
Dibandara
Daniel dan Irene menunggu kedatangan adik Daniel didalam mobil, mereka sengaja tidak keluar dari mobil untuk tidak menarik perhatian didalam bandara
Jason wu sebagai asisten Daniel keluar menunggu kedatangan adik atasannya tersebut didepan pintu kedatangan. Dia berdiri sambil mengamati setiap penumpang yang baru saja keluar dari pintu kedatangan, beberapa saat kemudian dia sudah menemukan adik atasannya yang baru saja keluar dari pintu kedatangan, seorang wanita muda berusia dua puluh tahunan mengenakan rok berwarna putih dengan blus berwarna peach menarik koper hitam besar dibelakangnya, Jason segera menghampiri wanita tersebut.
"nona Stella" panggil Jason, wanita tadi segera menghampiri Jason dan berdiri didepannya.
"hai Jason, dimana kakakku" balasnya dengan nada riang.
"Presdir menunggu anda dimobil"
"baiklah, kita segera kesana" Stella segera berjalan mengikuti Jason.
"apa kakak iparku datang juga?" tanya Stella
"iya, dia bersama Presdir dimobil" jelas Jason
"aku sangat penasaran dengan kakak ipar, kak Daniel jahat sekali tidak mau memberi tahuku siapa yang menjadi kakak iparku ini, katanya aku akan terkejut jika mengetahui siapa kakak iparku" celoteh Stella.
"benar kata Presdir xi, nona pasti akan terkejut jika bertemu dengan nyonya muda" jawab jason dengan tersenyum, membayangkan bagaimana nona mudanya itu akan terkejut jika dia bertemu dengan nyonya muda.
💕
Didalam mobil
Irene sedikit gelisah ketika dia mengetahui bahwa Daniel mempunyai seorang adik, dia kira Daniel adalah anak tunggal.
"apa kau begitu gugup" tanya Daniel, memegang tangan Irene yang terasa dingin, Irene menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"aku tidak tau harus memperlakukan adikmu nanti seperti apa, aku takut dia akan membenciku" jawab Irene jujur
"tidak usah khawatir, dia akan sangat menyukaimu" jawab Daniel yakin
"perlakukan saja dia seperti Alex memperlakukanmu" lanjut Daniel, Irene menganggukkan kepalanya lagi.
"sesekali kau harus menjadi seorang kakak, agar tau bagaimana rasanya menjadi kakak" lanjut Daniel, Irene terdiam setelah mendengar perkataan Daniel, pikirannya melayang kemasa kecilnya, masa yang sangat membahagiakan baginya sekaligus masa yang penuh dengan kenangan kelam.
"sebenarnya aku mempunyai seorang adik" ucap Irene pelan, sambil menundukkan kepala untuk menutupi rasa sedihnya.
"benarkah...! Alex tidak pernah menceritakan hal tersebut padaku" tanya Daniel
"hanya beberapa orang saja yang tau" jawab Irene
"untuk sekarang belum, tapi suatu saat nanti jika aku benar-benar jatuh cinta padamu, aku akan menceritakan semuanya" jawab Irene, mendapat picingan mata dari Daniel.
"apa kau belum jatuh cinta padaku?" Daniel mendekatkan wajahnya kedepan Irene, membuat Irene terdorong kebelakang hingga punggungnya menatap pintu mobil, dia semakin mendekat wajahnya hingga tinggal satu senti lagi bibirnya sampai didepan bibir Irene.
"brak" suara pintu mobil dibuka paksa membuat Daniel sedikit terpaksa menjauhkan wajahnya dari Irene.
"kak.... kenapa tidak menungguku diluar" ucap seorang gadis memasang muka marah.
"apa kakak sudah tidak menyayangiku lagi" lanjutnya cepat, dia tidak memperhatikan bahwa ada seorang wanita duduk disamping kakaknya.
"kau masuk dulu aku akan menjelaskan" balas Daniel
"tidak mau, aku marah padamu kak" dia mendekapkan kedua tangannya didepan dada dan membuang muka, tidak menatap Daniel, Daniel keluar dari mobil mendekati sang adik berusaha untuk menenangkannya.
"masuklah dulu" Daniel membukakan pintu depan untuk adiknya
Akhirnya Stella mengalah dan menuruti perkataan daniel, Jason segera masuk dan menjalankan mobil, dia menggantikan supir pribadi Daniel yang sudah pulang terlebih dahulu.
"hai..... aku Irene, kakak iparmu" ucap irene, mencoba berbicara dengan Stella, setelah mendengar nama Irene disebut, Stella menolehkan kepala kebelakang untuk melihat rupa kakak iparnya, dia hampir lupa kalau kakak iparnya hari ini ikut menjemputnya, dengan tangan dimulut dia menatap terkejut kearah wanita yang duduk disamping Daniel.
"kau Irene chen, artis yang cukup terkenal itu" tanya Stella terkejut.
"iya" jawab Irene dengan tersenyum
"apa kau benar-benar kakak iparku?" tanya Stella memastikan, Irene menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"kak, apa benar?" kini Stella menatap Daniel
"dia adalah kakak iparmu" jawab Daniel
"kau benar-benar hebat kak" puji Stella pada Daniel
"kak Irene, aku Stella, aku sangat mengagumimu, bahkan aku sudah menonton semua drama yang kau bintangi" ucap Stella cepat, sambil mengulurkan tangannya kearah Irene.
"kau juga artis yang hebat Stella, baru beberapa menit lalu kau marah dan sekarang kau sudah merubah sifat mu 180 derajat" goda Daniel.
"kakak....." Stella mencubit tangan Daniel
"kak irene lihatlah, bagaimana bisa kau mau menikahi pria ini" Irene hanya tertawa pelan melihat tingkah laku adik kakak tersebut
"apakah kau bahagia disana" ucap Irene dalam hatinya