
Kedatangan para detektif dari Rusia tersebut ternyata menuai pujian dari salah satu reporter berita televisi swasta di London. Seperti biasa, mereka para pemburu berita selalu menjadi pembesar suatu masalah.
Dari semua peristiwa yang terjadi di London dan Rusia baru-baru ini. Semua menuai kecaman dari para penegak hukum dan juga pihak keamanan negara bahkan dewan keamanan PBB sampai ikut andil dalam pidato besarnya di hadapan sidang pleno antar dewan keamanan.
Terlebih, korban jiwa yang melayang tidaklah sedikit. Sekitar hampir 30 orang meninggal dunia dalam semua peristiwa ini.
Yang paling menghebohkan dunia adalah peristiwa bom bunuh diri yang sempat meluluhlantahkan beberapa daerah di Negeri Elisabeth tersebut.
Peristiwa itu tak akan pernah dilupakan oleh seluruh rakyat Inggris dan juga dunia.
Sebuah jurnal berita di Inggris sampai mengungkapkan kekecewaannya, namun ada juga sebagian jurnal berita yang mendukung misi rahasia ini.
Pemerintah Rusia juga melakukan hal yang sama dalam menanggapi tindak kejahatan ini. Semua koresponden militer begitu pula parlemen menginginkan adanya pertemuan bilateral dengan Negara Inggris, mengingat hal ini sudah menjadi genting.
Kesepakatan kecil itu terlaksana. Inggris menyambut baik parlemen Rusia yang mau bekerja sama dalam menyelesaikan peristiwa ini. Hasilnya akan jelas apabila salah satu detektif yang terkenal gagah berani itu mampu menjelaskan di konferensi pers saat ia sudah sampai di London.
Mereka yang mendukung sepertinya tahu bahwa misi rahasia ini akan lebih efisien dan juga lebih tertutup. Pihak kepolisian bermaksud menahan pasukannya terlebih dahulu agar mendapat fakta yang konkret akan seluruh peristiwa ini. Barulah di saat semua bukti di terima, pencarian ******* itu dimulai.
***
Mr Jones sangat berempati ketika tahu bahwa sahabatnya wafat dalam insiden bom di Rusia tempo hari. Disusul dengan bom lainnya di salah satu pemukiman warga.
Ia berusaha memeluk Mr Chandra. Kemudian tanpa sengaja Mr Jones mengeluarkan air mata kesedihan itu di depan Mr Chandra.
"Maafkan aku, Mr Jones. Aku sangat menyesali semua peristiwa ini."
Tampak guratan wajah yang sedu diperlihatkan oleh Mr Chandra. Ia merasakan bahwa dirinya terlalu bodoh untuk disebut sebagai detektif sekarang.
"Tidak mengapa, semua sudah terjadi, kita tidak bisa menyalahkan siapa pun," jawab Mr Jones masih dengan kehilangan yang merajai hatinya.
Erest sudah menjadi keluarga bagi Mr Jones. Mr Jones adalah satu-satunya teman seperjuangan Erest yang mampu untuk bertahan sampai sekarang. Bagaimana mereka menggapai impian bersama dari mulai masuk menjadi pasukan pangkat terbawah kepolisian sampai menjadi petinggi di Kepolisian Inggris.
Beruntung bagi Mr Jones. Berkat kecemerlangannya berattitude dan berjuang merenggut berbagai misi penting pada akhirnya Mr Jones mendapatkan jabatan itu. Pemerintah Inggris menyebut dirinya penguasa kepolisian. Itu dikarenakan Mr Jones mampu untuk menangkap semua penjahat tanpa harus membutuhkan bantuan orang lain. Benar-benar polisi yang gagah dan mandiri.
Beberapa saat kemudian reporter mulai berdesakan menghampiri Mr Chandra yang sudah terlihat di lobi Bandara. Tidak lupa para reporter juga menghampiri Sean dan Orin saat itu juga.
Mr Chandra tanpa ragu untuk menceritakan semua peristiwa tersebut ke media begitu pula Sean dan Orin. Mereka bertiga tampak kompak dalam menjawab semua pertanyaan reporter.
"Pertemuan sahabat itu sangat singkat. Aku tak kuasa untuk melihat semuanya menjadi tragis seperti ini. Kalau boleh aku mengulang waktu. Aku akan menjadikan Anggi si korban pengeboman itu sebagai sahabat yang paling aku sayangi," terang Orin kepada awak media.
Kehilangan Anggi menjadi pukulan tersendiri bagi Orin. Hal itu wajar, mengingat hanya satu hari saja Orin bisa bercakap layaknya sahabat.
Setelah semua pers puas dengan hasil wawancara. Mr Chandra, Orin, dan juga Sean mengakhiri semua ini dengan istirahat sejenak.
Hotel Winchester menjadi tempat istirahat yang baik. Sebelum menemuia hari esok. Di mana kemenangan sudah ada di depan mata.
***
Flaunden Hill menjadi satu-satunya tempat di mana semua getir dan kepahitan ini menjadi nyata. Di sinilah semua rasa rindu ini berpulang bagi Orin.
Melihat rumah kosong dan tidak berpenghuni ini. Seperti melihat rasa luka yang mendalam. Rasa kehilangan yang meraja.
Mr Chandra mulai membuka tuas handle pintu. Pintunya tidak terkunci sama sekali, kemudian berjalan menyusuri koridor rumah. Mencari sebuah pintu yang berbeda.
Sean menemukan ruangan itu. Ruangan dengan kunci dan tuas yang aneh.
Mr Chandra merogoh sebuah benda yang terdapat di tasnya. Sebuah lempeng kuningan berbentuk bintang.
Semua sisi lempengan kuningan tersebut terasa pas saat ditambatkan pada sisi kunci. Beberapa detik kemudian, Pintu terbuka dengan sendirinya, namun tidak semudah yang dibayangkan.
Masih ada pintu lagi?!
Kali ini pintu di hadapan Mr Chandra dan kawan-kawan terkunci dengan 'Password Handle'. Di mana ada sebuah kotak kecil di sisi kiri pintu yang mengharuskan seseorang untuk memecahkan kodenya.
Sean, Mr Chandra, dan juga Orin sampai terperangah melihat semua ini.
Bukan Mr Chandra namanya kalau bukan menjadi detektif termasyhur di London. Ia sudah terlatih memecahkan kode di masa mudanya.
Ia mencoba menuliskan kata
A-N-G-G-I
Tidak perlu waktu lama. Pintu tersebut terbuka dengan lancar.
Alasan yang masuk akal bagi Mr Chandra. Di saat Mr Rudy hanya membawakan bekal bagi Anggi hanya satu kunci. Jika kunci yang lain tidak dapat Anggi buka dengan mudah. Jelas itu perkara yang sangat mudah.
Kamar tersebut hanya berisi satu tempat tidur, satu komputer, dan juga satu almari buku kesemuanya berada dalam satu ruangan.
"Lihat ini." Sean menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ia menemukan secarik kertas tentang petunjuk menuju pabrik Microchip di Indonesia dan Rusia. Tertera alamat juga di dalamnya.
"Bagaimana Mr Rudy melakukan ini semua? seakan ia merelakan semua pabrik itu untuk diketahui." Orin bertanya. Pertanyaan yang masuk akal.
"Menurutku, dia akan tahu bahwa kita akan ke sini," jawab Mr Chandra dengan sangat yakin.
"Itu berarti, Mr Rudy menyerah?"
"Bisa dikatakan seperti itu. Ia mulai menyerah kalah."
Mr Chandra menemukan hal menarik lainnya. Ia menemukan sebuah buku jurnal tentang perjalanan seorang Mr Rudy. Tepat berada di bawah bantal. Di tempat tidur.
Sekilas ia membaca jurnal tersebut. Menariknya di sini adalah Mr Rudy mempunyai fakta yang mencengangkan sebelum dirinya menjadi ******* seperti sekarang.
Termasuk masa kecil Mr Rudy yang tidak dianggap. Semua riwayat Mr Rudy terbaca dengan jelas di buku ini.
Mr Rudy tidak seburuk yang Mr Chandra kira. Hanya masa lalu yang kelam membuat Mr Rudy menjadi seperti ini.
Mr Chandra memutuskan untuk tidak membawa jurnal tersebut. Biarkan buku itu menjadi kenangan di bawah bantal. Menjadi cerita kelam yang tak seorang pun boleh tahu.
Hari esok adalah hari di mana semua menuju titik akhir.
Semua barang bukti sudah dipastikan sudah berada dalam genggaman Mr Chandra.