My Annoying Husband

My Annoying Husband
7. Awal yang baru



Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama akhirnya pasangan tersebut tiba di tempat tujuan.


"kita akan tinggal disini"jelas Daniel.


"baiklah" jawab Irene singkat dan segera memasuki bangunan mewah tersebut.


"jadi kau tidak keberatan" Daniel berusaha mengejar Irene.


"aku tidak keberatan tempat ini lumayan bagus" Irene berdiri di tengah ruangan memperhatikan dan mengamati ruangan tersebut penhouse itu cukup mewah dengan nuansa warna putih, hampir seluruh ruang tamu dihiasi dengan sebuah kaca besar yang memperlihatkan pemandangan di luar ruangan.


"walaupun tempat ini berada jauh dari kota" selidik Daniel lagi.


"hm......" Irene hanya menganggukan kepalanya, masih mengamati ruangan tersebut.


"baguslah kalau begitu" Daniel bejalan mendekati Irene dan menggandeng tangannya.


"kau mau mengajak ku kemana" protes Irene


beberapa saat kemudian mereka tiba di balkon yang menampakan hamparan laut berhiaskan matahari sore.


Irene merasa takjub dengan pemandangan tersebut tanpa sadar ia berdiri di depan Daniel dengan mata menatap lurus ke depan menikmati sinar matahari sore yang akan segera tenggelam, tangannya masih menggenggam erat tangan Daniel tanpa dia sadari, angin sore berhembus menerpa wajah kedua pasangan tersebut dan mereka diam jatuh dalam pikiran masing-masing.


"apa kau menyukai nya" tanya Daniel dan langsung mendapat anggukan dari Irene.


"sudah lama aku tidak merasakan kedamaian seperti ini" akunya dengan nada yang terlihat sedih, pikiran Irene langsung mengingat kapan terakhir kali dia merasakan kedamaian.


Meskipun selama ini Irene hidup dengan berkecukupan dan kakaknya selalu menuruti apa yang dia inginkan tetapi selama ini dia selalu merasa kosong dan hampa.


"mulai saat ini kau akan selalu mendapatkannya" Daniel memajukan tubuhnya dan memeluk Irene dari belakang yang dia menyandarkan kepalanya di atas bahu Irene dan kedua tangannya memegang tangan Irene di depan perutnyanya, seakan-akan memberikan kekuatan untuk wanitanya, Irene tidak memberontak ataupun menolak dengan apa yang dilakukan Daniel dan bahkan dia menikmati perlakuan Daniel terhadap dirinya.


💕


"aku tidak akan membuat kesepakatan apapun denganmu" balas Daniel, menatap Irene dengan tatapan yang tajam.


"kenapa begitu, bahkan kita memulai semua ini tanpa ada rasa apapun"


"bagaimana pun juga aku tidak akan pernah membuat kesepakatan apapun, sekarang kau adalah istriku dan selamanya akan seperti itu" jelas Daniel.


"tapi aku tidak ingin kau mencampuri urusanku"


"aku akan mencampuri urusan mu karena kau adalah istriku"


"tapi aku tidak suka bergantung kepada orang lain, selama ini aku bisa hidup tanpa bantuan orang lain" jelas Irene sedikit meninggikan suaranya.


"sekarang aku adalah suamimu jadi tidak masalah jika bergantung kepada ku"


"baik kau adalah suamiku tapi apakah kau mencintaiku"tanya Irene membuat Daniel kehilangan kata-kata.


"bahkan kau tidak bisa menjawab pertanyaan dasar hubungan suami-istri" sinis Irene.


Daniel mengambil tempat duduk disamping Irene dan berusaha menggenggam kedua tangan Irene.


"aku belum menyakinkan perasaanku terhadap mu, tapi aku berjanji bahwa kau adalah satu-satunya wanita dalam hidupku" Daniel berusaha menenangkan Irene dan membawanya kedalam pelukannya.


"aku sudah tidak percaya akan cinta" ucap Irene lirih, sebutir air mata jatuh dari pelupuk matanya


Daniel tau bagaimana keadaan Irene sebelum dia memaksa nya untuk menikahinya, dia semakin mempererat pelukan tersebut.


"aku juga tidak tahu apa itu cinta dan bagaimana cara mencintai, karena rasa itu sudah lama hilang dari hatiku, karena itu mari kita belajar bersama untuk bisa saling mencintai" Irene menatap tidak percaya kedalam mata pria yang mendekapnya sekarang.