My Annoying Husband

My Annoying Husband
11. Pembuat onar



"segera cari tau siapa sponsor terbesar untuk drama itu" ucap Daniel mengakhiri panggilannya.


Semalam setelah Irene tidur Daniel mendapatkan laporan tentang seluruh kejadian di JL's entertainment, akhirnya dia mengetahui penyebab wanitanya menangis semalaman, pagi ini Daniel mencari tau siapa sponsor terbesar drama tersebut.


"kenapa kau bangun pagi sekali" tanya sang wanita dengan suara serak khas bangun tidur, rambut sedikit berantakan dan masih menggunakan piyama yang ia kenakan semalam, dia berjalan mendekati sang pria yang masih berdiri di balkon menikmati sejuknya embun di pagi hari.


"kemarilah" bukannya menjawab pertanyaan irene, Daniel langsung menarik tubuh Irene kedepan tubuhnya dan memeluk nya dari belakang.


"apa aku mengganggu tidurmu semalam" Irene menolehkan kepalanya, membuat wajahnya hanya tinggal beberapa senti saja dari wajah Daniel.


"aku tidur sangat nyenyak semalam" jawab Daniel semakin mendekap erat tubuh Irene, kedua pasangan itupun terdiam cukup lama menikmati pandangan yang terdampar didepan mereka dengan posisi yang sama seakan-akan mereka enggan melepas satu sama lainnya, hingga sebuah bunyi bel menyadarkan mereka.


"ada tamu, aku akan membuka pintu" Irene ingin melepas dekapan Daniel.


"biarkan saja! ini masih terlalu pagi" Daniel enggan melepaskan tubuh kecil tersebut.


"Daniel lepaskan" paksa Irene, karena suara bel pintu terdengar lebih cepat.


"biarkan saja pengganggu itu"


"Daniel xi" akhirnya Irene mencubit pelan perut Daniel hingga membuatnya melepas pelukannya.


"ouh.... apa kau suka menyiksa suamimu" rengek Daniel mengikuti langkah Irene.


"itu salahmu sendiri" jawab Irene tanpa menoleh kearah daniel, segera membuka pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.


"hai..... apa kami mengganggu tidur kalian" sapa seorang tamu dengan senyum tanpa dosanya.


"aku kira tamu penting mana yang pagi sekali datang kerumahku, tenyata hanya tuan muda kaya yang manja" jawab Irene setelah melihat tamu yang datang, ternyata dua sahabat daniel yang pernah datang juga pada hari pernikahan nya.


"wow...... kau jujur sekali, hingga membuat hatinya terasa sakit" wuzi memegang tangannya didepan dada.


"berarti suamimu juga termasuk tuan muda kaya manja?" sindir christ, mendapat lototan dari pria yang dari tadi berdiri disamping Irene.


"apa yang kalian lakukan disini" tanya Daniel tidak suka


"wuzi, seperti nya kita benar-benar mengganggu mereka" goda Christ.


"lebih baik kalian pergi saja" irene hendak menutup pintu yang dia buka.


"eh..... tunggu dulu"tahan wuzi.


"ada hal penting yang ingin kami bahas dengan suamimu" setelah mendengar tujuan mereka, Irene mempersilahkan mereka untuk masuk.


"wow.... kau memang berbeda" puji Christ


"biasanya perempuan lain jika melihat kami, akan memperlakukan kami laksana raja, sedangkan kau, bahkan tidak menganggap kehadiran kami" jelas christ


"kalian hanya segerombolan tuan muda kaya manja untuk apa aku melakukan semua itu, aku akan keatas" pamitnya tanpa menunggu persetujuan tiga orang yang menatapnya dengan takjub setiap ucapan yang dia katakan.


"Irene..... aku akan menjadi fansmu" teriak wuzi, langsung mendapat pukulan bantal dari sahabatnya.


"berhentilah menggoda istriku" ucapannya


"jadi apa tujuan kalian datang kesini"


"gara-gara istrimu kami hampir lupa" jawab wuzi, wuzipun menjelaskan tujuan mereka mendatangi Daniel.


"jadi perusahaan kalian berdua yang menjadi sponsor drama itu" tanya Daniel, mendapat anggukan dari kedua sahabatnya.


"perusahaan juga menetapkan artis untuk drama tersebut"


"tapi kau jangan khawatir kami akan segera mengurus hal tersebut" tenang Christ.


"baiklah.... aku serahkan semua kepada kalian" putus Daniel.


💕


Setelah membersihkan diri Irene bejalan keluar kamar untuk menemui suami dan teman-teman konyol nya, sesampainya diruang tamu dia hanya menemukan suaminya seorang diri.


"apa mereka sudah pulang" tanya Irene, hanya mendapat anggukan dari Daniel.


"apa kau akan keluar hari ini" tanya Daniel


"tidak, aku menyuruh bernice untuk mengirimkan naskah kemari" jelas Irene


"baguslah..... aku akan menemanimu"


"kenapa kau tidak pergi kekantor?"


"tidak ada masalah serius jadi aku akan memantaunya dari sini" jawab daniel berjalan mendekati Irene dan berdiri tepat dihadapannya, Daniel memberikan kecupan ringan didahi Irene.


"morning kiss" ucapannya pelan