
Didalam kantor CEO Jl's entertainment
"bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan peran itu" ucap seorang wanita dengan sedikit kesal.
"kau tidak usah khawatir aku sudah mengeras semuanya" balas sang pria, menatap lurus kedepan.
"kenapa wanita itu tiba-tiba muncul?"
"aku juga tidak tau,yang pasti aku harus mendapatkan seluruh sahamnya diperusahaan ini"
"aku tau, kau harus segera menyingkirkan wanita tak berguna itu" wanita itu mendekati sang pria dan duduk dalam pangkuannya.
"kau tau, aku sudah lama menantikan hal ini"
"aku tau, aku tidak akan mengecewakan mu" jawab sang biar segera meraih bibir merah wanita itu.
💕
"ini kak naskah dramanya" bernice menyerahkan satu bendel naskah kepada irene.
"kak Irene yakin akan bersaing dengan siera"
"hm" jawab Irene sambil membolak-balik naskah tersebut
"kudengar perusahaan sudah menetapkan dia sebagai pemeran utama" jelas bernice
"aku tau, tapi aku akan tetap mencobanya" jawab Irene yakin.
"bagaimana dengan saham kakak yang diambil Felix"
"aku akan mengambilnya kembali, tidak akan kubiarkan dia menggunakan sahamku untuk kepentingannya"
"bagaimana jika kakak meminta bantuan kak Daniel, pasti dia bisa menyelesaikannya" usul bernice.
"aku tidak ingin merepotkannya" jawab Irene masih tanpa mengalihkan pandangannya dari naskah yang dia baca, bernice menatap Irene dalam, biasanya jika ada masalah apapun Irene selalu menyelesaikan masalah tersebut dengan bantuan kakaknya, tapi setelah kejadian pengkhianatan pacarnya sifat Irene banyak yang berubah.
"kak...... "bernice mendekatkan tubuhnya kearah Irene dan menggenggam kedua tangan Irene
"tidak" bernice menggelengkan kepala dan menatap Irene dalam.
"aku rasa kakak sekarang semakin tangguh" aku bernice, Irene hanya tersenyum mendengar hal tersebut.
"keadaanlah yang mengajariku banyak hal" jelas Irene
"aku tidak akan jatuh kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya" tambahnya
"aku mengerti kak" bernice berdiri dari tempat duduknya
"apa kau sudah mau pergi"
"iya kak, masih ada ha yang harus aku urus" jelas bernice
"baiklah.... pulanglah dengan hati-hati"
"hm..... " setelah memeluk Irene bernice segera keluar dari penhouse tersebut.
Setelah kepergian bernice Irene kembali membaca naskah drama tersebut dengan membaringkan badannya diatas sofa ruang tamu, sesekali dia melihat kearah pintu ruang baca yang terletak dilantai dua, berharap orang yang ada didalam ruangan tersebut keluar, setelah beberapa jam membaca naskah drama Irene tertidur diatas sofa dengan masih memeluk naskah diatas perutnya, bahkan setelah lama Irene menatap pintu ruang baca, orang yang berada didalam tak menampakkan batang hidungnya sama sekali.
💕
"aku akan datang besok, tapi aku tidak akan memberi tahunya" ucap Daniel kepada lawan bicaranya diseberang telepon, dia berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah.
"baiklah, sampai ketemu besok" Daniel mematikan sambungan telepon setelah dia melihat Irene tertidur diatas sofa
Dia berjalan kearah ruang tamu berhenti tepat disamping sofa tempat Irene tidur, cukup lama Daniel memandang wajah cantik Irene dari atas, setelah puas menatap wanitanya, Daniel mengangkat tubuh Irene kedalam gendongan dia tidak tega melihat Irene tidur diatas sofa karena dia yakin setelah bangun nanti dia akan merasa kesakitan, Daniel menggendong Irene ala bridal style dan membawanya kedalam kamar tidur utama.
"Daniel..... " ucap Irene pelan, dia terbangun setelah beberapa langkah.
"tidurlah lagi"
"hm..... " Irene mengalungkan kedua tangannya ke leher Daniel dan menyandarkan kepala kedalam dada Daniel mencari posisi yang paling nyaman
"baumu sangat enak" ucap Irene masih dengan menutup mata.