengenali mobil itu karena ini pertama kali dia melihatnya tetapi tidak dengan kedua orang yang sedari tadi mengganggu Irene, mereka sangat tau mobil itu milik siapa. ketika sang supir membuka pintu mobil tampaklah wajah tampan dengan aura berkuasa yang duduk tenang di kursi penumpang, Irene terkejut melihat laki-laki itu berada disini.
"apa kalian sudah selesai bermain dengan wanitaku" ucapnya datar, menatap kedua orang yang berdiri disamping Irene.
"tenang bung, kami hanya bermain sebentar dengannya" balas wuzi
"aku tidak akan sejahat itu pada kalian" irene menundukkan kepalanya
"lihat Christ bagaimana dia bisa langsung menjadi macan betina yang begitu pemalu didepan Daniel" goda wuzi
"dia memang penakluk wanita sejati" balas christ
"sudahlah, lebih baik kalian cepat kembali ke perusahaan, masih ada banyak hal yang harus kami urus"
"apa kau juga mengusir kami" wuzi menatap Daniel dengan tatapan yang dia buat penuh kesakitan
"tadi kita baru saja diusir oleh Irene, dan sekarang kau juga mengusir kami"
"kalian memang pasangan yang sempurna" lanjut Christ sambil menunjukkan satu jempolnya
Daniel segera menarik tangan Irene untuk memasuki mobil membuat irene jatuh kedalam pangkuan nya tanpa menghiraukan kedua orang yang sudah mengoceh dan menggoda mereka.
"kami pergi" dia segera menutup pintu mobil dan menyuruh supir untuk segera melajukan mobilnya.
Sementara itu kedua pria yang mereka tinggal masih mengoceh tidak jelas.
"bagaimana bisa dia melakukan itu pada kita" tanya wuzi
"apa dia sudah tidak menganggap kita sebagai temannya lagi" lanjutnya
"seharusnya kita bahagia" jawab christ dengan sebuah senyum kecil disudut bibirnya, wuzi yang tidak paham dengan ucapan christ menatap nya untuk mendapat jawaban
"sepertinya dia sudah mulai bisa membuka hatinya untuk orang lain" jawab christ.