
"kak, aku dengar juri untuk audisi ini diganti" bernice duduk disamping Irene.
"semua orang terkejut bahkan beberapa orang menangis setelah keluar dari ruang audisi, kudengar dua dari lima juri adalah pimpinan perusahaan yang mensponsori drama ini" lanjut bernice, Irene menyimak setiap kata yang diucapkan bernice.
"Nono Irene chen, sekarang giliran mu"
Seorang staf menghampiri mereka berdua, Irene segera berdiri dan memasuki ruang audisi.
Dengan sopan dia membuka pintu dan memberi hormat kepada para juri, hari ini ada lima juri perwakilan dari setiap perusahaan yang mensponsori drama ini, Irene memperhatikan satu persatu juri yang duduk didepannya.
Pandangan Irene berhenti pada dua juri yang duduk ditengah-tengah, dua juri tersebut tak lain adalah dua tuan muda kaya manja yang baru dia temui beberapa hari ini, tanpa dosa wuzi yang duduk disamping Christ mengangkat tangannya sedikit dan melambai kearah Irene dengan senyum jahil dikedua bibirnya, dia sedikit terkejut dan segera menyembunyikan keterkejutannya dengan sebuah senyum.
"aku dengar ini drama pertama nona Chen setelah vakum dari dunia hiburan selama 2 tahun" tanya juri yang duduk disebelah ujung kanan, dia seorang wanita yang memiliki paras tegas.
"benar, dan aku harap para juri mau menilai akting artis yang sudah dua tahun vakum ini" jawab Irene, membuat juri wanita tadi terdiam.
"hari ini kau sangat cantik nona Irene"
"terimakasih atas pujiannya tuan wuzi Cheng" jawab Irene dengan senyum manis menghiasi kedua pipinya.
"apa kau sudah mempersiapkan akting mana yang akan kau perankan hari ini" tanya laki-laki paruh baya yang duduk disamping wuzi
Irene hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, dia segera mengeluarkan kemeja yang tadi dia pakai rapi dimasukkan kedalam celana, membuka ikat rambut hingga membuat rambutnya tergerai, melemparkan kaca mata yang tadi dia selipkan didepan kemejanya, dan melempar sepatu yang dia kenakan, kali ini dia memerankan akting pemeran utama yang sedang bingung dan depresi setelah mendengar bahwa calon tunangannya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dia menjatuhkan tubuhnya dan memegangi kepalanya sedangkan air mata mengalir deras dari kedua matanya, benar-benar menggambarkan rasa putus asa yang begitu dalam, bahkan maskara yang dia gunakan kini telah luntur bersama tangisannya, membuat semuanya yang melihat akting tersebut merasa kesakitan dengan apa yang dialami tokoh wanita itu, akting itu diakhiri dengan Irene yang akan melompat bunuh diri.
Semua orang terpana dengan akting Irene, bahkan mereka tidak mengucapkan sepatah kata apapun setelah Irene mengakhiri aktingnya, wuzi yang sudah dari pertama terpana dengan akting Irene, tanpa sadar dia berdiri dan memberi tepuk tangan untuk Irene, christ segera menarik wuzi untuk duduk kembali sebelum temannya semakin menggila.
Seorang staf segera memberi sekotak tisue kepada Irene untuk merapikan make-upnya yang sudah berantakan.
Dia membiarkan rambutnya tetap tergerai dan memasukkan sebagian kemejanya kedalam celana, membuatnya terlihat seperti gadis nakal yang berada dalam tokoh cerita tersebut.
"aktingmu cukup bagus nona Irene, kami akan mengabarimu untuk hasil audisi hari ini" jelas juri wanita yang tadi sempat meremehkan kemampuan Irene.
"terimakasih, aku akan menunggu hasil terbaik dari audisi ini" ucap Irene, karena dia peserta terakhir semua juri segera keluar dari ruangan audisi kecuali dua orang yang sedari tadi tanpa henti menatap Irene.
"apa kalian kekurangan pekerjaan, hingga datang ketempat yang membosankan ini" sindir Irene, dalam ruangan tersebut hanya tersisa mereka tiga orang saja, bukannya marah kedua orang itu malah tertawa terbahak-bahak.
"kau memang artis yang hebat Irene, beberapa menit yang lalu kau masih bersikap manis kepada kami, tapi lihatlah sekarang, kau bersikap seperti macan yang baru keluar dari kurungan" ucap Christ, berjalan kearah irene.
"terimakasih atas pujianmu" Irene sedikit tersenyum
"Irene sepertinya aku sudah menjadi penggemar fanatikmu, jadi bolehkah aku memeluk mu" wuzi berjalan mendekati Irene dengan merentangkan kedua tangannya.
"jangan mempelopori perang dunia selanjutnya" Christ segera menarik kerah wuzi sebelum dia sampai memeluk Irene
Irene hanya tertawa pelan melihat tingkah laku kedua sahabat suaminya tersebut.
💕
Seseorang dari tadi memperhatikan kejadian diruang audisi dari balik tembok yang tidak terlihat oleh peserta audisi, dia tersenyum melihat hal konyol yang dilakukan orang terdekatnya tersebut, dia beranjak pergi setelah mendengar sang wanita keluar dari ruangan.