My Annoying Husband

My Annoying Husband
24. Dia menyatakan perasaannya



"kau sudah bangun" Daniel memegang kedua tangan istrinya yang baru saja membuka mata.


"dimana aku sekarang" tanya Irene menatap sekitar, tempat ini begitu asing baginya.


"kita berada di apartemen wuzi, tadi kau tiba-tiba pingsan, aku terlalu khawatir" Daniel menatap Irene penuh dengan kekhawatiran.


"maafkan aku merepotkanmu" balas Irene, dia berusaha duduk dari tidurnya.


"kau masih lemah" Daniel membantu Irene.


"dimana wuzi dan christ, kenapa aku tidak melihat mereka?" Irene menatap seluruh ruangan mencari keberadaan dua sahabat suaminya.


"mereka masih dibawah bersama dokter yang memeriksa mu" jelas Daniel


"apa kau haus, aku akan mengambil kan minum untukmu"


"tidak usah.... kau disini saja, aku tidak terbiasa ditempat orang lain" pinta Irene masih menggenggam tangan Daniel, mendengar hal tersebut Daniel duduk kembali disamping wanitanya.


"tidurlah kembali aku akan menemanimu" bujuk Daniel.


"aku sudah tidur cukup lama" balas Irene


"wajahmu masih terlihat pucat lebih baik kau istirahat lagi, malam ini kita menginap disini" Daniel membaringkan tubuhnya disamping irene dan menarik tubuh Irene kedalam pelukannya, menyesap setiap harum tubuh irene.


"bagaimana dengan wuzi?" Irene menerima semua perlakuan Daniel kepadanya.


"dirumah ini masih banyak kamar, biarkan dia tidur dikamar lain"


"sepertinya aku harus bersikap lebih baik padanya" Daniel memalingkan wajah Irene untuk ditatapnya, meminta jawaban akan pertanyaan wanitanya.


"dia sudah menolongku, mungkin aku akan sakit lebih parah jika dia tidak membantuku" jelas Irene, mengalungkan kedua tangannya dileher Daniel.


"aku akan cemburu pada siapa saja yang mendekati mu" jawab Daniel jujur


"bahkan aku selalu khawatir jika kau keluar rumah apalagi tanpa sepengetahuan ku" lanjutnya, mendekap tubuh Irene lebih kuat.


"apa kau sudah tau arti perasaan mu kepadaku?"


"aku tidak memahami apa itu cinta karena rasa itu sudah lama hilang dari diriku, tapi kau membuatku merasakan hal yang berbeda, kau selalu membuat ku bahagia jika berada disampingku dan membuat ku khawatir setiap kau jauh dariku, kau selalu membuat ku kehilangan diriku sendiri bahkan sering kali aku melakukan hal diluar nalarku, apa itu yang dinamakan cinta? jika iya maka aku sudah jatuh cinta kepadamu terlalu dalam" aku Daniel, menatap wanitanya begitu dalam.


Tanpa menjawab pertanyaan daniel, Irene menghapus jarak diantara mereka kedua, menempelkan benda dingin yang kenyal kebibir daniel, ******* pelan bibir pria yang baru saja menyatakan perasaannya tersebut.


Daniel cukup terkejut dengan respon Irene, selama ini dia selalu menolak ketika Daniel hendak menciumnya tapi kali ini dialah yang berinisiatif terlebih dahulu. Daniel segera membalas lumatan Irene secara lembut, menikmati setiap rasa dari bibir manis wanitanya.


Mereka berciuman cukup lama, setelah kehabisan nafas mereka baru melepas tautan bibir mereka.


"terimakasih sudah peduli padaku, mulai dari sekarang aku akan belajar untuk lebih memperhatikan mu lagi" ucap Irene, masih mengalungkan tangannya dileher Daniel.


Mendengar pernyataan tersebut Daniel kembali ******* bibir Irene pelan.


💕


"kenapa tidak masuk?" tanya wuzi, melihat christ hanya terdiam sambil membuka setengah pintu kamar yang sedang ditinggali oleh Daniel dan istrinya.


"jangan mengganggu, sepertinya Daniel akan menyatakan perasaannya kepada Irene" jelas christ, mendengar hal tersebut wuzi segera berdiri disamping christ untuk melihat kedalam kamar.


Kedua orang tersebut melihat seluruh hal yang terjadi didalam kamar, setelah mendengar pernyataan Irene, christ segera menutup pintu kamar.


"kenapa kau menutupnya?"


"apa kau bodoh? itu bukan hal yang bagus untuk dilihat laki-laki sigle seperti kita" christ memukul kepala wuzi dan menarik sahabatnya tersebut untuk menjauh dari kamar itu.