
Pembacaan naskah hari ini dihadiri oleh seluruh pemeran dalam drama "angel heart" baik pemeran utama maupun pemeran pendukung, sutradara beserta bawahannya, dan juga para sponsor dalam drama tersebut.
Drama ini memiliki genre romance action, yang pemeran utama wanita ingin membalas dendam kepada pemeran utama pria karena sudah membunuh calon tunangan sang wanita, dalam proses balas dendamnya dia pura-pura menjadi wanita lumpuh pemilik toko bunga yang mana dia harus memakai kursi roda untuk keseharian, dia bertemu sang pria ketika pria itu membeli bunga ditokonya, dari situlah kisah cinta mereka bermulai, tetapi sang wanita terus diingatkan oleh mantan mertuanya bahwa laki-laki itulah yang telah membunuh calon suaminya, ketika rasa cinta kedua pasangan tersebut sudah tumbuh menjadi rasa saling bergantung, sang wanita harus membunuh sang pria demi rencana awalnya, akhirnya sang wanita menembak sang pria didalam mobil dalam perjalanan mereka pulang dari tempat kerja, dari situlah sang pria tahu bahwa sang wanita sengaja mendekatinya untuk belas dendam.
Semua pemeran mendengar dengan baik seluruh penjelasan dari sang sutradara yang sedang menjelaskan inti dari cerita tersebut dan lokasi syuting yang akan mereka datangi.
"jadi sebelum syuting drama ini dimulai, seluruh pemeran dalam drama harus menjaga stamina tubuh mereka" tekan sang sutradara, semua orang menganggukan kepalanya tanda mereka paham akan arahan dari sang sutradara.
"siapa pemeran utama pria untuk drama ini? kenapa hari ini dia tidak datang" tanya Irene, yang sedari tadi tidak melihat wajah sang pemeran pria, bahkan nama pria tersebut tidak tertulis didaftar pemeran drama.
"apa kau sudah tidak sabar untuk menggoda pemeran utama" ucap seorang wanita yang mendapat peran sebagai pemeran pembantu pertama, dia adalah siera. Semua orang terdiam, mereka tau bagaimana hubungan kedua wanita tersebut, karena hubungan mereka sudah menyebar luas dalam dunia Maya.
"apa kau tidak penasaran dengan pemeran utama pria? aku rasa semua pemeran drama ini juga penasaran siapa yang menjadi pemeran utama pria" tanya balik Irene, membuat siera terdiam.
"cukup jangan berdebat lagi, untuk pemeran utama pria dia akan datang pada hari pertama syuting untuk drama ini" jelas sang sutradara.
"dan aku harap untuk nona Irene, karena kau sudah lama tidak bermain drama kau harus menjaga tubuhmu dan berlatih lebih banyak, apalagi ini drama pertamamu dalam genre action" lanjut sang sutradara
"terimakasih sudah mengkhawatirkan saya pak sutradara, saya akan bersungguh-sungguh dalam drama ini" jawab Irene.
Rapat selesai ketika seorang wanita staff membawa jamuan makanan dan minuman, syuting untuk drama ini akan dimulai dalam satu minggu, jadi kemungkinan besar para pemeran akan bertemu lagi pada hari syuting pertama.
"brak" seorang staf menjatuhkan minuman diatas baju Irene ketika wanita itu hendak menaruh minuman tersebut disamping Irene. membuat hampir seluruh bajunya basah, hingga menampakkan bentuk tubuh Irene.
"tidak apa aku bisa membersihkan nya sendiri" jawab Irene, sambil mengambil tisue dari tangan staf.
"lebih baik kau pulang saja, kalau kau sakit akan banyak orang yang dirugikan" jawab siera yang duduk disamping Irene.
Irene hendak berdiri ketika sebuah jas mendarat lembut diatas punggungnya, menutupi bagian bajunya yang basah, dia menoleh untuk melihat siapa yang telah membantunya, ternyata dia adalah wuzi.
"bagaimana jika aku mengantar nona Irene pulang, rapat ini sudah selesai kan?" tanya wuzi.
"lebih baik kau antar nona Irene" jawab sang sutradara.
"kau benar-benar hebat Irene, bahkan sponsor pun rela membantu mu" ucap siera pelan ketika Irene berada disampingnya.
Irene diam tidak menanggapi siera dan segera berjalan keluar dari ruangan tersebut bersama wuzi yang berada disampingnya, dia mulai merasakan rasa dingin dan sedikit rasa pusing ditubuhnya, dia semakin mengeratkan jas yang wuzi berikan untuknya.
"tunggulah sebentar disini aku akan mengambil mobil" kata wuzi, yang hanya mendapat anggukan dari Irene, Irene menurut sekali dengannya hingga membuat wuzi tak tega melihat Irene yang seperti itu.
Baru saja ditinggal beberapa menit oleh wuzi, rasa pusing di kepala Irene semakin bertambah, hingga membuatnya hampir kehilangan keseimbangan, kalau saja tidak ada tangan yang menangkap nya mungkin Irene sudah terjatuh didepan gedung.
"kau........ " ucap Irene pelan melihat orang yang telah menangkapnya sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran.