MICRO CHIP WITH LOVE

MICRO CHIP WITH LOVE
11. Insiden Di Laut Inggris Dan kantor Kepolisian



Blackpool menjadi satu-satunya pelabuhan yang diminati penyelundup di seluruh dunia. Ada banyak kapal-kapal milik pribadi yang berlabuh disana. Tidak seperti pelabuhan di Liverpool. Blackpool hanya dikenakan pajak murah bagi siapa saja yang berlabuh di sana.


Dua orang asing berperawakan tinggi besar sedang mengangkut peti yang akan dibawa menuju salah satu kapal. Rencananya peti tersebut akan dibawa ke wilayah Irlandia.


Malam hari di Blackpool akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua. Dua orang asing yang masih memindahkan peti-peti. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk memastikan tidak ada lagi peti yang tertinggal di pelabuhan.


Tidak berapa lama sang nahkoda kapal menyalakan mesin dan berlalu sangat cepat meninggalkan pelabuhan.


Saat dalam seperempat perjalanan, Kapal yang membawa tiga awak itu dalam masalah besar. Mereka bertiga diberhentikan empat kapal patroli yang tengah bertugas di lepas laut Inggris.


"Berhenti! Jatuhkan senjata kalian segera! dan segeralah menyerah, kalian sudah terkepung!" Pengeras suara yang berasal dari polisi menggema di telinga tiga buah awak kapal tersebut.


Seketika, tiga orang awak kapal itu berdiskusi di ruang nahkoda. Entah apa yang mereka diskusikan.


Empat kapal patroli mulai mendekat dan mengepung kapal misterius tersebut hingga tak ada lagi tempat untuk mereka bisa kabur.


Para awak kapal hanya bisa diam di kapal mereka. Mereka tidak bergerak sama sekali untuk keluar kapal.


Gemas dari perlakuan sang awak kapal, Beberapa orang polisi patroli mulai menurunkan sebuah perahu sekoci dan mendekati kapal misterius tersebut lalu mulai naik ke dalam lobby kapal.


Ketiga awak kapal tersebut mulai bergidik ketakutan. Sejenak mereka berpelukan dan mulai menangis. Entah apa yang mereka tangisi.


Kemudian yang terjadi selanjutnya tidak dapat dipahami dengan logika.


Tiga ledakan besar di lepas laut London membakar semua kapal yang berada di sana. Termasuk empat kapal patroli.


Lautan Inggris seketika menjadi lautan api. Si jago merah melahap habis semua kapal. Hingga tak ada yang tersisa selain bangkai kapal dan juga bangkai manusia di dalamnya.


Bantuan kapal penyelamat sepertinya datang terlambat di tempat kejadian. Para tim SAR segera menurunkan sekoci dan masing-masing berusaha naik ke kapal yang sudah habis terbakar.


Tiga puluh menit berselang para Tim SAR berkumpul di satu titik Lobby bangkai kapal dan mengumpulkan sebagian korban yang badannya sudah hangus. Hanya ada setidaknya dua kotak peti besi yang sepertinya masih bisa diselamatkan.


***


"Apa!" Mr Rudy berteriak dengan sangat lantang ketika mendengar kejadian malam tadi. Ia teramat Syok, ketika tahu bahwa Polisi menemukan barang bukti yang tersimpan di gudang kapal setelah peristiwa ledakan terjadi.


Dengan cemas, Mr Rudy memerintahkan semua perusahaan yang memproduksi microchip segera menghentikan kegiatan produksinya.


"Mr Zein, cepat hentikan semua produksi dan simpan semua barang ke dalam ruang rahasia. Kita harus bertahan selama beberapa minggu ke depan dengan mengurangi kegiatan di dalam perusahaan."


"Baiklah pak, akan saya lakukan."


"Satu lagi, ingatkan semua jajaranmu untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun! Kau mengerti!"


"Ba--baik, pak. Apa lebih baik kau segera bersembunyi ke Rusia tuan, biar aku yang membereskan semuanya."


Sunggingan senyum dari wajah bengis itu menawarkan ide briliant. Zein sudah tidak sabar untuk membunuh orang lagi. Baginya, menjadi budak Mr Rudy adalah sebuah kebanggan tersendiri.


Betul juga, akan lebih baik jika aku bersembunyi ke negara yang aman. Batin Mr Rudy.


"Betul sekali, Zein. Dalam beberapa hari kedepan, aku mungkin berada dalam bahaya. Tolong siapkan jadwal penerbangan untukku. Semua kurcaci itu, kuserahkan semua padamu.


***


Mr Rudy benar-benar tak menyadari kehadiran Anggi saat berjalan menyusuri koridor ruangan. Ternyata, Mr Rudy lebih memilih kepentingan dirinya sendiri tanpa peduli nasib anaknya kelak jika ikut tertangkap, benar-benar laknat!


Anggi terlihat sumringah saat tahu kabar ini. Ada kesempatan yang bagus untuk membongkar siapa ayahnya sebenarnya dengan membuntutinya sampai ke Rusia.


Mr Rudy dengan sangat cepat menyelesaikan sarapan paginya. Ia sama sekali tidak memperdulikan anaknya yang berada persis di hadapannya.


Anggi juga tak mau kalah. Persetan dengan Ruangan ayahnya yang sampai saat ini belum juga ia bisa buka. Menurutnya, ini jauh lebih menarik, Namun ia tersadar bahwa perjalanananya ke Rusia tak mudah. Ia juga sadar bahwa semuanya harus ia kerjakan sendiri. Apabila ada satu orang saja membocorkan rahasia ini, maka semua akan gagal.


Hal pertama yang harus Anggi lakukan adalah membuntuti perjalanan ayahnya hari ini. Sekaligus mencari waktu keberangkatan ayahnya ke Rusia.


***


Kejadian malam tadi ternyata sudah sampai ke telinga Mr Chandra, begitu pula Sean dan Erest. Mereka harus menemukan petunjuk di saat mereka tahu bahwa ada barang bukti yang bisa jadikan bukti untuk mengalahkan Mr Rudy. Perlahan-lahan, semua misteri ini akan segera terkuak.


Sean juga merasakan hal yang sama. Orin--kekasihnya--pasti terlibat di dalamnya. Namun, belum saatnya ia melapor pada Mr Chandra dan Erest tentang apa yang dialami Orin.


***


Mereka bertiga menyusuri Jalan Langbourn untuk bisa mencapai Kantor kepolisian London. Cuaca seakan bersahabat dengan mereka. Jelas ini akan membuat mereka semangat. Terlebih, mereka mempunyai bukti yang cukup untuk membuat Mr Rudy mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Lain dengan Sean. Ia akan berusaha melindungi Orin dari semua tuduhan apabila suatu saat nanti kekasihnya terbukti bersalah.


Dalam waktu dua jam, akhirnya mereka sampai Ke kantor kepolisian. Kemudian mencari barang bukti tersebut.


Sekitar ada delapan peti yang tersita. Peti tersebut sebagian sudah hangus terbakar. Di dalam peti tersebut, tersimpan sebuah seonggok daging lunak yang terbungkus oleh beberapa aluminium foil.


Tidak dapat dimengerti. Mereka bertiga seakan tidak percaya akan menemukan barang bukti deperti ini. Saat Sean memegang daging lunak tersebut, Ia merasa ada kejanggalan di dalamnya. Seketika ia menjatuhkan daging tersebut dan akhirnya daging tersebut terbelah menjadi dua bagian.


Seperti keluar dari cangkangnya, Ternyata seonggok daging tersebut hanyalah pelapis objek lain. Yang tidak lain adalah microchip.


Ada senyum yang terpancar dari mereka bertiga saat mengetahui isi dari seonggok daging tersebut. Sementara Erest mulai bereaksi saat melihat microchip tersebut.


"Ada yang aneh, kenapa ada timer di micro chip ini".


"Oh tidak, jangan-jangan!"


"Semuanya! Cepat kosongkan tempat ini! Tempat ini akan meledak!"


Mr Chanda melihat timer yang semakin lama semakin berkurang.


"Brengsek! tinggal lima menit lagi, cepat semuanya, lari!"


Hampi 2000 orang berlari berdesak-desakan keluar dari kantor ini. Mereka sangat panik setelah suara emeregency berbunyi melengking.


Boom!


Dan benar saja apa yang dikatakan Mr Chandra. Di saat lima menit berlalu, mereka menyaksikan kantor kepolisian terbesar di negeri ini terbakar. Sementara Mr Chandra dan koleganya Berupaya masuk ke dalam mobil, dan berusaha meninggalkan Kota London.


Hampir saja mereka bertiga terbunuh saat ini juga. Beruntung ada Mr Chandra yang juga sangat luas tentang dunia bom. Mereka bertiga bisa menyelamatkan semua orang yang berada di dalam gedung kepolisian tersebut.