
Musim panas yang panjang akan dialami oleh negeri ini. Jalan-jalan akan dipadati daun-daun yang berguguran. Untuk para rakyat Inggris, ini adalah kesempatan mereka untuk berlibur menikmati indahnya Sunset di tepi pantai, atau sekedar menjemur badan.
Tempat perbelanjaan akan dipenuhi para pelancong dari dalam dan luar negeri.Termasuk di Industri Pakaian, Inggris adalah Mode Ikon pakaian paling digemari di dunia.
Delph dan Anggi tengah menikmati lari pagi di awal musim panas ini. Keringat mulai bercucuran dari sekujur tubuh mereka. Terutama Anggi,ia yang paling merasa kelelahan disaat baru satu kali memutari komplek Flauden Hill. Sedang Delph, ia masih bisa mengatur fisiknya hingga ia sampai ke kediaman Anggi.
Anggi hanya bisa menyusul Delph dengan berjalan kaki saja sampai ia tiba di rumahnya. Saat sudah sampai di kediamannya, Anggi tengah mendapati Ayahnya berbincang dengan Delph. Tanpa diketahui keduanya, Anggi bersembunyi di balik pohon yang terletak tidak jauh dari rumahnya hingga bisa mendengar pembicaraan Delph dan ayahnya.
"Bagaimana kabarmu Delph, lama tidak berjumpa".
"Sangat baik tuan. Maaf baru mengunjungimu".
"Bagaimana dengan Orin, apa kau membawanya untukku?".
Ahh..Anak itu aku melupakannya!, Shit!, pasti Mr Rudy akan memarahiku.
"Maafkan aku tuan, Aku meninggalkannya di bandara karena Anggi tidak ingin mengajaknya kerumahmu!".
Dengan emosi yang memuncah, Mr Rudy tak bisa memendam amarahnya lalu memecahkan sebuah aquarium yang terletak di teras. hingga semua ikan di aquarium tersebut menuju kematiannya.
"Dasar bodoh!, kenapa kau menuruti anak sialan itu!, dimana Anggi!, Ia selalu saja merusak rencanaku!".
"Ma..maafkan aku Tuan" Delph merasakan sekujur tubuhnya bergidik ketakutan. Terlebih ia merasakan sesuatu di dalam tubuhnya juga ikut membuatnya takut.
"Kau sepertinya lupa dengan micro chip yang ada di dalam tubuhmu, Delph?, Apa kau berpihak kepada Anggi?. Kau mencintai anak ingusan itu?". Tanya Mr Rudy dengan nada sinis.
"Ti..Tidak tuan, maafkan aku!, aku berjanji akan mencarinya. Dan satu lagi, aku tidak mencintai Anggi tuan!".
Di luar sana, Anggi masih mendengar ayahnya memarahi Delph. Sifat ayahnya sama sekali tidak berubah. Bahkan bertambah bengis. Mr Rudy tidak segan-segan untuk membunuh orang kepercayaannya apabila perintahnya tidak dikerjakan dengan baik.
Mendengar ucapan Delph, Ingin sekali Anggi menangis sejadi-jadinya. Tetapi satu hal, Anggi harus menyelamatkan Delph dari cengkeraman ayahnya. Ia harus melepaskan Micro Chip dari tubuh Delph. Dan pergi sejauh mungkin meninggalkan ayahnya.
>>>>>>>>>>>
Keluarga Rudy lima belas tahun yang lalu
Usia Anggi Masih berkisar umur tujuh tahun saat terakhir kali ia melihat ibunya. Merry Monroe adalah seorang ibu yang sangat penyabar dan Cantik. Ayahnya Rudy Angelo adalah seorang ayah yang penyayang dan lembut tetapi haus akan harta.
Semua berubah disaat Seseorang bernama Mr Roen hadir di tengah-tengah keharmonisan keluarga Rudy. Ia adalah kolega sekaligus pimpinan perusahaan dimana Mr Rudy bekerja.
Awalnya semua tampak biasa saja. Mr Roen dan Mr Rudy seperti seorang sahabat yang saling menghormati dan membantu. Tetapi disaat Mr Roen melihat kecantikan Merry sang istri Mr Rudy, semuanya seakan berubah.
Mr Roen ingin memiliki Merry. Dan ingin mempersuntingnya.
Dengan segala kelicikan Mr Roen, ia langsung membuat siasat agar Merry bisa menjadi miliknya. Siasat itu adalah memberikan salah satu perusahaan tambangnya kepada Mr Rudy untuk ditukar dengan Istrinya.
Mendengar hal tersebut, Mr Rudy yang sedari dulu haus akan kekayaan dan kekuasaan tidak memperdulikan Istrinya lagi. Dengan perasaan tak bersalah ia memberikan Istrinya kepada Mr Roen lalu menyetujui pertukaran istrinya dengan perusahaan tambang tersebut.
Mr Roen yang menghargai pentingnya arti Cinta mendapatkan Merry dan Mr Rudy yang mencintai harta dan kekuasaan mendapatkan Perusahaan tambang.
Sejak saat itu juga Merry meninggalkan buah hatinya Anggi kepada Mr Rudy. Hingga saat Anggi dewasa, Merry tidak pernah mengunjungi anaknya lagi.
>>>>>>>>>>>>>>
Anggi sepertinya mulai berani untuk keluar dari persembunyiannya dan menghadap ayahnya. Ia berjalan dengan kepala menunduk memanggul rasa takut di sekujur tubuhnya.
"oh..jadi anak sialan ini sudah keluar dari persembunyiannya". Ketus Mr Rudy yang tidak memperdulikan keadaan anaknya yang ketakutan.
"Aku mohon. Selesaikan semua ini ayah. Aku ingin melihat ayah yang dulu".
Mr Rudy tertawa terbahak-bahak, lalu kedua pasang mata yang melihat Mr Rudy tertawa semakin tak berdaya karena rasa takut.
"Anakku Anggi, mengapa kamu jadi lemah seperti ini?. Bukankah ayahmu mengajarkanmu untuk berani dengan apapun. Kau bukan anak kecil lagi yang harus merengek kepada ayahmu ini".
"Maafkan aku ayah. Aku ingin mengikuti semua perintahmu mulai sekarang. Tapi aku ingin minta satu hal darimu".
Mr Rudy seketika mengernyitkan dahi.
"Apalagi yang kau minta, hah?!".
"Tolong lepaskan micro chip yang ada di dalam tubuh Delph ayah, kumohon, A..Aku sangat mencintainya".
Delph dan Mr Rudy langsung terkesiap mendengar ucapan Anggi. kemudian Mr Rudy melepaskan tawa yang sangat keras seolah tidak setuju dengan tanggapan Anggi.
"Sejak Kapan kamu bisa mengenal Cinta, Anggi!. Apa ayahmu ini kurang memberimu kekayaan selama ini!, Persetan dengan Cinta!. Satu lagi untukmu Delph!, kalau kau berani mendekati anakku, maka akan aku hancurkan dirimu sekarang juga!".
Mr Rudy beranjak masuk ke dalam kamarnya. Dan berikutnya, tidak ada lagi sepatah katapun pada hari itu yang keluar dari mulut mereka bertiga. Seolah semua menjadi hantu yang tidak mengenal adanya kehidupan.
Delph pun akhirnya beranjak meninggalkan Anggi yang berada dalam kondisi memperihatinkan. Anggi akhirnya pingsan di teras tanpa dihiraukan oleh Delph. Seolah, Delph melupakan semua kisah cintanya bersama Anggi.
Ketiganya kini berada di tempat dan situasi hati yang berbeda. Mr Rudy yang selama ini membesarkan Anggi merasa dikhianati. Semua harta benda dan apapun yang Anggi pinta pasti selalu Ayahnya beri. Tapi sama sekali Mr Rudy tidak memberikan Anggi kasih sayang seperti Ayah yang lain.
Anggi yang tengah pingsan sangat terpukul karena kisah Cintanya tidak direstui dan akan berakhir seperti kisah ibu dengan ayahnya.
Sedangkan Delph. Ia membenci dirinya sendiri
karena harus menjadi budak dari kehidupan. Ia seperti seorang robot yang dikuasai oleh kegelapan. Semakin umurnya ia habiskan semakin ia dekat dengan kematian. Kematian yang tentu saja tidak diinginkan semua orang.
Dipertengahan perjalanan menuju kediamannya, Delph dikagetkan dengan suara ponsel yang membangunkan dirinya dari lamunan. Nada dering yang sepertinya sudah Delph hapal. Sebuah pesan yang pasti di dalamnya ada tugas dari Mr Rudy.
(Mulailah jauhi Anggi dan Habiskan waktumu bersama Orin. Ia mungkin akan cocok untukmu).
Baru kali ini Delph mendapatkan tugas yang tidak penting dari Mr Rudy. Biasanya, Tugas yang ia dapatkan adalah membunuh orang. Tidak lebih dari itu.