
Noah lagi lagi harus terbaring lemah dirumah sakit.Karna insiden yang baru saja menimpa dirinya.Tenggelam di kolam renang nya sendiri.Tapi ia beruntung,nyawanya dapat diselamatkan oleh pengawal yang dengan cepat menyelamatkan dirinya
Ema pun kembali mencemaskan keadaan Noah dan hanya menarik nafas panjang melihat keadaan Noah.Ia merasa tak habis pikir dengan yang terjadi pada Noah.Ia menganggap jika Noah berusaha untuk mengakhiri hidupnya
Sepertinya aku harus benar benar mengawasi Noah..Dia tidak bisa dibiarkan sendirian..Jika tidak,pernikahannya tidak bisa dilakukan..Batin Ema sambil terus memperhatikan Noah yang masih belum sadar
Tak berapa lama Fiona dan kedua orang tuanya pun datang menjenguk Noah
"Tante."Sapa Fiona
"Oh..Kau sudah datang sayang..Kenapa mereka bisa ikut bersama mu??"Tanya Ema merasa heran dengan kedatangan kedua orang tua Fiona
"Maaf nyonya..Kalau kami datang secara mendadak..Karna kami mengkhawatirkan keadaan Noah..Kata Fiona,Noah jatuh ke kolam renang.."Sahut ibu sambung Fiona dengan rasa prihatin
"Ah..Iya..Sepertinya dia hanya terjatuh..Untungnya sekarang keadaannya baik baik saja."Jelas Ema
"Syukurlah ..Kalau Noah baik baik saja..Semoga Noah kembali sehat seperti biasanya .."Sahut ayah Fiona
"Terima kasih ..Dan maaf sudah merepotkan kalian untuk datang kemari.."Ujar Ema
"Jangan sungkan..Sebentar lagi kita akan menjadi besan dan menjadi keluarga besar..Sudah seharusnya kira saling peduli.."Jelas ayah Fiona
Mendengar ucapan ayahnya,Fiona hanya menatap dingin pada ayahnya.Seolah Fiona tak tahan dengan sandiwara ayahnya yang hanya berpura pura peduli dengan keluarga Noah
"Kau benar..Jika Noah sudah membaik,pernikahan mereka akan segera kita laksanakan..Agar kita menjadi keluarga yang utuh..Dan terlebih melihat Kebahagiaan mereka.."Sahut Ema tersenyum
Beberapa saat,Noah pun tersadar dan perlahan matanya mulai terbuka
Ema pun langsung menghampiri Noah
"Noah..Kau sudah sadar nak??"Tanya Ema sedikit tenang melihat Noah mulai terbangun
...****************...
Kediaman Alex..
Dikamar terlihat Yerin tengah berberes barang.Ia begitu sibuk di waktu nya yang sedang libur.Alex yang tak sengaja melihatnya dikamar,langsung mengetuk pintu kamar Yerin
Tok..Tok..
Yerin langsung menoleh
"Apa aku mengganggumu??"Tanya Alex
"Tidak tuan..Tuan perlu sesuatu??"Tanya Yerin balik
"Tidak..Apa yang kau lakukan??Sepertinya kau sangat sibuk??"Tanya Alex penasaran
"Ohh..Ini..Aku sedang mengemasi semua pakaianku.."Jawab Yerin
"Untuk apa??Kau mao pergi lagi??"Tanya Alex lagi
"Ah.. Tidak.. Aku hanya membereskan saja tuan."Jawab Yerin tersenyum
"Kau yakin??Kau tidak mencoba kabur dari ku kan??"Tanya Alex curiga
"Hahaha..Tidak tuan..Aku benar hanya membereskan saja."Jawab Yerin tertawa kecil
"Syukur lah..Kau tahu,aku masih menunggu jawaban mu..Kau masih belum menjawab lamaranku.."Ujar Alex
Sesaat Yerin terdiam
"Apa kau sudah bisa menjawabnya sekarang??"Tanya Alex lagi
Sejenak Yerin pun tertegun
Aku harus bagaimana dengan tuan Alex??Dia baik,tapi aku tidak bisa merasakan perasaan yang sama dengannya..Sekarang aku harus bagaimana??Kurasa memang ini jalan satu satunya agar dia bisa melupakan ku..Maafkan aku tuan Alex..Batin Yerin melamun
Alex yang melihat Yerin melamun langsung memanggilnya
"Yerin.."Panggil Alex
Seketika membuat Yerin tersadar
"Ah..Iya. tuan.."Jawab Yerin
"Bagaimana??Apa kau tidak dengar yang kukatakan??"Tanya Alex lagi
Yerin pun hanya tersenyum tipis