
Mr chandra merasa sangat kesal disaat Sean meninggalkan kediaman Erest. Terbangun jam dua belas siang menunjukkan kelelahan yang luar biasa dialami olehnya. Terlebih ia diharuskan untuk menyelesaikan kasus ini.
Erest sudah membuatkan dua cangkir kopi dan meletakkannya di meja. Tidak ada yang spesial dari rumah Erest. Ia Tinggal di rumah ini sendiri, Di ruang tamu hanya ada Sebuah meja kecil dan beberapa sofa. Terlihat ada sebuah Televisi di sudut ruangan. Dan juga sebuah buku-buku yang terpampang rapi di dalam kamarnya. Yang paling menggugah Mr Chandra saat dirumah Erest ialah Ruang bawah tanah yang diperkhususkan untuk dokumen-dokumen kasus yang sudah dan yang belum terpecahkan. Inilah yang membuat Erest dijuluki detektif bawah tanah.
"Kau tahu Sean pergi kemana?".
"Aku juga tidak tahu, Dia mungkin pergi pagi-pagi sekali".
"Sial, Baru saja aku akan menginterogasinya lagi hari ini!".
"Sudahlah, cepat habiskan kopimu dan ikut aku ke ruangan bawah tanah".
Erest mengambil sebuah senter dan berjalan melewati koridor belakang. Sebenarnya tak ada yang spesial dari suasana belakang rumah Erest. Hanya ada Rumput-rumput liar dan sebuah gerobak tua bersandar dekat dinding rumah.
Tapi Justru inilah mahakarya sang detektif Bawah tanah. Ia membuat sebuah Tuas yang tak mampu dikenali manusia manapun di muka bumi ini. Entah dengan cara apa ia membuatnya.
Ada sebuah remote control di tanah yang tiba-tiba saat dipencet salah satu tombolnya ada sebuah gerakan di tanah. Tanah tersebut seperti sebuah ilusi dan bergerak berlawanan arah membentuk sebuah lubang yang lumayan besar untuk dilewati seorang manusia.
"Sudah lama aku tidak melihat maha karyamu Profesor Erest". Mr Chandra memuji kejeniusan Erest dalam hal teknologi dan ia tak sabar untuk melihat mahakarya yang lain dari seorang Profesor berwajah tampan ini.
"Ini belum seberapa Chandra,aku akan membuatmu takjub saat ada di dalam".
Mr Chandra dan Erest menuruni tangga demi tangga dan terlihat sebuah lorong yang gelap. Barulah Erest menyalakan lampu senternya dan melanjutkan perjalanan lagi melewati lorong tersebut. Dan akhirnya bertemu dengan sebuah pintu yang sudah di tumbuhi semak belukar.
Mr Chandra benar-benar dibuat takjub disaat melihat isi di dalam ruangan tersebut. Luas Ruangan tersebut kira-kira hampir lima puluh meter persegi. Mr Chandra seperti melihat apartemen diruangan ini. Sebuah meja bundar panjang terletak di bagian tengah ruangan. Sebuah rak buku yang tersusun rapi mengelilingi satu ruangan. Dan yang paling terakhir adalah sebuah layar LED besar terpampang dibagian tengah dinding ruangan.
" Menakjubkan, ini seperti apartemen di dalam bawah tanah. Bagaimana bisa?". Mr Chandra sampai tidak bisa berkedip saat matanya melihat sekeliling ruangan.
"Yah begitulah, Aku mempersiapkan ini selama tujuh tahun lamanya, Kau tahu diluar sana ada banyak penjahat yang akan mengejarku bahkan membunuhku. Mau tak mau aku harus mempersiapkan diri untuk bersembunyi".
"Yah begitulah, seorang detektif terkemuka pastilah diincar oleh semua penjahat".
"Satu lagi, musuh kita kali ini adalah seseorang yang berbahaya. Satu saja kesalahan kita akan tamat. Kita harus segera menyelesaiakannya!".
"Sebentar, kau bilang Apa barusan?. Kau sudah tahu pelakunya?. Ba..bagaimana bisa?".
Erest segera membuka layar LED dan mencari semua sumber-sumber yang ada. Seperti detektif pada umumnya, ia mempersiapkan persentasinya di depan Mr Chandra.
" Pertama, kita akan membukanya dengan korban pembunuhan di Singapura, tepatnya di Bandara Changi International. Korban bernama Sia Jue. Bekerja menjadi Cleaning Service di bandara tersebut. Terbunuh tepat di sebuah Toilet jam dua malam. Tangannya terputus dan Bagian Jantungnya tertancap pisau. Barang bukti berupa pisau dan Sebuah jam tangan pelaku. Sepertinya sebelum terbunuh ada baku hantam di antara keduanya. Wajahnya juga terlihat lebam.
"Korban kedua, Pembunuhan di Bandara International of Manchester Inggris. Korban bernama Ronald Gregor seorang Pilot di maskapai penerbangan British Airways. Terbunuh di tempat kerjanya setelah ia baru mendarat dari Turkey. Lehernya nyaris terputus dan sebilah Pisau menancap di bagian perut".
"Korban ketiga adalah korban yang kau lihat kemarin. dan kau pasti tahu kejadiannya, yang ini saya akan skip".
"Dari ketiga korban dapat disimpulkan bahwa ini adalah pembunuhan berencana".
"Dan yang lebih menarik adalah ketiga kasus ini berada di tempat yang persis sama yaitu Bandara. Dan harus kau tahu, Pemegang saham terbesar di tiga bandara ini adalah Seseorang yang sama. Biar kuperjelas, tiga bandara milik satu orang. Dan orang itu adalah Mr Roen Helsingborg".
"Sampai disini aku akan berpindah jalur ke berita Gosip selebritis".
"Mr Roen Helsingborg mempunyai Seorang Istri berdarah Indonesia yaitu Merry Monroe. Kabarnya Merry Monroe Bercerai meninggalkan suami pertamanya yang bernama Rudy. Uniknya, berdasar kabar yang beredar, Mr Roen menukar sebuah perusahaan miliknya dengan Merry. Itu artinya Mr Roen memiliki Merry dan Rudy akan memiliki kuasa penuh atas perusahaan yang diberikan Rudy yang tak lain adalah Perusahaan Tambang di Inggris"
"Kita akan menuju garis besarnya disini".
"Perusahaan tambang milik Mr Roen ternyata terlibat Sengketa dengan pemerintahan Inggris. Kabarnya Pemerintah Inggris akan Menjadikannya perusahaan dalam negeri dan tidak menerima penjualan saham manapun. Dan dengan berat hati, Rudy menyimpan dendam pada Mr Roen atas sengketa ini. Rudy merasa ditipu oleh Mr Roen".
"Rudy mempunyai Dua perusahaan Aplikator terbesar di dunia. Yaitu Gardener bergerak di bidang Aplikasi jual beli Tanaman dan Micro Grande bergerak di bidang Aplikasi Game. Dan ada satu anak perusahaan lainnya yang masih menjadi misteri sampai saat ini".
"Anehnya Transaksi dana terus mengalir ke anak perusahaan tersebut. Dengan jumlah hampir lima ratus juta dollar pertahun. ini berarti sekitar enam puluh persen pendapatan kedua aplikator tersebut diserahkan ke anak perusahaan yang misterius".
"Dugaanku saat ini adalah perusahaan misterius inilah yang menjadikan alasan Mr Rudy membalaskan dendamnya pada Mr Roen. Dan otak dari pembunuhan tersebut adalah Mr Rudy. Tetapi sayangnya kita tak punya bukti yang kuat untuk memasukkan ia ke penjara".
" Demikian Persentasi dari saya, Terima kasih".
Tepuk tangan yang riuh menggema seisi ruangan. Mr Chandra sekali lagi mengagumi Erest dengan kejeniusan yang ia miliki. Dan semua perkara ini akan menemui titik terang.
"Sekarang biar aku yang lanjutkan kasus ini. Terima kasih Profesor Erest. Kau membuat aku bernafsu untuk segera menangkap pelaku tersebut".
Mr Chandra sepertinya akan tahu ia akan kemana. Tidak lain ia harus segera mencari Sean. Hanya ia yang mungkin tahu segalanya. Sean akan menjadi kunci utama dimana dirinya harus menangkap sang pelaku.