
Kedatangan Alex yang menghampiri Yerin,membuat Yerin terkejut
Dan membuat gelas yang berisikan kopi panas pun terjatuh yang langsung mengenai tangan Yerin
Prang..
Gelas kopi yang dipegang Yerin langsung pecah .Tangan Yerin pun memerah akibat mengenai kopi panas tersebut
"Akh.."Lirih Yerin memegangi tangannya yang terkena kopi panas dan juga kaget
Alex yang melihat dengan cepat menghampiri Yerin dan memeriksa luka ditangan Yerin
"Kau baik baik saja??"Tanya Alex sambil mencoba meniup tangan Yerin yang kepanasan
"Ah..Iya..Cuma terkena sedikit kopi tadi tuan..Aku akan bereskan pecahannya..Maaf tuan aku tidak sengaja."Jawab Yerin
"Jangan pikirkan..Ayo aku akan mengobati lukanya..Aku punya obatnya.."Ujar Alex mengajak Yerin menuju kursi di ruangan nya
"Tapi..Bekas pecahannya tuan..-"
"Biarkan saja..Nanti aku akan menyuruh OB yang membersihkannya..Ayo.."Jawab Alex
Yerin pun menuruti perintah Alex
Alex mengambil obat luka didalam lagunya,yang selalu ia simpan
"Untung obat ini masih ada."Ujar Alex tersenyum dan menghampiri Yerin
"Seharusnya tuan tidak perlu repot repot..Ini cuma luka kecil,nanti juga hilang sendiri.."Ujar Yerin
"Luka seperti itu jangan dibiarkan..Nanti akan bertambah parah..Dengan obat ini bisa meringankan rasa sakitnya..Jika kau tidak obati,kau akan kesusahan mengerjakan sesuatu.."Jelas Alex
Yerin hanya mengangguk tersenyum
Alex mulai mengobati luka ditangan Yerin dengan sangat hati hati,sambil terus meniupnya pelan pelan
Alex dengan serius nya memperhatikan wajah Yerin yang baginya ternyata memang sangat manis.Berbeda jauh dengan Fiona yang wajahnya selalu ditutupi dengan polesan makeup
Yerin sesaat pun baru menyadari jika Alex terus memperhatikan dirinya.Ia pun menatap bingung dengan Alex
"Tuan??Kenapa melamun??"Tanya Yerin bingung
Namun,bukan jawaban yang seharusnya ia dengar dari Alex.Alex justru menyerang Yerin dengan sebuah ciuman mendadak yang sangat lembut.Dan Alex dapat merasakan bibir lembut Yerin yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dari wanita mana pun.Termasuk Fiona sendiri
Alex dengan beraninya merebut ciuman dari bibir Yerin tanpa meminta ijin dulu.Karna ia merasa terhipnotis dengan ekspresi wajah Yerin yang begitu menggemaskan baginya
Yerin yang melihat tindakan Alex,langsung mendorong tubuh Alex untuk menjauh dari nya
Yerin pun memundurkan tubuhnya kebelakang untuk menjauh juga sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"A..Apa yang tuan lakukan??Kenapa tuan melakukan itu??"Tanya Yerin yang terkejut dengan tindakan Alex
"Maaf..Aku tidak bisa menahan diriku..Ekspresi mu membuatku seperti terhipnotis.."Jawab Alex yang justru salah tingkah
"Hah??"Seru Yerin merasa bingung
"Aku keluar sebentar..Nanti aku akan kembali..Dan jangan menyentuh pecahan gelas itu..Biarkan OB yang mengurusnya.."Sahut Alex langsung meninggalkan ruangannya
Yerin masih menatap bingung dengan sikap Alex
"Kenapa dia??Kenapa dia harus menciumku??Jangan sampai dia orang yang mesum..Karna tampilannya tidak terlihat orang mesum..Ihhh..Aku jadi merinding kalau mengingatnya..Semoga itu cuma reflek dianya saja.."Ujar Yerin pada dirinya sendiri
Yerin pun pada akhirnya berada diruangan Alex sendirian
Sedangkan Alex memilih mencari udara segar.Ia masih tak percaya jika ia berani melakukan hal itu tanpa seijin Yerin
"Sepertinya aku mulai tertarik dengan gadis itu.."Ujar Alex pada dirinya