
Didalam mobil
"bernice akan mencariku" Irene menatap wajah tampan yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya, dia masih terduduk diatas pangkuan daniel dengan kedua tangan Daniel yang memegang tubuhnya.
"kau tidak usah khawatir kedua orang bodoh tadi akan memberi tahunya" jawab Daniel semakin mempererat pelukannya.
"aku sudah berjanji akan menemaninya makan" Irene kembali menatap wajah Daniel.
"kau bisa membatalkan nya"
"baiklah, aku akan memberi tahunya nanti" Irene membenamkan wajahnya kedalam pelukan Daniel, menikmati wangi tubuh Daniel yang sudah menjadi candu baginya, Daniel tersenyum tipis melihat tingkah laku wanitanya.
"kenapa tadi kau bisa berada didepan gedung" tanya Irene masih memeluk erat tubuh Daniel.
"aku sengaja datang untuk menjemput mu"
"sejak kapan kau datang" Irene bertanya mencari tau.
"aku melihat semua akting mu tadi"jelas Daniel menatap wanitanya, Irene melepas pelukannya dan menatap wajah Daniel penasaran.
"aku sengaja datang untuk melihat audisi mu" jelas Daniel paham akan tatapan mata Irene.
"apa mereka berdua juga bagian dari rencana mu" tanya Irene mencerna semua perkataan Daniel
Kemarin bernice memberi dirinya nama-nama juri audisi tersebut tapi dia tidak menemukan nama kedua sahabat suaminya, tetapi hari ini mereka berdua tiba-tiba hadir sebagai juri, ini pasti bukan sebuah kebetulan saja, Daniel hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"apa kau sudah tau bahwa pemeran utama drama ini juga sudah ditetapkan" Daniel diam sebagai jawaban.
"yang kau katakan itu benar" irene segera menjauh kan tubuhnya dari Daniel..
"aku tidak membutuhkan bantuan mu, karena aku yakin bisa menyelesaikan masalahku sendiri, kenapa kau melakukan itu semua" tanya Irene masih tidak percaya dengan fakta yang baru saja diketahuinya, dia segera mengalihkan pandangannya dari Daniel, menatap keluar jendela mobil.
"apa kau marah" Daniel bertanya lembut setelah melihat perubahan sikap Irene, Irene diam tidak menjawab dia semakin menolehkan kepalanya membuat Daniel tidak bisa melihat raut wajahnya.
"kau benar-benar marah" Daniel memegang lembut bahu Irene, Irene tetap diam bahkan tidak merespon semua perkataan Daniel.
"maafkan aku, aku melakukan semua ini karena tidak mau orang lain memandang rendah terhadapmu" Daniel memeluk Irene lembut dari belakang, mencoba menarik irene lebih dekat.
"maafkan aku" Daniel menelusupkan kepala kedalam leher Irene, setelah mendengar permintaan maaf dari Daniel, Irene merasa lebih tenang.
"aku memaafkanmu, tapi kau harus berjanji...."
"aku berjanji" jawab Daniel sebelum Irene menyelesaikan persyaratannya, Irene segera membalik badannya menghadap Daniel.
"kau harus berjanji, tanpa persetujuan dariku kau tidak boleh mencampuri urusanku" jelas Irene.
"baik, aku berjanji tapi kau juga harus berjanji kepadaku, jika ada masalah apapun kau harus mengatakannya padaku" balas Daniel, Irene segera memeluk erat tubuh Daniel sebagai jawaban.
"Presdir xi, nona Stella sudah turun dari pesawat" ucap seorang pria yang dari tadi duduk disamping sopir menyaksikan semua perlakuan manis sang atasan untuk istrinya, dia adalah asisten pribadi sekaligus tangan kanan Daniel.
"kita langsung saja kebandara" balas Daniel masih memeluk wanitanya, Irene menatap Daniel meminta penjelasan.
"dia adikku yang baru saja menyelesaikan studi nya di luar negeri" jelas Daniel.