
"Kurasa mereka mendapat pelajaran yang cukup berharga..Terlebih melihat kondisi ayah Fiona yang sekarang mengalami stroke berat..Kondisinya yang sekarang duduk di kursi roda,tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membalasmu.."Jelas Reza panjang lebar
"Hah??Jadi ayahnya sekarang mengidap Stroke??"Tanya Noah memastikan
"Ya..Sejak mengetahui Fiona gagal menikah denganmu..Emosinya meluap dan akhirnya stroke..Kalau orang memiliki riwayat darah tinggi,pasti akan berakhir stroke bukan??"Ujar Reza
"Oh..Lalu bagaimana dengan wanita itu??"Tanya Noah menyinggung Fiona
"Kudengar sekarang dia bekerja sebagai staff dikantor swasta yang tidak begitu besar..Dan mereka juga tinggal disebuah kontrakan kecil..Ibunya memiliki usaha sampingan membuat makanan untuk dijual secara online.."Jawab reza
"Ternyata ulah mereka benar benar mengubah hidup mereka.. Tapi syukur lah jika itu bisa menyadarkan mereka."Ujar Noah
"Dan aku punya informasi penting untukmu.."Ucap Reza sambil tersenyum
"Apa itu??"Tanya Noah melirik kearah Reza
Reza masih tersenyum seolah akan memberikan sebuah informasi yang akan membuat Noah terkejut
...****************...
Celin mengunjungi paman Daniel dicafenya
"Ada apa kau kesini??"Tanya Pama Daniel yang sedang sibuk
"Aku cuma mau memastikan apakah Yerin tinggal dirumah yang layak paman."Ujar Celin
"Kenapa kau menanyakan hal itu padaku??Kenapa kau tidak tanyakan langsung pada Yerin.."Ucap paman Daniel terheran
"Yerin selalu mengatakan jika dia tinggal dirumah yang layak..Aku khawatir dia hanya berpura pura agar aku tidak mengkhawatirkannya paman.."Jelas Celin
"Jadi kau ingin memastikannya padaku??"Tanya paman Daniel
Celin pun mengangguk dengan raut wajah polosnya
"Ini lihat kalau kau tidak percaya.."Ujar paman Daniel
Celin langsung memperhatikan foto Yerin yang berada didalam sebuah rumah.Yang ternyata adalah rumah pemberian dari paman Daniel untuk Yerin tinggal sementara waktu
"Sekarang kau percaya??"Tanya paman Daniel
"Oke..Aku percaya..Tapi yang jadi pertanyaan ku,kenapa paman masih begitu baik memberi Yerin rumah paman??Bukannya cinta paman bertepuk sebelah tangan??"Tanya Celin yang sekaligus menyindir
Seketika paman Daniel menatap datar kearah Celin
"Apakah kau harus mengatakan hal menyakitkan itu??Kau sengaja menyindirku??"Tanya paman Daniel ketus
"Hehehe..Aku cuma merasa kasihan saja pada paman..Sudah ditolak tapi paman masih baik pada Yerin.."Ujar Celin dengan canda nya
"Aku tidak perlu dikasihani..Kebaikan ku bukan untuk membuatnya bisa menerima ku..Tapi aku cuma tidak tega melihatnya hidup penuh dengan masalah..Terlebih dia tidak memiliki siapa pun lagi."Jawab paman Daniel
"Ya..Paman benar..Aku merasa kasihan padanya..Dia harus kehilangan rumah peninggalan orang tuanya,dan diterpa banyak masalah..Paman apa kau tidak bisa membantu Yerin untuk mendapatkan hak rumahnya lagi?"Tanya Celin meminta bantuan
Paman Daniel pun melirik kearah Celin
"Bukan aku tidak mau membantunya,tapi urusan ini aku tidak mau ikut campur..Aku hanya bisa membantunya seperti itu saja.."Jawab paman Daniel
"Ohh..Ya sudah..Aku tidak bisa memaksamu..Aku juga takut akan membuat masalah Yerin pada bibi nya semakin rumit..Kalau begitu,ayo kita mengunjunginya paman..Aku merindukan dia.."Ajak Celin
Paman Daniel hanya mengernyitkan alisnya keatas pada Celin
"Aku akan mengantarmu,tapi aku tidak bisa menemuinya.."Jawab paman Daniel
"Yah..Kenapa paman??Apa kau tidak mau bertemu dengan Yerin lagi??"Tanya Celin terheran
Paman Daniel hanya diam