My Annoying Husband

My Annoying Husband
1. Biro catatan sipil



"apa yang kau lakukan!!! kenapa kau membawaku ke sini" teriak gadis tersebut dengan menatap jengkel terhadap lawan bicaranya ketika dia mengetahui bahwa laki-laki tersebut mengajaknya ke biro catatan sipil.


"tentu saja untuk mendaftarkan pernikahan kita, kalau tidak untuk apa lagi. apakah kau ingin memeriksakan kesehatan mu disini" balas pria tersebut tanpa menghilangkan wajah jengkel orang yang ada disampingnya.


"tapi..... aku belum menyetujui untuk menikah denganmu" teriak gadis itu lagi merasa jengkel karena tidak dihiraukan oleh pria yang ada di sampingnya.


"aku tidak butuh persetujuan mu karena setuju atau tidak setuju pun aku akan tetap menikahimu"


"kenapa kau harus menikahiku? aku tidak ingin menikah denganmu" menatap tidak percaya terhadap lawan bicaranya.


"karena kita telah tidur bersama" ucap pria tersebut tetap dalam keadaan tenang.


"alasan yang tidak masuk akal apakah kau akan menikahi setiap wanita yang kau aja tidur bersama" balas wanita itu tidak percaya dengan jawaban pria yang ada disampingnya.


"tidak..... karena kau adalah wanita pertama yang aku tiduri" jawab pria tersebut dengan langsung menarik tangan wanita yang ada disampingnya untuk memasuki gedung itu.


"hei..... tunggu dulu jadi aku wanita........" belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, langkah laki-laki yang berada didepannya berjalan semakin cepat.


💕


"karena hari ini adalah Valentine day maka kami menyiapkan hadiah khusus untuk para pasangan yang menikah hari ini, selamat atas pernikahan kalian" lanjutnya sambil menyerahkan sebuah kotak yang terbungkus rapi dengan kertas kado berwarna merah marun dan pita berwarna pink mengelilingi keempat sisi kotak dan terdapat lambang hati dibagian tengah atas kotak tersebut. setelah menerima kado kedua pasangan tersebut meninggalkan bangunan biro catatan sipil.


"hei tunggu..... kenapa kau berjalan terlalu cepat, masih ada hal yang harus aku katakan kepadamu" gadis tersebut berjalan setengah lari untuk menyamakan langkah kaki laki-laki yang ada didepannya, "bugh" kepala gadis menabrak dada laki-laki karena laki-laki itu berhenti secara tiba-tiba.


"aw sakit.... kenapa kau berhenti mendadak" ucap gadis tersebut seraya memegangi bagian kepalanya yang terasa sakit.


"malam ini bahwa kedua orang tuamu ke alamat yang aku berikan kepadamu" balas laki-laki itu tanpa menghiraukan rasa sakit lawan bicaranya.


"hei tuan...... kenapa aku harus membawa orang tuaku untuk menemuimu bahkan aku tidak setuju dengan pernikahan ini kaulah yang memaksaku untuk menikah" ucap wanita dengan Amarah yang ia pendam dari tadi.


"baiklah ...... kalau kau tidak ingin membawa orang tuamu untuk menemui ku maka aku yang akan datang untuk menemuimu, nona Irene Cheng" bisik laki-laki tersebut di samping telinga kanan irene, setelah mengucapkan kata yang berhasil membuat Irene mematung, laki-laki itu langsung berjalan meninggalkannya.


"kau diantar oleh orang ku cepatlah masuk ke mobil itu jika tidak kau akan telat untuk syuting hari ini" lanjut laki-laki dengan kepala sedikit menoleh kebelakang dan kerlingan mata yang membuat Irene semakin kesal.


"hei...... bagaimana kau tahu namaku dan pekerjaan ku...... " teriak Irene setelah sadar dari keterkejutannya. tapi dia tidak mendapatkan balasan dari laki-laki itu karena mobil mewah hitam telah membawanya pergi. "PING" suara hp Irene, diapun segera membaca pesan


"siapa yang tidak mengenal artis cantik seperti mu, istriku..... "