My Annoying Husband

My Annoying Husband
25. Kebahagiaan kecil



Sinar hangat matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah jendela, membuat terbangun laki-laki yang masih tertidur dengan memeluk wanitanya, ditatapnya wajah mungil didepannya yang tersirat sedikit rasa keletihan, dia tersenyum kecil membayangkan kejadian semalam sambil merapikan rambut yang menutup wajah wanitanya, membuat sang wanita bangun dari tidurnya.


"kau sudah bangun?" tanya irene, menatap laki-laki yang berada didepannya. Daniel mengangguk sebagai jawaban.


"apa itu masih sakit?" tanya Daniel penuh dengan kekhawatiran


"sepertinya masih" Irene berusaha duduk dari tidurnya dan merasakan rasa sakit dipusakanya, melihat hal tersebut Daniel segera membantu Irene untuk duduk


"kenapa waktu itu kau berbohong?" tanya Irene


"entahlah, aku hanya merasa tertarik padamu dan tidak ingin orang lain memiliki mu" mendengar pernyataan Daniel, Irene menyandarkan kepalanya kedalam dada bidang Daniel.


"terimakasih kasih sudah memperhatikanku begitu lama, aku tidak tau apa aku masih bisa bertahan jika tidak bertemu dengan mu" daniel mengelus lembut kepala Irene


"apa kau ingin mandi?"


"aku tidak bisa berjalan" aku Irene


"aku akan menggendong mu" Daniel mengangkat tubuh Irene yang masih terbungkus dengan selimut menuju kamar mandi.


"kakak, aku dengar kakak ipar sakit!" seorang wanita mendobrak pintu keras tanpa mengetuknya, diikuti oleh kedua laki-laki dibelakangnya, Daniel terdiam mematung didepan pintu dengan yang berada dalam gendongannya.


"ah...... kenapa kakak tidak memakai baju" teriak wanita itu setelah sadar bahwa Daniel hanya memakai celana panjang tanpa atasan memperhatikan seluruh bentuk tubuhnya, Irene semakin menenggelamkan wajahnya kedada Daniel melihat tiga orang datang kedalam kamarnya.


"sudah kubilang jangan langsung membuka pintu" tegur christ, Stella masih menutupi wajahnya dengan tangannya.


"daniel.... aku malu, kau suruh mereka keluar terlebih dahulu" ucap irene tidak menampakkan wajahnya sama sekali.


"kalian semua sudah dengar kan, lebih baik kalian keluar terlebih dahulu" usir Daniel.


"maaf kak.... aku tidak tau" jawab Stella segera berlari keluar dari kamar tersebut diikuti oleh kedua laki-laki tadi.


💕


"aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir lagi" Irene mengelus tangan Stella yang memegang kedua tangannya.


"tapi kemarin aku benar-benar mengkhawatirkanmu kak, bahkan selama perjalanan kesini aku belum istirahat sama sekali" aku Stella sambil memeluk kakak iparnya.


"maafkan aku membuat mu khawatir" Irene mengelus pelan punggung Stella


"tidak kak.... seharusnya aku menyalahkan kak Daniel yang tidak bisa menjagamu" Stella melepas pelukannya dan menatap Daniel tajam.


"kenapa kau menatapku seperti itu? kau tidak lupa kan aku ini masih kakak kandung mu" Daniel segera duduk, diikuti oleh Irene dan Stella.


"wuzi..... terimakasih kemarin kau sudah membantu ku" Irene menatap wuzi yang berada didepannya.


"jangan menatapku seperti itu manis, nanti ada yang salah paham" balas wuzi sambil melirik kearah daniel, Daniel tetap menyantap makanan yang ada didepannya tanpa memperdulikan wuzi.


"bagaimana keadaan tubuhmu? apa sudah lebih baik" tanya Christ, Irene hanya mengangguk sebagai jawaban.


"lebih baik kalian cepat makan makanan kalian, kami harus segera kembali kerumah" kata Daniel


"hei...... apa ini balasan yang kudapat setelah menolong istrimu?" tanya wuzi tidak percaya.


"aku akan membayar semua biaya dokter dan inap kami semalam disini" lanjut Daniel.


"aku tidak butuh uangmu bung" jawab wuzi


"kak Daniel, kak wuzi..... apa kalian berdua tidak bisa akur jika sedang bersama?" tanya Stella


"tidak" jawab kedua laki-laki itu bersamaan.


Irene yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecil melihat kebersamaan suami, adik ipar dan teman-teman suaminya tersebut, kebahagiaan kecil yang sudah lama tidak dia rasakan.