
Satu minggu kemudian
Hari ini pihak agensi yang menaungi pembuatan drama "angel heart" akan mengumumkan pemain yang lolos saat audisi.
Irene dari tadi pagi sudah tidak sabar menunggu panggilan untuk drama tersebut, dia berjalan bolak-balik kedepan dan belakang membuat orang yang melihatnya akan merasa pusing.
"duduklah, apa kau tidak capek berjalan seperti itu terus menerus" perintah Daniel yang sedari tadi memperhatikan istrinya sambil membaca dokumen kantor
"aku tidak bisa tenang" jawab Irene jujur, dia menghentikan langkahnya.
"sudah lama aku tidak bermain drama jadi aku sedikit khawatir akan akting ku" lanjutnya.
"apa kau tidak percaya diri?" Daniel berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Irene
"aku sedikit ragu, tapi aku sangat percaya dengan kemampuanku, bagaimana aku bisa mendapat ratu drama jika akting ku jelek"
"ini baru wanitaku" Daniel menarik pelan pergelangan Irene dan mengajaknya duduk di sofa.
"sepertinya itu panggilan untukmu" kata Daniel setelah mendengar nada dering dari handphone Irene.
Tanpa menunggu lama Irene segera mengangkat panggilan tersebut didepan Daniel, mendengar penjelasan staf dari Ujang sana. Beberapa menit kemudian dia menutup telepon dengan ekspresi datar membuat Daniel tidak bisa menebak apa yang terjadi.
"bagaimana?... apa kau mendapatkan drama tersebut" tanya daniel, Irene diam tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia hanya menatap Daniel. Daniel yang sudah paham makna diam istrinya dia segera merengkuh Irene kedalam pelukannya.
"sudahlah tidak usah bersedih, jika kau tidak mendapat peran dalam drama itu, masih banyak drama yang menunggu, kalau perlu aku akan berinvestasikan dalam sebuah drama" Daniel mengusap rambut Irene pelan berusaha menenangkannya, Irene tersenyum kecil.
"siapa bilang aku tidak mendapat peran itu" Irene mengangkat kepalanya untuk menatap wajah khawatir Daniel.
"bukankah kau tidak mendapatkan nya?" Daniel diam sejenak.
"apa kau berusaha menggodaku?" Daniel sadar dari kebodohannya, jelas-jelas kemarin dia melihat sendiri bagaimana akting Irene ketika audisi, tapi hari ini dia bisa tertipu dengan wajah lemas wanitanya.
"aku tidak menggodamu, kau sendiri saja yang mudah tertipu" Irene menjulurkan lidahnya dan segera berlari menjauhi Daniel.
"kau mau lari kemana, aku akan memberi mu pelajaran" Daniel segera mengejar wanita yang berlari menuju lantai atas, Irene berlari sangat cepat membuat Daniel kesusahan untuk mengejarnya, baru ketika dia tersudut dipojok kamar dia menghentikan langkahnya.
"aku tidak akan melepaskan mu, kau berani menggodaku, jadi aku harus memberimu hukuman" Daniel berdiri didepan Irene.
"apa yang mau kau lakukan padaku?... aku hanya sedikit membohongi mu" ucap Irene
"mendekatlah" Daniel menggerakkan tangannya, menyuruh Irene untuk mendekat padanya. Irene menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"baiklah kalau kau tidak mau, kalau begitu aku akan menangkap mu" sebelum Daniel menangkapnya Irene melompat kearah kanan hingga membuatnya jatuh diatas tempat tidur, Danielpun menangkap tubuh kecil istrinya diatas tetap tidur.
"sekarang kau tidak bisa lari lagi"
"lepaskan aku Daniel" Irene berusaha melepaskan diri.
"aku tidak akan melepaskan mu" Daniel semakin erat mendekap tubuh Irene. Irene pun menurutinya karena dia juga merasa kelelahan.
"selamat..... kau berhasil mendapatkan drama itu" bisik Daniel, kemudia dia mengecup pelan pipi kanan Irene.
💕
Kantor CEO JL'S entertainment
Seorang wanita cantik membanting handphone yang dipegangnya tepat setelah dia mendapatkan panggilan dari staff drama "angel heart", tidak cukup dengan itu dia kemudian membanting semua benda yang berada didekatnya
"bagaimana aku kalah dari wanita itu" teriaknya penuh amarah.
"bukankah kau sudah membungkam mulut semua juri itu dengan uang?" dia menatap tajam lelaki yang sedari tadi menemaninya.
"aku juga tidak tau bagaimana ini bisa terjadi, mungkin ini berhubungan dengan penggantian juri ketika audisi" jelas sang lelaki.
"ternyata wanita itu sudah banyak berkembang, bahkan dia berhasil menggoda juri audisi"
"selama aku masih hidup aku akan mengeluarkannya dari drama itu" ucapnya sinis, kini wajah wanita tersebut dipenuhi oleh rasa kebencian dan keinginan besar untuk balas dendam.